Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are heree-JEMMi No.42 Vol.14/2011 / e-JEMMi No.42 Vol.14/2011

e-JEMMi No.42 Vol.14/2011


Banjar, Indonesia

Pendahuluan/Sejarah

Pantai selatan dan timur Pulau Kalimantan merupakan tempat tinggal suku Banjar, yang hidup di sepanjang pesisir sungai dari pedalaman hutan tropis yang lebat hingga ke kota-kota pesisir. Budaya Banjar mendominasi Provinsi Kalimantan Selatan, dan terdapat juga populasi Banjar yang signifikan di Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Malaysia. Meskipun mereka berasal dari kalangan Muslim yang taat beragama, orang Banjar dengan bangga menelusuri asal usul mereka dari sebuah kerajaan Hindu legendaris, yakni Negara Dipa. Identitas etnis kontemporer berkembang dari gabungan antara budaya Jawa, Melayu, dan Dayak. Melalui orang Jawa, aliran Buddha, Hindu, dan akhirnya Islam diperkenalkan di Kalimantan Selatan. Pada tahun 1526, Pangeran Samudera dari Banjar memeluk agama Islam, dan memakai nama Sultan Suriansyah sebagai suatu persyaratan untuk menerima bantuan dari tentara Jawa dalam rangka menggulingkan pamannya.

Pengantara Kita

"Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus." (1 Timotius 2:5)

Banjar, Indonesia (Editorial Edisi 42-2011)

Shalom,

Minggu ini e-JEMMi menyajikan Renungan Misi yang menarik bagi Pembaca sekalian. Anda bisa menyimak renungan tentang makna peran Kristus sebagai pengantara antara manusia dengan Allah. Karakter-Nya yang 100 persen Allah, sekaligus 100 persen manusia, menyebabkan Yesus tidak dapat disamakan dengan tokoh-tokoh sejarah dunia pada zaman apa pun.