Saya tidak akan pernah melupakan momen ketika saya dikejutkan dengan fakta bahwa Yesus dengan sengaja menggunakan perjalanan misi lintas budaya jangka pendek sebagai bagian dari proses pemuridan-Nya. Saat itu adalah musim semi tahun 2013, saya sedang duduk di bangku yang terbuat dari kayu yang dipotong kasar pada suatu hari yang indah di properti Pusat Pelipatgandaan Amerika Latin di Heredia, Kosta Rika. Saya tinggal di sana sebagai misionaris, sembari mengawasi FUSION, proses misi jangka pendek Sonlife untuk para remaja.
Memikirkan Hal yang Sebenarnya Dilakukan Yesus
Ketika saya duduk di bangku itu, mengevaluasi investasi waktu, energi, dan sumber daya yang gereja-gereja (dan pelayanan siswa khususnya) curahkan setiap tahun untuk perjalanan misi jangka pendek, saya dikejutkan oleh sebuah pemikiran yang menakutkan: Bagaimana jika saya memindahkan keluarga saya ke luar negeri untuk menginvestasikan hidup kami pada sesuatu yang tidak pernah Yesus lakukan? Pada saat itu dalam hidup saya, saya telah berpartisipasi dan memimpin banyak perjalanan misi, tetapi saya tidak pernah berhenti untuk mempertimbangkan apakah "perjalanan misi jangka pendek, lintas budaya" ini adalah sesuatu yang pernah Yesus lakukan. Dan, jika Yesus tidak melakukannya, saya juga tidak ingin melakukannya.

Tentu saja, saya tahu dampak dari perjalanan misi jangka pendek. Seperti banyak dari Anda, saya pertama kali berpartisipasi dalam perjalanan misi jangka pendek saat remaja. Hal ini memiliki dampak yang mendalam bagi saya, dan Allah memakai pengalaman tersebut untuk mengubah jalan hidup saya. Setelah lulus kuliah, saya melayani sebagai gembala kaum muda selama 13 tahun. Selama waktu itu, saya membawa para siswa dalam puluhan perjalanan misi jangka pendek. Saya berkesempatan untuk melihat Allah bekerja di dalam dan melalui kehidupan para siswa berulang kali. Sebagian besar (jika tidak semua) dari kita akan setuju bahwa perjalanan misi jangka pendek pada umumnya merupakan pengalaman yang baik, tetapi mungkin Anda pernah mengajukan pertanyaan yang sama seperti yang ada di pikiran saya hari itu:
* Apakah perjalanan misi jangka pendek sepadan dengan semua kerumitannya?
* Apakah pekerjaan yang sedang dilakukan benar-benar mencapai sesuatu?
* Apakah perjalanan misi yang kita rencanakan sebenarnya hanyalah liburan eksotis yang diagung-agungkan untuk para siswa kita?
* Apakah uang yang dibelanjakan benar-benar merupakan investasi terbaik bagi sumber daya Kerajaan?
* Apakah perjalanan misi kami mengajarkan dan memperlengkapi murid-murid kami untuk terlibat dalam misi Yesus dan hidup sebagai murid dalam budaya dan konteks mereka sendiri, atau hanya ketika mereka pergi ke luar negeri?
* Apakah akan lebih bermanfaat jika kita hanya menulis cek dalam jumlah besar kepada seorang misionaris daripada menghabiskan waktu mereka selama seminggu dan menambah beban kerja mereka secara signifikan, dengan harapan kita dapat memberikan dampak tertentu?
* Apakah ada yang perlu diubah dari cara kita melakukan perjalanan misi lintas budaya jangka pendek?
* Apakah Yesus mencontohkan membawa murid-murid-Nya dalam perjalanan misi lintas budaya jangka pendek?
Kami Memiliki Model untuk Misi Jangka Pendek dan Lintas Budaya
Dalam memelajari kehidupan dan pelayanan Yesus, saya menemukan bahwa jawaban dari pertanyaan terakhir adalah YA! Selain itu, studi yang cermat mengenai penggunaan perjalanan misi oleh Yesus sebenarnya juga menjawab semua pertanyaan lainnya. Dalam artikel blog kami yang berjudul "Memperlengkapi Secara Lintas Budaya," kami melihat bahwa Yesus membawa murid-murid-Nya dalam perjalanan misi lintas budaya jangka pendek setidaknya dalam 6 kesempatan yang berbeda. Yesus tidak hanya membawa murid-murid-Nya dalam beberapa perjalanan misi lintas budaya jangka pendek, tetapi ketika kita memelajarinya, kita menemukan sebuah model tentang bagaimana kita dapat dan harus melakukan hal yang sama.
Studi tentang model Yesus untuk perjalanan misi lintas budaya jangka pendek dan cara Ia menggunakannya sebagai alat pemuridan telah menghasilkan pengembangan proses FUSION dari Sonlife. FUSION adalah pengalaman misi jangka pendek yang secara strategis menghubungkan gereja-gereja di Amerika Utara dengan gereja-gereja di Amerika Latin dengan tujuan untuk melipatgandakan pelayanan siswa yang sehat dan memuridkan. Ini adalah proses empat langkah yang secara khusus dimodelkan berdasarkan strategi pelayanan Yesus dan cara Ia melakukan perjalanan misi jangka pendek.
Meskipun ada empat perjalanan misi jangka pendek selama prosesnya, FUSION sama sekali bukan pengalaman perjalanan misi biasa. Tujuan utama dari FUSION bukanlah untuk membangun sebuah gedung, memimpin program sekolah Alkitab liburan, atau melakukan penginjilan jalanan. Sebaliknya, kami meminta tim FUSION kami untuk berinkarnasi, berinvestasi, dan berkembang biak. Ini adalah cerminan dari strategi Yesus yang masuk ke dalam dunia kita, mencurahkan hidup-Nya kepada beberapa orang, dan mereproduksi karakter dan prioritas-Nya di dalam diri mereka. Para siswa dalam tim FUSION memiliki kesempatan untuk memasuki dunia remaja Latin, menginvestasikan hidup mereka dalam membangun hubungan dengan para siswa tersebut, serta membantu mereka membangun pelayanan siswa yang sehat dan memuridkan dengan cara mereproduksi karakter dan prioritas Yesus di dalam diri mereka.
Yesus Menggunakan Perjalanan untuk Mengembangkan Hati Para Murid
Melihat perjalanan misi jangka pendek yang Yesus lakukan bersama murid-murid-Nya, jelas bahwa fokus-Nya tidak hanya pada orang-orang yang mereka tuju. Ia menggunakan perjalanan ini sebagai alat untuk mengembangkan hati para murid-Nya dan mengajarkan mereka keterampilan yang diperlukan dalam memuridkan. Dengan cara yang sama, FUSION dirancang untuk menjadi alat yang dapat digunakan oleh para gembala muda untuk mengembangkan pelayanan pemuridan. Ketika para siswa terlibat dengan misi lintas budaya, mereka mengembangkan hati dan keterampilan yang diperlukan untuk memuridkan di tempat asal mereka dalam budaya dan konteks mereka sendiri.
Selama prosesnya, ada beberapa hal penting yang membuat pengalaman ini bermanfaat. FUSION dipimpin oleh siswa, yang berarti bahwa begitu tim tiba di negara tersebut, para siswa bertanggung jawab untuk memimpin dalam membangun hubungan, pengalaman pelatihan kelompok, kelas bahasa Inggris di sekolah-sekolah umum setempat, hidup sebagai murid di rumah-rumah tuan rumah, dan berbagai kesempatan penjangkauan. Penekanan dari seluruh proses ini adalah mengembangkan hubungan antara para siswa dalam pelayanan mitra sehingga DNA pemuridan dapat dibagikan. Orang dewasa yang menjadi bagian dari tim (gembala pemuda, pemimpin sukarelawan, dll) berperan sebagai gembala selama proses berlangsung, mendoakan, memerhatikan, dan mendorong para siswa dengan mengingatkan mereka akan pelatihan yang telah mereka terima untuk mempersiapkan mereka dalam pengalaman pemuridan lintas budaya.
Proses FUSION
Setiap langkah dalam proses FUSION melibatkan perjalanan misi jangka pendek, dan setiap langkah memiliki fokus yang berbeda.
* LANGKAH 1 berfokus pada prioritas-prioritas dasar dari kehidupan dan pelayanan Yesus. Para siswa memimpin pelatihan, melihat cara Yesus membangun pelayanan yang memuridkan, dan seperti apa kita melakukan hal yang sama.
* LANGKAH 2 mengalihkan fokus kepada pelatihan dan penjangkauan pelayanan yang ditargetkan. Para siswa memperlengkapi rekan-rekan mereka dalam pelayanan mitra untuk membagikan kesaksian dan Injil kepada teman yang terhilang secara rohani, dan kemudian kedua kelompok pergi ke retret penjangkauan bersama di mana teman-teman yang terhilang tersebut mendengar Kabar Baik.
* LANGKAH 3 adalah tentang mentransmisikan DNA misi lintas budaya dan memperlengkapi tim pelayanan. Pada langkah ini, segala sesuatunya dibalik dan para siswa ditantang dengan cara yang baru ketika pelayanan siswa dari Amerika Latin melakukan perjalanan misi, sementara melakukan perjalanan ke gereja mitra mereka di Amerika Utara.
* LANGKAH 4 berfokus pada pelipatgandaan. Pelayanan siswa dari Amerika Utara kembali dan melakukan perjalanan dengan pelayanan mitra mereka ke lokasi ketiga di mana para siswa "meneruskan tongkat estafet" dan proses empat langkah dimulai lagi. Dengan cara ini, kedua pelayanan siswa belajar untuk membuat dan melipatgandakan murid seperti Yesus.
Di mana pun posisi pelayanan pemuridan Anda dalam proses menjadi pelayanan pembuat-murid, kami ingin sekali berbicara dengan Anda bahawa perjalanan misi jangka pendek lintas budaya dapat memainkan peran yang signifikan. Jika kita serius mengikuti teladan Yesus, kita harus menyadari bahwa kita tidak dapat membangun pelayanan pemuridan tanpa membawa siswa-siswa kita keluar dari zona nyaman dan melintasi batas-batas budaya. Hal ini tidak harus selalu berarti pergi ke belahan dunia lain, karena itulah kami juga sedang mengembangkan proses FUSION di dalam negeri. Kami ingin berbicara kepada Anda tentang kesempatan agar Anda dapat terlibat dalam proses ini dan agar kami dapat melayani Anda selama Anda terus berinvestasi pada siswa.
(t/Jing-jing)
Diambil dari:
Nama situs : Discipleship
Alamat artikel : https://discipleship.org/blog/jesus-centered-missions/
Judul asli artikel : Jesus-Centered Missions
Penulis artikel : Jay Fast
Kolom Publikasi
- Log in to post comments