Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

You are hererenungan / Resolusi Tahun Ini: Start Strong, Finish Strong

Resolusi Tahun Ini: Start Strong, Finish Strong


By suwandisetiawan - Posted on 11 May 2019

Pertanyaan “Apa resolusi Anda?” lebih sering terdengar pada awal tahun. Namun, mungkin ada di antara kita yang baru memulai langkah-langkah untuk mewujudkannya, atau bahkan baru menemukan resolusi itu sekarang.

“Wah, apakah itu berarti saya terlambat?”

Jangan khawatir. Resolusi itu sifatnya pribadi, jadi tak mesti ditetapkan atau dimulai pada bulan Januari. Rencana tahunan kita bisa dimulai pada Februari, April, atau bulan-bulan lainnya; yang penting jangka waktunya diakhiri di bulan yang sama tahun berikut.

Bagi yang sudah punya atau baru punya resolusi, yuk, kita sama-sama start strong, supaya di akhir tahun rencana nanti bisa finish strong juga. Berikut tiga hal yang dibutuhkan untuk mencapai resolusi kita:

1. Focus

Anda mungkin pernah dengar teori bahwa cahaya matahari yang difokuskan ke satu titik pada lensa cembung dapat membakar kertas. Ya, sedemikian efektifnya mekanisme konsentrasi panas surya ini, penerapannya digunakan dalam skala besar oleh berbagai industri, termasuk pembangkit tenaga listrik. Luar biasa, bukan, kekuatan fokus itu?

Untuk mencapai resolusi, kita juga memerlukan fokus. Lantas, apakah fokus itu berarti kita hanya boleh mengerjakan satu hal saja seumur hidup?

Jika itu pengertiannya, maka tak ada seorang pun yang sanggup berfokus, karena dalam hidup, mau tak mau kita memegang beberapa peran sekaligus.

Contohnya, seorang wanita karier yang sudah berkeluarga. Di kantor, ia berperan sebagai karyawan. Di rumah, sebagai istri dan ibu. Dalam hubungannya dengan orang tua, ia adalah anak. Di dalam gereja, ia menjadi jemaat. Jika ia bergabung dengan sebuah klub, ia mungkin menjalani kapasitas sebagai anggota, bendahara, atau ketua.

Fokus bukan berarti kita hanya boleh melakukan satu hal saja. Setiap peran yang kita jalani dalam hidup memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing. Fokus berarti menaruh dan memusatkan seluruh pikiran, jiwa, dan raga pada apa yang sedang kita lakukan. Jadi, kalau Anda bersaat teduh, tetapi pikiran Anda melayang ke mana-mana, itu namanya tidak fokus.

Semakin sedikit peran yang Anda jalankan, akan semakin maksimal hasil dari apa yang Anda kerjakan. Semakin dekat pula Anda dengan pencapaian resolusi. Di sisi lain, terlalu banyak peran atau kegiatan akan membuat fokus Anda terpecah.
Distracted people don’t accomplish anything

Salah satu musuh terbesar fokus adalah distraction (pengalih perhatian). Distraction setiap orang berbeda-beda. Cari tahu apa yang menjadi distraction Anda. Apakah itu gengsi? Ketakutan? Kekhawatiran? Zona nyaman? Akun-akun media sosial yang mesti dicek setiap jam? Terlalu banyak hal yang dikerjakan bersamaan? Teman-teman Anda? Sibuk membalas chatting?

“Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.” – Filipi 3:13-14

Sudahkah Anda fokus terhadap resolusi Anda? Atau, Anda teralihkan oleh apa yang membuat Anda lebih lambat atau lebih jauh mencapai tujuan?

Tinggalkan hal-hal yang menghalangi Anda untuk maju, dan berlarilah menuju tujuan Anda secepat mungkin. Fokuslah pada resolusi Anda, seperti lensa yang menyalurkan panas matahari menjadi api.

2. Plan – Do – Evaluate

Plan – Do – Evaluate adalah siklus yang perlu Anda lalui untuk mencapai resolusi. Kenapa siklus? Karena, Anda memulainya dari perencanaan (plan), tindakan (do), dan evaluasi (evaluate), lalu kembali ke awal dengan rencana yang lebih baik setelah melakukan evaluasi. Dengan demikian, Anda tidak terjebak dalam rutinitas yang terlihat sibuk tapi sebenarnya kurang efektif untuk mencapai tujuan.

Ketiga hal itu adalah siklus, jadi tidak boleh ada yang terlewatkan. Jangan hanya menjalankan salah satu atau sebagian saja. Banyak orang terus berencana, tapi tidak pernah bertindak. Ada juga yang terus bertindak, tapi tak pernah membuat rencana dan mengevaluasi; tentu risikonya akan lebih besar. Atau, ada yang sudah evaluasi, tapi rencana berikutnya tetap itu-itu saja. Tidak heran hasilnya juga sama saja.

Jawab Yesus kepada mereka: “Pergilah dan katakanlah kepada si serigala itu: Aku mengusir setan dan menyembuhkan orang, pada hari ini dan besok, dan pada hari yang ketiga Aku akan selesai.” – Lukas 13:32

Kita tahu Yesus adalah seseorang yang berhasil dalam hidup-Nya. Dia memulai resolusi Allah 2000 tahun lalu seorang diri, dilanjutkan dengan berjuang bersama ke-12 murid-Nya. Tiga tahun saja Dia produktif bekerja, tetapi buah pekerjaan-Nya dapat kita rasakan hingga hari ini, meskipun secara fisik Dia tidak lagi bersama kita.

Yesus merencanakan dan melakukan dengan baik setiap tugas-Nya dalam timeframe yang sudah ditentukan, lalu memastikan semua berjalan sesuai rencana. Karena itulah, perjalanan-Nya sebagai manusia tidak pernah gagal. Belajarlah dari Yesus.

3. Be Consistent

Dalam perjalanan mencapai resolusi, ada saja halangan dan rintangan yang kita hadapi. Namun, kita perlu tetap konsisten. Apa pun yang terjadi, kita tetap harus melangkah maju.

Agar dapat konsisten, selalu ingat tiga hal berikut:

Commitment
Discipline
No Excuses

Ketika didengarnya, bahwa itu adalah Yesus orang Nazaret, mulailah ia berseru: “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!” Banyak orang menegornya supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru: “Anak Daud, kasihanilah aku!” Lalu Yesus berhenti dan berkata: “Panggillah dia!” Mereka memanggil orang buta itu dan berkata kepadanya: “Kuatkan hatimu, berdirilah, Ia memanggil engkau.” – Markus 10:47-49

Mukjizat Yesus untuk si buta Bartimeus (Markus 10:42-52) merupakan salah satu kisah inspirasional tentang kegigihan. Bayangkan jika Bartimeus berhenti memanggil Yesus, entah karena lelah berteriak, atau mundur karena orang-orang menyuruhnya diam. Akankah ia melihat kembali?

Ada saat-saat ketika kita ingin berhenti saja di tengah jalan. Barangkali perjuangan kita begitu sulit, banyak tantangan, atau karena tidak ada dukungan dari orang-orang sekitar. Ini perasaan yang wajar dan manusiawi. Namun, jika Anda sudah bertekad bulat untuk menyelesaikannya, lakukanlah sampai selesai. Don’t stop when it hurts, stop when it’s done.
Apa yang selama ini membuat resolusi Anda pupus di tengah jalan? Mungkinkah karena Anda kurang konsisten? Kurang disiplin? Terlalu banyak dalih untuk menunda?

Bisa jadi Anda gagal mencapai tujuan bukan karena tidak mampu, melainkan karena terhalang oleh diri sendiri. Jadi, milikilah komitmen, disiplin, serta jangan mencari-cari alasan untuk menunda atau menyabotase tujuan Anda sendiri.

So, siapkah Anda mengakhiri tahun ini dengan penuh kemenangan? Mari berjuang mencapai resolusi kita masing-masing. Dengan fokus, melakukan siklus yang benar (plan-do-evaluate), serta terus konsisten, niscaya kita dapat mencapai hasil akhir yang luar biasa.

Semangat, dan good luck buat kita semua!

Source : https://gkdi.org/blog/resolusi/

Tags