Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are heree-JEMMi No.30 Vol.16/2013 / Hari Natal Adalah Hari Perayaan Amanat Agung

Hari Natal Adalah Hari Perayaan Amanat Agung


"Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu." (Yohanes 20:21)

Dengan kalimat itu, Yesus memberi kuasa dan kehormatan kepada kita untuk merayakan Natal sepanjang tahun!

Pelayanan yang dilakukan oleh Sang Juru Selamat setelah kebangkitan-Nya itu diakhiri oleh perintah yang kita kenal sebagai "Amanat Agung". Amanat Agung sendiri dimulai oleh Yesus dengan perkataan-Nya yang terdapat dalam Yohanes 20:21. Kalimat itu adalah kalimat pertama yang diucapkan-Nya kepada para murid setelah kebangkitan-Nya. Tak berapa lama sebelum terangkat ke surga, Yesus juga berbicara kepada mereka dalam kalimat yang tercatat dalam Matius 28:19-20, "Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." Dan, kata-kata terakhir-Nya kepada para murid sebelum Ia terangkat ke surga tercatat dalam Kisah Para Rasul 1:8, "... kamu akan menjadi saksi-Ku ...."

Peristiwa yang kita rayakan pada masa perayaan Natal adalah peristiwa inkarnasi Yesus Kristus. Allah menjelma menjadi manusia supaya rencana penebusan-Nya terlaksana, yaitu untuk menarik banyak orang kepada diri-Nya dan melepaskan mereka dari belenggu dosa. Yesus lahir ke dalam dunia di dalam sebuah kandang di Betlehem dengan sebuah tujuan, yaitu menyediakan persembahan kurban yang sesuai untuk membayar akibat dari dosa kita. Itu dilakukannya agar kita dapat memiliki sebuah persekutuan dengan Allah, sesuai dengan maksud penciptaan kita. Dia melakukannya karena mengasihi kita.

Sang Pencipta datang ke dalam dunia, Ia sempurna, benar, dan kudus. Ia tinggal di tengah-tengah ciptaan-Nya yang tidak kudus, penuh kesalahan, dan bahkan bangkit menjadi musuh-Nya. Sang Pencipta rela mati sebagai kurban demi ciptaan-Nya supaya mereka dapat ditebus melalui iman terhadap pernyataan anugerah dan belas kasihan Allah.

Yohanes 8:12, "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup."

Yohanes 12:46, "Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan."

Lukas 19:10, "Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang."

Matius 18:11-12, "Karena Anak Manusia datang untuk menyelamatkan yang hilang. Bagaimana pendapatmu? Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu?"

Lukas 9:56, "'Sebab Anak Manusia datang tidak untuk membinasakan jiwa manusia, tetapi untuk menyelamatkannya.'" [MILT]

Yohanes 3:16-17, "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia."

Yohanes 10:10, "Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan." [Hidup itu ditandai dengan cara hidup yang baru dan menghasilkan buah Roh], yaitu kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. (Galatia 5:22-23)

Yohanes 18:37-38, "Maka kata Pilatus kepada-Nya: 'Jadi Engkau adalah raja?' Jawab Yesus: 'Engkau mengatakan, bahwa Aku adalah raja. Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini, supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran; setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suara-Ku.'"

Yesus datang ke dunia karena Allah mengasihi setiap kita, yaitu orang-orang yang berada di Yerusalem, Yudea, Samaria, dan ujung-ujung bumi di sepanjang zaman. Tidak penting apa agama, budaya, dan bangsa yang menjadi latar belakang kita, Allah tetap menginginkan sebuah persekutuan dengan kita. Ia ingin agar kita mengalami belas kasihan dan pengampunan dari-Nya yang dibutuhkan agar kita dipulihkan dalam relasi kita dengan-Nya. Tuhan Allah mengirim Yesus ke dunia supaya kita beroleh keselamatan melalui pekabaran kabar baik yang dibawa-Nya.

Sekarang, inilah amanat yang diteruskan oleh Yesus kepada para murid-Nya: "... Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu." (Yohanes 20:21)

Dengan perkataan-Nya itu, Yesus meneruskan obor yang ada di tangan-Nya kepada murid-murid-Nya dan setiap orang yang percaya kepada-Nya. Kepada mereka, Yesus memberikan suatu kehormatan besar dan tanggung jawab untuk meneruskan pelayanan-Nya di dunia ini dalam memberitakan Kabar Baik. Dengan demikian, kita membawa kabar yang sama, didorong oleh kuasa Roh yang sama, dan menjalankan amanat yang sama dengan-Nya.

Yesus lahir di Betlehem untuk membawa keselamatan kepada mereka yang mau percaya kepada-Nya. Setiap kali kita mengulangi pesan itu, setiap kali kita menjalankan Amanat Agung Tuhan kita melalui pelayanan penjangkauan dan memberikan pengajaran; tak peduli kapan pun dalam sepanjang tahun, kita "merayakan Hari Natal". (t/Yudo)

Diterjemahkan dan disunting dari:

Nama situs : IFCAMedia
Alamat URL : http://ifcamedia.org/harvestfields/?p=118
Judul asli artikel : Christmas is a Great Commission Holiday
Penulis : W. W. McEad
Tanggal akses : 5 Desember 2013