Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are heree-JEMMI No.35 Vol.11/2008 / Cara Tuhan Memanggil Hambanya Tidak Akan Mudah Kumengerti

Cara Tuhan Memanggil Hambanya Tidak Akan Mudah Kumengerti


Salam sejahtera di dalam Kristus.

Saya ingin menuliskan sedikit tentang pelayanan sahabat karib saya yang pada tanggal 9 Agustus 2008 dipanggil Kristus Tuhan ke sisi-Nya melalui kecelakaan pesawat di Pegunungan Tolikara, Papua. (--cut--)

Pak Dave Clapper adalah seorang pilot yang berjuang mati-matian setiap hari dalam menghindari cuaca buruk dan pegunungan yang sangat rawan serta mematikan di Papua. Pada tahun 2002, organisasi misi tempat keluarga Dave melayani, menskorsing keluarga ini karena dianggap melanggar kebijakan organisasi tersebut, yaitu hidup terlalu dekat dengan penduduk Papua yang dianggap sangat berrisiko dan mengancam nyawa keluarga Dave. Organisasi ini menskorsing mereka dengan menyuruh keluarga ini pulang ke Amerika untuk mempelajari lagi budaya Asia Tenggara selama dua tahun. Keluarga ini berkunjung ke Medan dan bertemu dengan keluarga saya serta bercerita tentang segala sesuatu mengenai perbuatan Tuhan Yesus yang ajaib melalui pelayanan mereka kepada orang Papua. Keluarga Clapper memutuskan untuk terus melayani di Papua dan pindah ke organisasi misi lain yang memerlukan seorang pilot dan mengenal wilayah Papua. Pada tahun 2002, keluarga Clapper bergabung dengan Associated Mission Aviation (AMA).

Pada bulan Oktober 2005, Dave Clapper dan saya pergi ke Banda Aceh sebagai relawan (volunteers) untuk membangun rumah bagi orang Aceh di Banda Aceh. Saya tidak menduga bahwa minggu itu, pada bulan Oktober 2005, menjadi perjumpaan terakhir kami sebelum Dave Clapper menemui Tuhan Yesus Kristus sebagai Raja yang mengutusnya dan Juru Selamat yang dilayaninya sampai akhir hidupnya di Papua. Pada waktu di Banda Aceh, Dave Clapper menceritakan kepada saya bahwa Tuhan Yesus sudah dua kali melepaskan dirinya dari kecelakaan pesawat.

  1. Pada saat latihan terbang bersama seorang pilot senior di wilayah Papua. Pada waktu itu pilot senior memeragakan jika penumpang tanpa sengaja menarik tali penutup bahan bakar avtur, maka mesin pesawat harus dimatikan. Tetapi pada saat pilot senior ini menghidupkan pesawat kembali di udara, ternyata mesinnya tidak hidup. Nyawa mereka bertiga (satu pilot senior dan dua pilot junior) terancam pada hari itu. Namun Tuhan menyelamatkan mereka bertiga dan berhasil melakukan pendaratan darurat di pantai.

  2. Pada bulan April 2007, pada saat Dave "take off", tiba-tiba ban pesawat sebelah kanan mengenai batu besar dan roda gigi ban kanan pesawat patah. Jika Dave harus mendarat lagi, ada kemungkinan akan celaka. Setelah terbang di udara selama dua jam, akhirnya Dave dapat mendarat dengan selamat. Pada waktu itu saya mengatakan kepada Dave Clapper bahwa belum waktunya bagi Dave Clapper untuk menemui Bapa di Surga.

Pada tanggal 9 Agustus 2008, pukul 11:06 WIT, Dave Clapper menghadap Bapa di surga setelah pesawat yang diterbangkannya seorang diri menabrak sebuah pohon di Gunung Tolikara. Sebelumnya, David (48 tahun) meminta kepada istri dan keluarga besarnya, jika nanti ia dipanggil Tuhan, ia ingin dimakamkan di Papua, tepatnya di pekuburan Lasagna, Wamena.

Sesudah saya mendengar kecelakaan pesawat yang menimpa Dave Clapper, saya membaca firman Tuhan di Kejadian 12 sampai 15, di mana Abram dipanggil oleh Allah meninggalkan tanah Ur-Kasdim yang pada zaman itu sudah begitu maju, dan Abram bersedia meninggalkan semua keindahan dan kemajuan teknologi. Hal tersebut sama seperti David Craig Clapper yang dengan rela hati meninggalkan Pennsylvania, Amerika Serikat, bersama keluarganya demi orang Indonesia yang sangat dia dan keluarganya kasihi. Saya percaya bahwa janji Tuhan kepada keluarga dan keturunan Pak David akan tergenapi. Tuhan Yesus Kristus memberkati kita semua.

Kiriman dari: Samuel Situmorang <samuelmsit(at)xxxx>

e-JEMMi 35/2008