Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are here6. Membimbing Seorang Untuk Menerima Yesus

6. Membimbing Seorang Untuk Menerima Yesus


Pelajaran ini kita khususkan pada pelayanan orang yang belum menerima pengampunan dosa. Jenis-jenis pelayanan yang lain akan dibicarakan dalam pelajaran ketujuh.

A. BEBERAPA PETUNJUK UMUM

1. Maksudnya harus jelas.

Langkah penerimaan adalah sangat penting. Saudara harus lebih dahulu memastikan diri bahwa orang yang sedang dilayani itu mempunyai maksud yang sungguh-sungguh. Kadang-kadang seseorang hanya "tunduk saja" untuk melaksanakan suatu doa penerimaan, padahal baginya belum jelas siapa Yesus, bahkan juga belum yakin bahwa ia sendirilah orang yang najis di hadapan Allah. Perhatikanlah kedua contoh yang berikut ini.

a. Seorang yang bersikap ramah serta terbuka dan sudah dilayani selama satu setengah jam, tiba-tiba merelakan diri untuk menerima Yesus. Maksud sebenarnya bukanlah untuk memperoleh keselamatan. Ia hanya ingin minta diri dari penginjilan itu, dan ini dia lakukan dengan sopan. Karena pada sangkanya, setelah ia berpura-pura berdoa untuk menerima Kristus, maka ia telah bebas untuk pulang.

b. Seseorang minta dibimbing dalam penerimaan Yesus. Mungkin hal ini dilakukan sebab ia telah merasa bosan oleh desakan teman yang telah berusaha menginjili dia. Kalau ia sudah satu kali dilayani, maka pada sangkanya ia tidak akan disusahkan lagi. Setiap kali seorang lain ingin memperkenalkan dia kepada Yesus, ia dapat mencari jalan keluar dengan mengatakan: "Saya telah menerima Kristus pada tanggal sekian, tidak usah lagi."

Untuk menghindari pelayanan yang salah saudara harus waspada. Tujuan saudara bukan untuk melayani sekian banyak jiwa dalam "penerimaan." Tujuan saudara adalah untuk memperkenalkan jiwa-jiwa yang sesat kepada Yesus yang hidup.

Doa tidak mempunyai kuasa penyelamatan. Hanya Yesus yang berkuasa mengampuni dosa. Penerimaan yang pura-pura hanya mengebalkan hati seseorang, sehingga ia tidak akan terbuka lagi terhadap Injil.

2. Intelek, Emosi dan Kehendak

Manusia mempunyai intelek, emosi dan kehendak. Kalau saudara mau membimbing seseorang untuk menerima Yesus di samping melihat kesungguhannya, perlu saudara memperoleh kepastian bahwa penerimaan itu adalah penerimaan total. Ia perlu mengikut sertakan akal budi, perasaan dan kehendaknya kepada Yesus Kristus.

a. Akal - budi

Ia harus mengetahui bahwa Yesuslah jalan satu-satunya untuk memperoleh pengampunan dosa. Ia harus mengetahui bahwa keselamatan itu disediakan hanya melalui salib dan darah Yesus.

b. Emosi - perasaan.

Ia harus merasa bahwa dirinya seorang berdosa. Pengetahuan yang teoritis tidak akan menggerakkan dia untuk meninggalkan hidup yang lama untuk melekat pada Yesus. Hati kecilnyalah yang menjadi tempat pelayanan Roh Kudus terhadap mereka yang belum selamat (Yohanes 16:8). Roh kebenaran itu akan menempelak hati kecilnya dengan keinsyafan akan dosa. Roh itu akan bekerja juga dalam hati kecilnya untuk memeteraikan kebenaran dari Firman, "Jalan Keselamatan" yang telah saudara sampaikan kepadanya.

c. Kehendak - keinginan.

Meskipun ia telah mengatahui bahwa Yesus adalah Juru selamat dunia dan meskipun ia telah merasa dirinya seorang berdosa yang dimurkai Allah, jikalau ia belum memutuskan untuk menerima Yesus, ia belum selamat. Kehendak itu harus bertindak. Kalau ia belum memihak kepada Yesus, ia tetap berada pada pihak iblis.

B. CARA PELAKSANAAN PELAYANAN INI

Langkah-langkah ini adalah lanjutan dari pendekatan dan diagnosa yang telah dibicarakan dalam pasal 3. Kalau ia telah ingin tahu maka jalankanlah bimbingan yang berikut. Tiga langkah yaitu penjelasan, penerimaan, dan peneguhan harus berjalan satu persatu. Bahan yang perlu untuk langkah pertama itu telah dibicarakan dalam pelajaran yang keempat.

1. Langkah penjelasan.

a. Pakailah ayat-ayat landasan.

Penjelasan dari "keempat fakta rohani" itu menjadi bahan pertimbangan bagi inteleknya. Saudara harus dapat memastikan bahwa jalan keselamatan itu sungguh-sungguh dapat dimengerti. Janganlah saudara menjelaskan seperti memberikan kuliah. Tunjukkanlah ayat-ayat landasan. Ia sendiri harus membacanya dengan nyaring. Jangan anggap kalau ia telah membacanya dengan cara demikian ia telah mengertinya. Tanyakanlah mengenai setiap bagian kalimat dari nats-nats tersebut, sampai nyata bahwa maksud - arti Firman Tuhan itu telah diresapkannya.

Memberikan terlalu banyak ayat akan membingungkan. Seorang penginjil terkenal telah menegaskan bahwa satu dua ayat sudah cukup, supaya Injil itu diberikan sesederhana mungkin. Penginjil tersebut suka memakai Yesaya 53:6 bertalian dengan Yohanes 1:12. Tetapi sebagai patokan bagi saudara pakailah empat ayat saja, satu ayat untuk setiap faktor rohani dan dapat ditambah dengan satu ayat lagi bila perlu untuk menjelaskan sesuatu yang keliru.

Walaupun orang yang dilayani itu buta huruf, masih perlu juga saudara menunjukkan ayat-ayatnya kepadanya. Saudara sendiri harus membacakannya, tetapi ikutilah dengan jari saudara supaya ia melihat bahwa ini sungguh-sungguh dari Alkitab. Ia harus dapat membedakan perkataan Allah dengan perkataan saudara.

b. Tunggulah keinsyafan orang itu.

Perhatikan kembali bagian pengetahuan dan keinsyafan dari halaman 33. Dapatkah ia mengucapkan Roma 6:23 kembali dengan kata-katanya sendiri seperti berikut? "Sayalah seorang berdosa yang dimurkai Allah yang Maha Kuasa. Tetapi sekarang saya boleh pilih. Ada dua kemungkinan di hadapan saya. Saya boleh berjalan terus menuju maut itu, atau saya boleh mempercayakan diri kepada Yesus yang telah mati bagi saya. Dengan percaya, maka saya akan luput dari hukuman Allah itu, dan sangat berbahaya bagi saya untuk menunggu."

c. Tunggulah keinginan orang itu.

Kalau telah nyata bahwa ia mengerti dan insyaf maka masih perlu menanyakan lagi apakah ia "ingin" untuk menerima Yesus. Tidak boleh saudara meneruskan pembimbingan kalau ia belum mau. Banyak orang yang dengan semangat mengikuti penjelasan mengenai Injil hanya karena "ingin tahu" saja, tanpa maksud bertindak atas keterangan itu.

2. Langkah penerimaan

Bagaimanakah caranya untuk seseorang menerima Yesus? Pertama-tama harus diingat keadaan sebenarnya. Yesus sedang menunggu untuk diundang masuk dan mendiami hati orang itu. Biasanya undangan itu diberikan dalam doa, dan seringkali orang tersebut akan ragu-ragu mengenai cara berdoa. Sebaiknya penjelasan yang berikut diberikan sebelum ia menundukkan kepala untuk berdoa.

a. Berdoa kepada Yesus.

Gambaran Tuhan Allah masih terlalu umum, hanyalah Yesus yang telah mempunyai bentuk definisi baginya. Ajaklah ia berbicara kepada Yesus Kristus.

b. Apa yang diminta?

Tiga hal yang perlu diucapkan kepada Yesus yaitu:

  1. Masuklah ke dalam hatiku!
  2. Bersihkanlah hatiku yang buruk ini!
  3. Tinggallah tetap dalam hatiku untuk memelihara daku terus!

Ada beberapa cara doa yang lain berdasarkan perjanjian-perjanjian dalam Alkitab, tetapi doa yang di atas yang paling tepat. Cara ini agak memudahkan pelayanan rohani selanjutnya. Kalau seseorang telah mengetahui bahwa hatinya didiami Yesus, maka itulah dasar yang baik untuk digunakan menurut segala berkat yang telah disediakan oleh Yesus bagi orang-orang percaya.

Kadang-kadang orang yang dilayani itu telah menerima Yesus sementara mendengar penjelasan Injil yaitu sebelum sampai kepada doa penerimaan. Kalau demikian, bentuk doanya akan berubah menjadi pengucapan terima kasih, karena Yesus telah mengampuni dosanya.

Siapakah yang berdoa? Janganlah saudara menjadi seorang "dukun doa." Saudara bukan pengantar bagi orang lain. Tugas dan hak istimewa itu dimiliki oleh Yesus (I Timotius 2:5). Orang yang dilayani itu - ia sendirilah yang harus berurusan dengan Yesus. Saudara tidak boleh diminta mewakilinya dalam doa penerimaan. Kalau ia tidak mau berdoa karena malu, pimpinlah ia dalam satu doa pendek. Umumnya penjelasan mengenai maksud dari pada doa itu telah cukup. Kalau Roh Kudus telah menempelak hati dia sampai insyaf bahwa ia nyaris mati di hadapan Tuhan, maka ia akan lekas berdoa.

Doa adalah suatu percakapan bersama antara orang-orang percaya dengan Allah bapa. Kalau perlu saudara boleh mengganggu dia sementara ia berdoa. Kalau isi doanya menyatakan bahwa Injil belum jelas, hentikan saja doanya dan jelaskanlah kembali segala apa yang masih kurang jelas. Kalau ia mulai berdoa dengan menyebut bermacam-macam kesulitan pribadi dan kesulitan rumah tangga, maka hentikan saja. Sebelum Yesus diundang mendiami hatinya, ia belum mempunyai hak untuk meminta hal-hal yang lain itu dari Allah. Pada kemudian hari ia boleh mempersoalkan hal-hal yang lain itu, dan banyak juga persoalan-persoalan itu akan lenyap akibat penerimaan tersebut.

Suruhlah ia berdoa terlebih dahulu. Setelah ia selesai, barulah saudara boleh menyatakan persetujuan saudara dalam doa. Jagalah diri saudara! Hanya sedikit saja yang boleh diucapkan oleh saudara. Kalau saudara berdoa dengan panjang lebar, doa itu akan menghalangi dalam perkembangan imannya. Kemudian hari ia akan malu berdoa di hadapan orang lain karena merasa belum mengetahui ucapan-ucapan yang baik, yaitu contoh dari saudara itu yang menjadi teladan baginya. Pakailah doa yang sederhana tanpa berputar-putar, yang terdiri dari beberapa kalimat saja. Jangan sebutkan hal-hal yang tidak mempunyai hubungan langsung dengan orang yang dibimbing itu.

3. Langkah peneguhan

Langkah pertama dalam tugas peneguhan ini hanya mempunyai satu maksud saja, yaitu memberikan keyakinan bahwa ia telah selamat. Setelah ia berdoa untuk menerima Yesus jelaskanlah jalan keselamatan itu sekali lagi, dan ajaklah ia berdoa untuk kedua kalinya.

Apakah sebabnya langkah-langkah meninjau kembali itu perlu? Karena dengan penerimaan Yesus itu ia telah menjadi orang baru dengan kedudukan baru. Sebelum penerimaan, ia masih digolongkan orang berdosa yang terpisah dari Allah. Sekarang ia digolongkan anak-anak Allah dan telah diberikan kedudukan baru. Ia telah selesai mempertimbangkan Injil itu, sebagai seorang yang harus memutuskan apakah ia mau selamat atau tidak. Sekarang ia memandang Injil itu sebagai yang memiliki keselamatan. Dengan mata rohaninya yang baru, ia dapat memeriksa kembali jalan keselamatan itu menjadi dasar kepastian bahwa ia telah diselamatkan melaluiNya.

Demikian pula doa kedua merupakan jenis doa yang baru. Sebelum ia bertindak menerima dan tinjauan dasar kepastian itu, ia dapat berdoa dengan "iman." Sekarang sebagai suatu langkah iman, ia akan berdoa mengucapkan terima kasih kepada Yesus karena ia telah diselamatkan olehNya.

Setelah ia selesai dengan pengucapan syukur kepada Tuhan - maka tetapkanlah waktu dan tempat untuk bertemu kembali, untuk menyelidiki Firman Allah dan berdoa bersama-sama.

RESAPKANLAH PELAJARAN No. 6

Sudahkah anda mulai menginjili pribadi-pribadi bagi Kristus?

Sudahkah anda mempunyai hasil yang nyata dari pelayanan anda?

Kalau anda dapat menjawab "Ya!" kami hanya dapat mengucap syukur bersama dengan anda serta mengajak anda untuk berjalan terus, dan untuk belajar terus.

Seandainya anda belum sukses memperkenalkan beberapa orang kepada Juruselamatnya janganlah meneruskan dengan pelajaran ketujuh. Tunggu dahulu. Pergilah keluar dan mempraktekkan bahan yang anda telah pelajari itu. Pelajaran-pelajaran berikut adalah sia-sia kalau pelajaran-pelajaran sampai sekarang belum dimanfaatkan.

Janganlah takut untuk berpraktek. Ingatlah bahwa Roh Kudus bersedia untuk menolong anda dalam pekabaran Injil.