Jika kita membaca Yohanes 9:1-5, pastilah kita memiliki pemikiran yang sama dengan murid-murid Tuhan, "Siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?" Mengapa hal ini dipertanyakan? Karena kebanyakan dari kita ketika sedang diperhadapkan pada persoalan atau pergumulan hidup tanpa disadari mulai menyalahkan orang lain. Namun jawaban yang diberikan Tuhan Yesus sangat luar biasa dan memberi kelegaan. Paling tidak ada tiga hal yang dapat kita pelajari dari peristiwa saat itu, yaitu:
1. Ayat 3, "..., Tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia". Jangan pernah mengeluh atau menyalahkan orang lain ketika kita sedang diperhadapkan pada persoalan karena di balik semuanya itu ada pekerjaan-pekerjaan Allah yang harus dinyatakan. Mungkin kita tidak bisa melihat sesuatu yang baik ketika persoalan datang dalam kehidupan kita, tapi kita harus menyadari bahwa bukan karena Allah tidak peduli melainkan karena Allah ingin mengajar kita supaya setiap orang boleh melihat karya Allah yang luar biasa melalui kehidupan kita. Di mana pun Tuhan menempatkan kita saat ini, baik dalam pekerjaan, pelayanan, maupun kehidupan sosial kita, bersyukurlah karena kita tahu rencana Tuhan dalam hidup kita adalah yang terbaik.
2. Ayat 4, "Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku". Kata "kita" di sini menunjuk kepada gereja yaitu Anda dan saya. Tuhan Yesus menginginkan agar gereja tidak hanya diam atau sibuk dengan pekerjaannya sendiri melainkan gereja harus bergerak untuk mengerjakan pekerjaan Allah. Apa pekerjaan Allah itu? Mencelikkan mata yang buta, memberi makan yang lapar, menyembuhkan yang sakit, dsb.. Dengan demikian orang-orang boleh tercelik matanya melihat teladan baik yang dilakukan oleh gereja, yaitu kita. Pekerjaan Allah itu tidak pernah membuat keletihan tetapi pekerjaan Allah justru mendatangkan berkat-berkat.
3. Ayat 5, "Selama Aku di dalam dunia, Akulah terang dunia". Sejak Tuhan Yesus naik ke surga secara otomatis gereja menggantikan Tuhan sebagai terang dunia. Kita harus memberi contoh atau teladan bagi dunia sehingga setiap orang bisa melihat perbuatan-perbuatan Allah nyata melalui keteladanan kita. Yesus bukan hanya Allah teori, tapi Dia adalah Allah yang penuh dengan teladan.
Ketika kita melakukan pekerjaan Tuhan, maka Allah yang mengutus kita akan memberkati kita. Amin
| Diambil dan disunting seperlunya dari: | ||
| Judul buletin | : | Mission.com no. 6/II/2005 |
| Judul Artikel | : | Siapa yang Salah? |
| Penulis | : | Pdt. Peter Tjondro |
| Halaman | : | 3 |
Edisi e-JEMMi
Kategori
Keywords
Kolom Publikasi
- Printer-friendly version
- Log in to post comments
- Siapa yang Salah
- Yohanes pasal 9
- Pekerjaan Allah
- Pergumulan hidup
- Terang dunia
- Teladan gereja
- Jangan pernah mengeluh atau menyalahkan orang lain saat menghadapi persoalan, karena di balik semuanya ada pekerjaan-pekerjaan Allah yang harus dinyatakan.
- Gereja harus proaktif dan bergerak dalam mengerjakan pekerjaan Allah (seperti menyembuhkan atau memberi makan), bukan hanya diam atau fokus pada urusan sendiri.
- Setelah kenaikan Yesus, gereja bertanggung jawab untuk mengambil peran sebagai "terang dunia" dengan memberikan teladan nyata (keteladanan) perbuatan Allah.
Artikel ini membahas pemahaman tentang kisah Yohanes pasal 9, menyoroti bahwa manusia cenderung menyalahkan orang lain ketika menghadapi kesulitan hidup. Namun, melalui kisah ini, penulis mengajarkan bahwa alih-alih menyalahkan, kita harus menyadari bahwa di balik setiap persoalan terdapat pekerjaan Allah yang harus dinyatakan. Pelajaran utama yang ditekankan adalah kesadaran bahwa Tuhan memiliki rencana terbaik dalam setiap pergumulan, keharusan gereja untuk aktif bergerak mengerjakan pekerjaan Allah, dan kewajiban jemaat untuk bertindak sebagai teladan atau "terang dunia" agar karya Allah dapat terlihat oleh semua orang.