Artikel Misi

Misionaris yang Harus Anda Ketahui: Lilias Trotter

Jauh sebelum istilah "jendela 10-40" ditemukan atau dikenal luas di kalangan pelayanan misi, seorang seniman berbakat berusia tiga puluh empat tahun bernama Isabella Lilias Trotter (1853 — 1928) tiba di Afrika Utara pada tahun 1888 bersama dua orang temannya. Mereka datang tanpa dukungan dari lembaga misi maupun pelatihan resmi. Tetapi begitu tiba, mereka segera mulai belajar bahasa Arab dengan tekad untuk membagikan Injil selama dan seluas mungkin.

Henrietta Mears: Ibu Penginjilan Modern yang Terlupakan

Henrietta Mears (1890 — 1963), Direktur Pendidikan Kristen selama bertahun-tahun di First Presbyterian Church di Hollywood, telah meninggal dunia lebih dari enam puluh tahun yang lalu. Namun, Ibu Penginjilan Modern ini masih memiliki banyak hal yang dapat diajarkan kepada orang-orang Kristen abad ke-21 yang sehaluan, jika mereka bersedia mengingat dan mendengarkannya.

Misi yang Berpusat pada Yesus

Saya tidak akan pernah melupakan momen ketika saya dikejutkan dengan fakta bahwa Yesus dengan sengaja menggunakan perjalanan misi lintas budaya jangka pendek sebagai bagian dari proses pemuridan-Nya. Saat itu adalah musim semi tahun 2013, saya sedang duduk di bangku yang terbuat dari kayu yang dipotong kasar pada suatu hari yang indah di properti Pusat Pelipatgandaan Amerika Latin di Heredia, Kosta Rika.

Adoniram Judson

Hanya ada sedikit orang dalam sejarah gereja yang telah begitu banyak menderita demi Kristus seperti Adoniram Judson. Adoniram lahir pada 9 Agustus 1788 di Malden, Massachusetts, dalam keluarga seorang pendeta jemaat Kongregasional yang keras dan dominan. Sejak kecil, Adoniram dikenal sebagai anak yang cerdas, sopan, penuh percaya diri, berbudaya, dan halus budi pekertinya. Pada usia tiga tahun, saat ayahnya pergi dalam perjalanan misi selama seminggu, ibunya mengajarinya membaca.

Dibutuhkan Waktu untuk Menjadi Misionaris yang Efektif

Mode dalam Misi

Adik saya Patrick adalah seorang guru SMA. Beberapa tahun yang lalu, pemerintahnya memperkenalkan metode baru untuk mengajar matematika kepada anak-anak: "matematika baru", mereka menyebutnya. Ungkapan itu mengejutkan saya karena saya ingat, ketika kami masih kecil, para guru juga memperkenalkan "matematika baru". Agaknya, pada tahun-tahun sejak itu, lebih dari beberapa "matematika baru" telah datang dan pergi. Hari ini lebih baru daripada kemarin, dan besok akan lebih baru lagi. Selalu ada cara baru dan mutakhir untuk mengajarkan matematika kepada anak-anak.

Subscribe to Artikel Misi