Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

You are hererenungan / Bijak dengan Waktu: Jadikan Setiap Saatmu Berharga

Bijak dengan Waktu: Jadikan Setiap Saatmu Berharga


By suwandisetiawan - Posted on 04 April 2019

Orang paling kaya dan orang paling miskin sama-sama memiliki 24 jam sehari. Begitu pula dengan waktu untuk orang sehat dan sakit, orang paling bahagia dan yang merasa paling susah.

Jadi, kenapa kita sering merasa waktu kita tidak cukup untuk melakukan ini-itu? Atau, sebaliknya, kita memboroskan waktu untuk melakukan hal-hal sepele atau yang tidak berfaedah bagi diri kita?

Bagaimana agar kita lebih bijaksana menggunakan setiap saat yang Tuhan berikan dalam hidup kita?

Making the Most of Your Opportunities

Masalah kita sebenarnya bukanlah tentang kekurangan waktu, melainkan pada pengelolaan waktu.

Paulus menulis kepada jemaat Kolose: “Hiduplah dengan penuh hikmat terhadap orang-orang luar, pergunakanlah waktu yang ada.” – Kolose 4:5. Dalam New English Translation, ayat tersebut diterjemahkan sebagai, “Conduct yourselves with wisdom toward outsiders, making the most of the opportunities.”

Artinya, dalam setiap tindakan kita, termasuk dalam interaksi dengan sesama di luar Gereja, kita perlu memerhatikan penggunaan waktu. Gunakan setiap kesempatan pergaulan kita dengan orang lain sebaik mungkin. Waktu kita tidak banyak, tetapi sering kali kita menghamburkannya untuk hal yang kurang bermanfaat bagi pertumbuhan Kerajaan Allah.

Dalam versi King James, kata yang dipakai adalah redeeming the time (menebus waktu). Begitu banyak waktu kita yang hilang dengan mubazir. Jadi, sekarang bukan lagi saatnya berleha-leha. Kita diharapkan melakukan usaha dobel, bahkan tripel dalam memanfaatkan waktu dan membayar kesempatan yang disia-siakan di masa lalu.

Saya pribadi menyadari ada banyak waktu yang mestinya dapat saya gunakan untuk memenangkan jiwa tetapi dilewatkan begitu saja. Mari kita perlakukan waktu yang Tuhan berikan dengan lebih serius. Hendaknya kita memakai setiap kesempatan interaksi dengan pribadi-pribadi lain untuk mengabarkan Injil Kristus.
Ingatlah tiga hal ini agar kita lebih menghargai waktu:

1.Ukuran Waktu Adalah Jiwa

Sebagai murid Yesus, muara dari seluruh aspek kehidupan kita adalah menggenapi amanat agung-Nya (Matius 28:19). Janganlah kita mengukur waktu berdasarkan uang. Ukuran kita adalah jiwa yang dimenangkan. Dan, pemenangan jiwa yang otentik selalu dilakukan oleh orang yang jiwanya berkelimpahan di dalam Kristus.

Apa pun karunia pelayanan yang kita miliki, kita tetap perlu menjalankan amanat agung tersebut. Siapa yang sudah kita tuntun kepada Yesus? Sudahkah kita mengabarkan Injil Kristus kepada sesama lewat perbuatan kita sehari-hari? Untuk melakukannya, apakah jiwa kita sendiri sudah melimpah dengan kasih-Nya?

2.Atur Waktu untuk Mengatur Waktu

Waktu tidak bisa ditabung atau ditumpuk. Apa yang sudah berlalu tidak dapat kita tarik kembali. Dan, waktu yang tak direncanakan dengan baik akan menguap begitu saja, tanpa membawa kita lebih dekat kepada tujuan Kristus.

Di sisi lain, kelebihan orang yang memenangkan jiwa-jiwa, yang imannya terus bertumbuh dan mampu mencapai banyak hal, adalah pada pengaturan waktu dan realisasinya.

Mari bangun kebiasaan untuk mengatur waktu. Apakah kita sudah menyusun rencana sebelum hari dimulai? Pastikan hari ini, minggu ini, bulan ini, tahun ini, kita punya perencanaan untuk waktu kita.

3.Evaluasi dan Kreatif Menggunakan Waktu

Ada jiwa yang butuh waktu lama hingga dapat dituai bagi Kristus, tetapi ada pula yang bisa sangat cepat. Selain butuh hikmat untuk membedakannya, kita juga perlu mengevaluasi cara interaksi kita dengan sesama dan bagaimana distribusi waktunya.

Renungkanlah, kalau perlu tuliskan, adakah hal yang harus kita lakukan secara berbeda besok dan seterusnya? Jiwa seperti apa yang kita mesti bawa ke dalam Kerajaan Allah? Tuhan Yesus selalu intensional (melandaskan tindakan dengan niat) dalam segala hal yang Dia kerjakan. Jadilah seorang yang intensional juga seperti Yesus.

Semoga tiga hal di atas dapat membantu kita bersikap lebih bijaksana terhadap setiap kesempatan dalam hidup untuk membawa orang lain kepada keselamatan.

Marilah berdoa: Bapa, ajari kami untuk melihat betapa berharganya waktu kami hari ini dari sudut pandang kerajaan Allah. Waktu yang kami miliki bernilai untuk kekekalan. Bantulah kami menggunakannya dengan penuh hikmat. Amin.

Source : https://gkdi.org/blog/bijak-dengan-waktu/

Tags