Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are here4. Menjelaskan Jalan Keselamatan

4. Menjelaskan Jalan Keselamatan


Pelajaran 4

Menjelaskan Jalan Keselamatan

Kalau hati seseorang telah terbuka terhadap Injil dan ia mau dilayani, saudara harus beralih kepada penjelasan selanjutnya, yaitu bagaimana caranya supaya memanfaatkan Injil itu. Penjelasan praktis ini diberi judul JALAN KESELAMATAN.

Pengetahuan dan keinsyafan

Belum cukup bagi seseorang hanya mengetahui jalan keselamatan itu saja. Ia sendiri harus bertindak untuk memperoleh keselamatan jiwa yang ditawarkan itu. Hanya pengetahuan yang disertai keinsyafan yang dapat mendorong dia untuk berbuat sesuatu. Dengan keinsyafan berarti ia sudah menyadari bahwa keterangan yang dimilikinya itu menyangkut dia sendiri; bahwa ialah yang berdosa dan perlu diselamatkan. Sebelum kebenaran itu ia resapkan, ia tidak akan merasa perlu untuk melarikan diri kepada Yesus. Tetapi bila ia telah insyaf ia tidak akan berkata lagi: "Semua manusia adalah berdosa!" "Sayalah orang yang celaka!"

Keempat fakta rohani

Telah lazim bahwa penginjil-penginjil pribadi menjelaskan Jalan Keselamatan itu menurut apa yang disebut "KE EMPAT FAKTA ROHANI." Fakta-fakta tersebut hanyalah alat saja, yaitu suatu urutan pokok-pokok dari Alkitab, supaya jangan saudara menyimpang dalam tugas pelayanan. Saudara akan menemukan bermacam-macam bentuk dari ke empat pokok ini, dalam buku-buku penuntun dan traktat-traktat dari pelbagai pengarang; tetapi garis besarnya selalu sama. Dengan memakai cara yang demikian sederhana setiap anak-anak Allah sanggup menginjili karena setiap orang sanggup menguasai empat buah kalimat saja.

Fakta-fakta yang pertama, kedua dan ketiga semata-mata merupakan tinjauan terhadap Injil. Ketiga pengajaran itu selalu diberitakan oleh setiap gereja Kristen; yaitu mengenai kegagalan manusia dan kemenangan Yesus pada salib. Tetapi fakta keempat yang sering dilalaikan. Mungkin kelalaian ini disebabkan karena sebagian pejabat-pejabat gereja belum sampai memikirkannya. Ada juga hamba-hamba Tuhan yang kuatir bahwa kalau "anugerah saja" yang terlalu ditekankan, maka orang-orang percaya akan bertambah malas dalam tugas-tugas gerejanya. Tetapi justru langkah keempat itulah yang menghidupkan, karena langkah ini akan memindahkan Injil dan bahan pemikiran menjadi dasar iman.

Terangkanlah yang berikut ini dengan jelas dan sederhana. Pada setiap langkah ingat bahwa keseluruh hidup seseorang harus diikut sertakan pada Yesus. Pembagian berikut akan menentukan sikap dan cara pelayanan saudara.

  1. Nyatakanlah fakta-fakta Alkitab dengan teratur. AKALNYA harus menguasai fakta-fakta itu sebelum ia diajak untuk menerima Yesus.
  2. Dalam berbicara hendaklah dengan penuh perasaan dan kasih. HATINYA (EMOSINYA) juga harus tertarik kepada Yesus.
  3. Berikanlah suatu tantangan yang positif. KEHENDAKNYA haruslah menyetujui Yesus sebagai dasar keselamatannya.

Ayat-ayat yang dicetak tebal harus dihafalkan dengan sempurna.

A. Fakta No. 1 - DOSA DAN HUKUMANNYA

"Saya telah berbuat dosa dan patut menerima hukuman maut yang kekal" (Roma 3:23; Roma 6:23; Yesaya 59:2).

Setiap orang telah berbuat dosa (Roma 3:23; Yesaya 53:6). ARTI dari dosa di sini adalah kurang dari ukuran Allah, yang Maha Suci dan Maha Adil itu.

Akibat dosa adalah maut (Roma 6:23). ARTI dari maut itu adalah perceraian dengan Allah (Yesaya 59:2). Oleh karena setiap orang telah berbuat dosa, maka ia harus hidup terpisah dari Allah dan kasihNya untuk selama-lamanya.

Biasanya orang-orang yang saudara akan layani itu mempunyai keinsyafan akan dosa-dosanya. Kalau demikian, bacakanlah bersama-sama dengan dia satu ayat sebagai landasan saja, kemudian langsung pindah pada fakta kedua.

Kalau hal dosa belum jelas bagi seseorang, keterangan yang berikut dapat diberikan. "Allah telah menyatakan ukuranNya bagi semua manusia dalam SEPULUH PERINTAH yang diberikan melalui Nabi Musa, tapi kemudian dalam "Khotbah di bukit" (Matius 5) Yesus telah menunjukkan, betapa luasnya ruang lingkup perintah-perintah tersebut. Disamping itu Yesus sendiri sudah menjadi suatu teladan (contoh) dari hidup manusia yang sesuai dengan kehendak Allah .... Jikalau orang yang dilayani itu tidak mau sadar atau mengaku fakta dosanya, suruhnya ia membandingkan dirinya dengan Yesus. Relakah ia secara pribadi menurut suatu hidup sebaik Yesus? ... Kalau tidak, tentu ia telah kurang diri ukuran Allah dan ini berarti bahwa ia termasuk golongan orang berdosa.

Kalau orang yang dilayani itu belum merasa gelisah atau berduka cita karena dosanya, maka perlu sekali fakta yang pertama ini dibicarakan sampai matang dahulu (II Korintus 7:8-10). Untuk keterangan yang lebih mendalam lagi selidikilah pasal 5 dari buku ini. Bimbingan tidak dapat diteruskan kepada fakta kedua sebelum ia "bertobat".

B. Fakta No. 2 - USAHA MANUSIA ITU SIA-SIA ADANYA

"Saya tidak sanggup melepaskan diri saya dari hukuman maut itu" (Efesus 2:8,9; Roma 3:20; Yohanes 14:6).

Pada umumnya manusia berada dalam alam fikiran yang sangat bertentangan dengan Injil Kristus. Mereka semua ingin memperoleh keselamatan, tetapi karena akalnya telah dinoda oleh dosa, maka dicari-carinya keselamatan itu dengan jalan-jalan yang salah. Mereka semua menganggap bahwa ada suatu usaha yang dapat membawa mereka kembali kepada jalan pergaulan dengan Allah. Lihatlah sikap orang muda yang kaya (Markus 10:17, 22). Ia telah merasa haus dalam jiwanya sehingga tergesa-gesa meminta nasihat dari Yesus. Segala perbuatannya yang salah itu belum memuaskan kehausan jiwanya. Tetapi tidak bertanya demikian: "Bagaimanakah jalannya supaya saya dapat memperoleh hidup yang kekal?" Sama sekali tidak! Sebab ia mempunyai maksud yang lain. Ia bertanya: "Apakah yang patut hamba perbuat?" Dalam pemikirannya, segala sesuatu harus berkisar pada usahanya sendiri. Demikian kabur mata rohaninya sehingga ia tidak dapat mengerti maksud Tuhan Yesus. Yesus seolah-olah menjawab: "Tahukah kamu siapa Aku?" Orang muda itu belum bersedia menerima sesuatu yang tidak dapat diusahakan sendiri ... Setelah pemuda itu pergi, dengan sedih Yesus menerangkan kepada kedua belas muridNya, bahwa keselamatan adalah mustahil untuk diusahakan oleh manusia; hanya dapat disediakan oleh Allah (ayat 27).

Kalau arti "dosa" itu kita tinjau kembali, nampaklah bahwa segala kesibukan manusia itu kosong belaka. Manusia telah mutlak kalah terhadap syarat-syarat yang ditentukan oleh Allah. Seandainya tidak ada rahmat, maka tidak ada juga keselamatan. Allah tidak dapat ditipu. Meskipun seorang menonjolkan segala perbuatannya yang baik, Allah mempunyai mata yang tajam dan dapat melihat setiap kejahatan yang telah disembunyikan di belakang tirai kesalehan itu (I Samuel 6:7b).

C. Fakta ke 3 - YESUSLAH JALAN

"Yesus adalah satu-satunya jalan pelepasan bagi saya karena Ia telah menjadi pengganti saya untuk dihukum pada salib itu" (Roma 5:8; I Petrus 2:24; I Petrus 3:18).

Sukakah saudara mengatakan bahwa Allah itu Kasih adanya? Tetapi saudara tidak boleh lupa bahwa Allah juga Maha Suci dan Maha Adil. Allah tidak akan membiarkan hutang dosa seseorang dengan begitu saja. Kalau Allah tidak menuntut upah dari dosa kita (maut) yang telah ditetapkanNya sendiri itu, Ia tidak tepat lagi dinamakan "Allah yang benar." Haruslah ada pembayaran terhadap hutang manusia itu.

Karena Allah sungguh kasih adanya Yesus telah menjelma menjadi manusia. Yesus datang untuk menebus manusia. Arti "menebus" adalah menyediakan jalan keluar bagi manusia yang tak berdaya lagi itu. Dengan cara yang kita sukar mengerti, Yesus telah memenuhi kesucian dan keadilan Allah dalam kematiannya pada salib. Sehingga manusia dapat dibebaskan dari hukuman maut (Yohanes 3:16; Roma 5:8).

Janganlah bicarakan unsur-unsur yang lain, kecuali Yesus. Setiap jalan pemikiran yang tidak menuju kepada penerimaan Yesus, harus dihindarkan. Hanya ada dua perkara yang terpenting di sini, yaitu bahwa:

  1. Yesus adalah Sang Penebus.
  2. Yesus pada saat ini sedang menawarkan pengampunan dosa dan keselamatan.

Adakah orang yang dilayani akan menjadi sedikit takut dan akan menunda keputusan. Ia akan mencari jalan keluar seperti membicarakan ajaran-ajaran Kristus, gereja, kelakuan orang-orang Kristen dan sebagainya. Tetapi hal-hal yang seperti ini tidak akan menempelak hati kecilnya. Hanya berita tentang Yesus tersalib yang berkuasa mendukakan hatinya. Karena itu janganlah saudara masuk ke dalam perangkap suatu percakapan agama.

Hanya Yesuslah yang dapat melaksanakan tugas penebusan itu, karena Yesus memiliki dua hal yang istimewa, yaitu:

- Yesus bukan hanya manusia saja. Ada dua tabiat yang tergabung dalam diri Yesus yaitu kemanusiaan dan keilahian. Dengan keilahiannya itu, Ia sanggup mengerjakan sesuatu bagi seluruh umat manusia.

- Hanya Yesus saya yang pernah hidup tanpa dosa. Sehingga Ia tidak memperoleh hukuman atas diriNya. Kalau perlu ditegaskan bahwa tidak ada jalan lain, lihatlah Yohanes 14:6 dan Kisah Para Rasul 4:12.

D. Fakta ke 4 - MENERIMA YESUS

"Untuk memperoleh keselamatan yang telah Yesus sediakan, saya harus menerima Dia secara pribadi" (Yohanes 1:12; Wahyu 3:20).

Keinsyafan terhadap fakta-fakta yang pertama, kedua dan ketiga itu tanpa penerimaan adalah seumpamanya sebuah hadiah yang tetap terbungkus. Hadiah itu telah diletakkan ke dalam tangannya. Orang itu mungkin sedang memandang kepada bungkusan yang sangat indah itu, tetapi ia belum menggunakan isinya. Sebelum hadiah Injil itu dia buka berarti selama itu pula pemiliknya masih seorang yang sesat. Kalau dia buka, ia akan menikmati isinya, yang pengampunan dosa, pembaharuan hidup, dan hidup yang kekal. Langkah penerimaan inilah yang akan membukakan semua anugerah kepada seseorang.

Tetapi "penerimaan" bukanlah suatu "penyerahan." Penyerahan berarti bahwa seseorang yang telah didiami oleh Roh Yesus akan memutuskan untuk memberikan kesempatan yang lebih luas kepadaNya. Dari segi disiplin pribadinya ia melepaskan ikatan-ikatan duniawi yang mengelabuhi mata rohani. Penyerahan itu memungkinkan pengendalian dan penyesuaian pola-pola hidupnya.

Jagalah urutan yang tepat ini dalam setiap pelayanan. Ajaklah seseorang yang berdosa untuk "menerima" Yesus sebagai sumber pengampunan dosa. Ajaklah anak-anak Allah agar "menyerahkan diri" untuk pekerjaan Tuhan.

RESAPKANLAH PELAJARAN No. 4

  1. Hafalkanlah kelima ayat yang dicetak tebal dalam pelajaran ini.
  2. Di luar kepala, tulislah keempat fakta itu. Setiap fakta harus merupakan kalimat lengkap.
  3. Banyak usaha pelayanan menjadi macet karena penginjil tidak dapat menjelaskan arti dari istilah-istilah yang dipakainya. Untuk setiap istilah berikut ini, jelaskanlah artinya (dalam satu kalimat pendek).
    1. Dosa
    2. Keselamatan
    3. Maut
    4. Bertobat
  4. Mulailah menginjili teman-temanmu sekarang ini juga. Tidak usah merasa kuatir. Saudara telah mempunyai cukup bahan, dan Roh Kudus menunggu kesempatan untuk memanfaatkan bahan itu melalui saudara. Pelajaran-pelajaran selanjutnya hanyalah bahan untuk melancarkan pelajaran saudara dan untuk memperluas lapangan kerja bagi saudara.