Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are heree-JEMMi No.39 Vol.13/2010 / Siberia: Pavel

Siberia: Pavel


"Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya atau pedang?" (Roma 8:35)

Saat itu mulai larut malam, petugas Soviet telah memukuli dan menganiaya Pavel selama berjam-jam. "Kami tidak akan menganiayamu lagi," katanya, sambil tersenyum dengan kejam saat orang Kristen itu melihat ke atas. "Kami akan mengirimmu ke Siberia. Di sana salju tidak pernah cair dan tempat itu penuh dengan penderitaan hebat. Kamu dan keluargamu akan cocok di sana."

Bukannya depresi, Pavel malah tersenyum dan berkata, "Seluruh bumi milik Bapaku, Kapten. Ke mana pun engkau mengirim saya, saya akan berada di rumah Bapaku."

Kapten itu memandangnya tajam seraya berujar, "Kami akan mengambil semua barang milikmu."

"Kamu perlu tangga yang tinggi, Kapten, karena harta bendaku ada di surga," Pavel masih tersenyum dengan manis.

"Kami akan menembak tepat di antara kedua matamu," teriak kapten itu kali ini dengan marah.

"Jika engkau merampas nyawaku di dunia ini, hidupku yang sesungguhnya yang penuh dengan sukacita dan keindahan akan dimulai," jawab Pavel. "Saya tidak takut dibunuh."

Kapten itu menarik Pavel dengan kaos penjaranya yang sudah sobek dan berteriak di wajahnya, "Kami tidak akan membunuhmu! Kami akan tetap memenjarakanmu sendirian di sel dan tidak mengizinkan siapa pun menemuimu!"

"Kamu tidak bisa melakukan hal itu, Kapten," kata Pavel, masih dengan tersenyum. "Saya punya seorang Sahabat yang dapat melewati pintu-pintu yang terkunci dan teralis-teralis besi. Tidak seorang pun dapat memisahkanku dari kasih Kristus."

Sekalipun diperhadapkan dengan masa depan tidak pasti, kita dapat yakin tentang satu hal: Kristus akan menghadapinya bersama kita. Entah saat kita melewati ujian pribadi ataupun duka bersama, kita tidak akan sendirian. Sebaliknya, teman-teman manusia kita bisa mendukakan kita dalam beberapa hal. Akan ada masa dalam perjalanan hidup ketika mereka tidak dapat berjalan bersama kita -- airnya terlalu dalam dan pemahaman mereka tidak jelas. Hanya Yesus yang memiliki kemampuan untuk melewati "teralis-teralis besi" dalam hati kita yang sedang menderita dan berbagi saat-saat yang sulit. Meskipun Ia mungkin tidak memilih menyelamatkan kita dari situasi kita berdasarkan hikmat-Nya, kehadiran-Nya yang pasti akan mengantarkan kita melaluinya. Tersenyumlah, karena Anda tahu bahwa Anda punya Sahabat yang tidak dapat terpisah dari diri Anda.

Diambil dari:

Judul artikel : Siberia: Paulus
Judul buku : Devosi Total
Penulis : Tim The Voice of the Martyrs Amerika
Penerbit : The Voice of the Martyrs Amerika
Halaman : 15

e-JEMMi 39/2010