Manusia sering hanya memerhatikan kebutuhan yang kelihatan, seperti sandang, pangan, papan, dan pekerjaan. Namun, Allah memandang kebutuhan manusia yang tidak kelihatan secara jasmani, tetapi jauh lebih penting, yakni keselamatan (kehidupan kekal). Tidak berarti Allah tidak peduli dengan kebutuhan jasmani. Ia juga sangat peduli akan kebutuhan ini. Di bawah ini beberapa alasan kuat mengapa Injil keselamatan harus diberitakan kepada semua orang di seluruh dunia.
1. Merupakan Keinginan Allah Agar Semua Selamat
Ketika manusia ditipu Iblis dan jatuh ke dalam dosa di Taman Eden, Allah sudah memunyai rencana memulihkan manusia dengan mengatakan: "Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu dan engkau meremukkan tumitnya" (Kejadian 3:15). Merupakan inisiatif Allah untuk memulihkan hubungan antara Allah sendiri dan manusia yang sudah jatuh ke dalam dosa dengan cara mencari atau memanggilnya (Kejadian 3:9). Meskipun begitu, Allah tetap memakai manusia yang dipanggil dan dipilih-Nya untuk memberitakan Injil keselamatan kepada orang lain. Contohnya adalah saat Roh Kudus mengutus gereja di Antiokhia agar mengirim Barnabas dan Saulus yang dikhususkan oleh Roh Kudus sendiri sebagai utusan Injil (Kisah Para Rasul 13:2).
Tuhan Yesus juga terharu melihat orang-orang hidup seperti domba-domba yang tanpa gembala, sehingga Ia meminta agar murid-murid-Nya meminta kepada Tuan yang empunya tuaian, agar dikirim pekerja-pekerja untuk tuaian itu (Matius 9:38). Jelaslah bahwa Tuhan yang memunyai tuaian dan berinisiatif dalam penuaian, tetapi Ia pun memakai kita -- orang percaya, dan menaruh beban penginjilan itu di pundak kita.
2. Merupakan Beban dan Tanggung Jawab Orang Percaya
Allah akan membagikan tugas mulia tersebut hanya kepada anak-anak-Nya yang merasa terbeban dan bertanggung jawab terhadap keselamatan orang lain yang ber