Artikel ini membahas cara manusia dapat memahami isi hati Allah yang terdalam, dengan membandingkannya pada cara mengetahui isi hati orang yang dicintai. Penulis mengajukan tiga kriteria untuk menentukan sesuatu itu benar-benar berasal dari hati Allah: pertama, sesuatu itu harus sudah ada sejak lama; kedua, penggenapannya harus dibayar dengan harga yang sangat besar; dan ketiga, harus dicapai meskipun menghadapi kesulitan yang sangat tinggi. Setelah menerapkan ketiga kriteria ini, penulis menyimpulkan bahwa isi hati Allah sepanjang masa adalah "Misi", yaitu pengabaran Injil secara lintas budaya. Misi memenuhi kriteria tersebut karena akarnya sudah direncanakan sejak Kejadian 3:15 (sangat lama), memerlukan harga mahal (yaitu melalui pengorbanan Kristus di kayu salib), dan merupakan peristiwa yang sangat sulit (melakukan inkarnasi dari budaya ilahi ke budaya manusia). Oleh karena itu, manusia diajak untuk merindukan dan terlibat aktif dalam melanjutkan Misi tersebut ke seluruh dunia.
- Hati Allah
- Misi (Mission)
- Pengabaran Injil
- Inkarnasi
- Kriteria kebenaran Ilahi
- Lintas budaya
- Untuk memahami isi hati Allah, perlu digunakan tiga kriteria: harus sudah ada sejak lama; memerlukan harga yang sangat mahal; dan harus diperoleh meski menghadapi kesulitan yang super sulit.
- Berdasarkan tiga kriteria tersebut, kesimpulan penulis menyatakan bahwa hati Allah adalah "Misi," atau pengabaran Injil secara lintas budaya.
- Aspek "Misi" memenuhi ketiga kriteria karena: (1) Perencanaan misi sudah ada sejak lama (sejak Kejadian 3:15); (2) Harga yang harus dibayar sangat mahal (pengorbanan Kristus); dan (3) Peristiwa ini super sulit (Inkarnasi Yesus, lintas budaya).
- Tanggapan manusia terhadap penemuan ini adalah harus berupaya memerhatikan dan terus terlibat dalam melanj