Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are heree-JEMMi No.26 Vol.13/2010 / Tidak Rela Membayar Harga

Tidak Rela Membayar Harga


Para komunis mengangkat dua foto di hadapan mata Natasha. Satu foto menunjukkan Aida Skripnikova, dalam kecantikan masa mudanya yang bagaikan bintang film. Yang kedua, foto orang yang sama yang menunjukkan efek-efek mengerikan dari kehidupannya di penjara di Soviet. Kecantikan belia Aida Skripnikova telah lenyap. Ia tersenyum dengan bibir pecah-pecah dan wajah yang pucat. Ia tampak bagai seorang wanita tua. Kontras di antara kedua foto demikian menyedihkan hingga tak terasa Natasha memalingkan wajah.

Natasha, pendiri majalah bawah tanah Kristen Rusia, telah dimasukkan berkali-kali ke dalam penjara. Ketika ia dilepaskan, ia mulai mencetak majalahnya kembali, dengan diam-diam, dan sekali lagi ia ditangkap. Kali ini ia mungkin diberikan hukuman yang berat.

Pada penangkapannya yang terakhir, para komunis kemudian menunjukkan kepadanya gambar dari Sadunaite, seorang biarawati Katolik muda, diikuti dengan fotonya yang mengenaskan ketika ia dilepaskan. Mereka juga menunjukkan kepadanya gambar dari Viltchinskaya, yang pada usia 21 telah kehilangan seluruh gigi dan rambutnya karena makanan yang kurang memadai dan kekurangan sinar matahari ketika dikurung dalam sel penjaranya dan bekerja di kamp-kamp kerja paksa.

"Inilah yang menanti Anda," mereka mengatakan kepada Natasha, "kecuali Anda bekerja sama dengan kami dan melaporkan nama-nama rekan-rekan kerjamu."

Untuk menyelamatkan kecantikan fisiknya sendiri, Natasha memberikan kepada para komunis nama dari 50 orang Kristen lainnya. Ia menempatkan rekan-rekan sekerja di gereja bawah tanahnya dalam risiko pemenjaraan dan penyiksaan. Ia sendiri masih dijatuhi hukuman 6 tahun dalam penjara.

Natasha lupa akan Maria Magdalena yang luntur riasannya karena air mata yang berlinangan. Maria Magdalena pun mengurapi kaki Yesus dengan minyak wangi miliknya yang paling mahal, bahkan menggunakan rambutnya untuk menyeka kaki Yesus. Natasha pun lupa akan Maria, ibu Yesus, patah hati, tersedu-sedu penuh kegetiran di kaki salib, lebih peduli akan Anaknya yang menderita dari pada rambutnya atau rupa lahiriahnya.

Ia juga lupa akan Yesus, yang paling menderita, dengan wajah-Nya dan tubuh-Nya yang bengkak akibat pukulan, kotoran, dan ludah. Tubuh-Nya gemetar oleh kelelahan dan darah di mana-mana, yang mengurbankan penampilan-Nya sendiri sehingga "tidak ada keindahan yang membuat kita ingin melihat Dia" (Yesaya 53:2 FAYH).

Jika Anda sampai pada pilihan yang dihadapkan kepada Natasha, apakah yang akan Anda perbuat?

Diambil dan disunting seperlunya dari:

Judul buku : Jesus Freaks
Penulis : Toby McKeehan dan Mark Heimermann
Penerbit : Cipta Olah Pustaka
Halaman : 127 -- 128

e-JEMMi 26/2010