Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are hereAsia Utara dan Pasifik

Asia Utara dan Pasifik


Korea Utara

Korea Utara (23 juta), Ibukota Pyongyang (2,7 juta). Agama: Non-agama 64,3%, yang lain 18%, Animisme 16%, Kristen (secara diam-diam) 1,7%. Berseru kepada TUHAN! Jangan berhenti! Masyarakat dan orang Kristen menderita dalam regim yang buas dan tidak ada berbelaskasihan.

Mongolia

Mongolia (2,6 juta), Ibukota Ulaanbaatar (0.8 juta), agama: 90% Aliran Bon dalam Buddha-Lamaisme dan Shamaisme 50%, Ateis 40%, Kristen 0,7%, (20.000 orang). Secara agama hubungan dengan Tibet. Suku-suku: Khalka (80%), Oirat, Durbet, Bait, Olot, Darkhat, Kazakhi, dan Uighur.

RRC

RRC, (1,3 milyard), Ibukota Beijing (12 juta), Shanghai (13,4 juta), agama: ateis 59.\,1%, agama-agama tradisional 17%, Buddha 8% (bertambah terus), Animisme 2,4%, Islam 2,4%, Katolik 1%, Kristen 9% (kira-kira 120 juta). Sayang, aliran bidat juga berkembang.

Meskipun tekanan terhadap orang Kristen sudah berkurang dan orang Kristen sering dibiarkan berkembang, tetapi ini tidak berarti bahwa tidak ada kesulitan lagi buat orang Kristen. Sampai kini: ada yang ditahan dengan tuduhan yang tidak-tidak, literatur dan Alkitab masih kurang, karena sangat terbatas yang dicetak dalam negeri, kegiatan orang Kristen diawasi dan sekali-kali dilarang oleh polisi rahasia.

Daerah Otonomi Guangxi memiliki 28 kelompok etnik minoritas dan 26 di antaranya belum terjangkau. Berdoalah agar semakin banyak umat Kristen yang memiliki panggilan untuk datang dan membawa Kabar Baik ke daerah ini.

Di negara ini ada 500 juta anak dan pemuda di bawah 18 tahun, mereka merupakan masa depan negara ini. Tetapi mereka sulit dijangkau dengan Injil, karena ada kekurangan Youth worker dan guru sekolah minggu. Juga buku khusus untuk anak dan pemuda/i kurang ada. Jumlah orang Kristen sangat tinggi dan jumlah ini makin menambah, tetapi produksi Alkitab dalam negeri sangat terbatas dan tidak sesuai kebutuhan. Selain untuk orang Kristen juga diperlukan Alkitab untuk masyarakat umum, agar mereka bisa mempelajari Firman TUHAN untuk mereka sendiri. Syukurlah bahwa Alkitab, buku-buku Kristen, juga buku nyanyian bisa dimasukkan secara ilegal, tetapi jumlah masih terbatas. Semua usaha ini tidak pernah cukup. Sangat diperlukan buku-buku Kristen, buku-buku nyanyian, komentari Alkitab, dan bahan-bahan lain untuk mempelajari Firman lebih dalam, khusus untuk mereka yang membawa Firman TUHAN di dalam pertemuan dan jemaat Kristen.

Suku Hui beragama Islam (12 juta orang) merupakan pedagang yang terkenal. Sebenarnya, karena minat mereka dalam bisnis yang menguntungkan yang membuat mereka tersebar di seluruh China. Namun, untuk memelihara kesucian agama dan identitas kelompok, Hui selalu tetap terpisah secara sosial. Hanya sedikit di antara mereka sudah menjadi Kristen. Ada pelayanan perintisan antara mereka

<http://id.etnopedia.org/wiki/index.php/Hui>.

Tibet

Tibet (2.7 juta), Ibukota Lhasa (0,2 juta), Agama: Buddha-Lamaisme, 80%, Kristen 0,2%, Ateis. Di antara suku-suku Tibet Injil diberitakan secara dari orang ke orang. Selama musim panas lebih gampang mengunjungi orang Tibet daerah pegunungan. Mereka perlu dilepaskan dari kuasa gelap.

Hong Kong

Hong Kong (6,9 juta), Agama: agama China 67%, tanpa agama 18%, Kristen 10%, Muslim 1,5%. Kel. Pdt. AI (YPPII), pelayanan perintisan, penggembalaan, dan penginjilan di GMKIH di Hong Kong dan di cabang di Macau. Kelompok pemuridan dengan 7 orang berjalan untuk persiapan baptisan kudus. Beberapa gereja local HK terbuka untuk PI terhadap orang Indonesia yang tinggal di HK. Kel. Pdt. JK. dan Saudara SM (CTN), melayani Gereja Misi Indonesia Hong Kong (GMIH), Jemaat bertumbuh dan berkembang dengan baik <http://www.imcmedia.org>.

Tuhan terus bekerja baik pelayanan di Hong Kong maupun pelayanan di "dalam". Doakan, belakangan ini kami mengembangkan pelayanan melalui media: Internet Radio dan Website.

Taiwan

Taiwan (23 juta), Ibukota Taipei (2.6 juta), agama China 68%, tanpa agama 25%, Kristen 3%, Ka-tolik 1%. Sampai kini belum ada kemajuan dalam pembentukan jemaat-jemaat baru di antara orang China. Sdr. Robert Cahyono, OM Indonesia, melayani dengan OM Taiwan dan memberitakan Injil di situ.