Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are hereAsia Selatan dan Tenggara

Asia Selatan dan Tenggara


Asia Tengah

Ada gerakan doa syafaat dari "Gerakan Ethnê ke Ethnê" buat suku-suku terabaikan di Asia Tenggara, pada bulan Juni 08. Info: asianrd@sr21.com - www.ethne.net - www.gcni.org/pray40.

Afganistan

Afghanistan (30 juta), Ibukota Kabul (3 juta). Agama Islam secara radikal, tidak ada satu agama lain yang diizinkan. Sayang, tetap terus-menerus ada kekerasan, tembak-menembak, dan pemboman.

Pakistan

Pakistan (160 juta), Ibukota Islamabad (0,9 juta), agama: Islam 97%, Hindu 1,5%, Katolik 0,5%, Kristen 1%. Negara ini tetap memerlukan doa kita, secara politik tetap labil, banyak orang fanatik yang mengganggu ketertiban dalam masyarakat. Banyak suku belum pernah sempat mendengar Injil, sulit memberitakan Injil, karena ada banyak kuasa yang mau menghalangi pemberitaan ini.

India

India (1,2 milyard), Ibukota Delhi (11 juta), Agama: Hindu 81%, Islam 13%, Budhis 0,8%, Sikh 1,1%, Katolik 1%, Kristen 1,5%, dll. Berita dari India: Jangan berhenti berdoa: Tetap setiap hari ada orang Kristen yang diserang, rumah orang Kristen terbakar atau fasilitas Kristen dirusak oleh orang fanatik yang mau membebaskan India dari ke-Kristenan, orang Kristen dipaksakan masuk agama Hindu, ada juga orang Kristen yang dibunuh. Hampir tidak ada perlindungan dari polisi, malah sekali-kali mereka membantu orang fanatik. Perlu ketabahan.

India

Jemaat-jemaat mengutus berbagai tim pemberitaan Injil ke daerah-daerah terpencil untuk mendirikan dan merintis jemaat-jemaat baru. Di India ada banyak bahasa: Tahun ini Rekaman Injil India mau merekam 30 bahasa baru, sebenarnya masih 20 tenaga perekam diperlukan, agar semua bahasa di India mendapat cerita Injil dalam kaset. Karena banyak orang tidak bisa membaca, mereka bisa mendengar Injil lewat kaset. Daftar bahasa di India: http://globalrecordings.net/en/country/IN.

Mumbai dan Pune

Doakan penginjilan dan perintisan jemaat baru di daerah-daerah kumuh di Mumbai dan di Pune oleh Friendship Center India yang dipimpin oleh Bapak & Ibu Pdt. J. & P. Gladstone, (YPPII), www.friendshipcentre.org. Jemaat-jemaat tetap bertumbuh, meskipun ada banyak tekanan dari luar dan fasilitas kurang. Dua asrama untuk anak-anak yang terlantar, dengan 48 puteri dan 22 putra.

Myammar

Myanmar (49,8 juta), Ibukota Naypyidaw, kota besar: Yangon (5 juta), agama: Budhis 83%, Kristen 7%, Katolik 1%, Islam 3,8%. Pemerintahan militer sebelum mengambil satu keputusan mencari petunjuk dari dukun, khusus dari ahli nujum. Lewat badai Cyclone Nargis puluhan ribu, mungkin 100.000+ orang menjadi korban jiwa, dua juta orang kehilangan tempat tinggalnya, barang miliknya dan ladangnya rusak, sebagian mereka juga luka. Pemerintah lambat betul untuk membantu manusia menderita, karena mereka tidak mempunyai fasilitas dan mampu untuk membantu penduduk sendiri sesudah satu musibah ini. Tetapi mereka menghalangi tenaga ahli dari luar negeri untuk membantu masyarakat yang menderita. Meskipun kehidupan orang Kristen sangat susah, mereka terjun untuk membantu, juga orang Myanmar dari luar negeri pulang dengan bantuan, karena mereka warga negara, mereka bisa pergi ke tempat-tempat yang susah.

Satu masalah besar dalam negara ini: Militer Myanmar mencari desa-desa orang Karen di hutan, di pegunungan dan lereng, kalau diketemukan, rumah dan ladang mereka dihancurkan. Penduduk kalau tidak sempat melarikan diri disiksa, malah ada yang dibunuh. Militer menanam ranjau darat di ladang orang, agar mereka tidak bisa pulang ke desa mereka. Setiap tahun 1,500 orang menjadi korban ranjau. Tolong berdoa untuk perlindungan dan damai di daerah hutan buat orang Karen, yang biasanya Kristen. Dalam beberapa tahun ini karena kerusuhan, perang saudara, dan tindakan brutal milisi Budhis dan militer satu juta orang mengungsi di Myanmar dari satu tempat di hutan ke tempat lain, terus-menerus dalam ketakutan, satu juta orang lari ke Thailand. Masalah rohani adalah, karena orang Karen sudah menderita luar biasa, mereka penuh dengan kebencian dan rasa dendam, meskipun mereka Kristen. Kaset cerita Injil sudah dibagikan: Kanpetlet Cho, Dai Chin, Chinbon and Yindu Dai. Rekaman Injil Myanmar mau merekam paling sedikit 10 bahasa baru. Daftar bahasa bisa melihat: http://www.ethnologue.com/show_country.asp?name=Myanmar

Kamboja

Kamboja (14,8 juta), Ibukota Phnom Penh (1,5 juta), agama Budhis 85%, Animis 4,3%, Islam 3,9%, Kristen 400 000. Orang Vietnam yang hidup di negara ini dan biasanya mencari ikan di sungai Mekong, tetapi masa kini ikan hampir tidak ada lagi, karena itu keluarga-keluarga berhutang yang tidak bisa dilunasi. Orang tua menjadi pekerja paksa sebagai membayaran hutang, anak-anak mereka dijual ke Phnom Penh untuk bekerja di bar-bar. Penderitaan luar biasa besar. Kel. Heryanto & Susie, Navigator, sedang cuti di Indonesia, mereka akan kembali pada bulan September. Ibunya dari Pak Hery perlu perhatikan khusus, Pak Hery sering bolak balik mengunjungi ibunya. Ibu Susie ada masalah di kantong empedu, doakan cara pengobatan untuk seterusnya. Kel. Suyatno, Navigator, bisa berinteraksi dengan orang Kamboja dan beritakan Injil kepada mereka di Waroeng Bengawan Solo. Sdr. Heru ikut membantu dalam pelayanan di warung ini.

Pilipina

Pilipina (87 juta), Ibukota Manila (1,7 juta), agama: Katolik 83%, Islam 8%, Protestant 7,5%, dll. Kel. Pdt. Mekkie Famdale, YPPII, memimpin GKI-P di Manila, anggota jemaat terutama mahasiswa Indonesia yang studi di Manila. Di samping ini mereka melayani di antara anak-anak muda dari Indonesian Christian Community dan mengunjungi orang Bajau, kira-kira 2-3 jam bis dari Manila. Ibu sempat melayani di penjara wanita. Ibu Ria Zebua, OMF, melayani di antara orang Manobo yang Animis di Upper Langilan/Davao del Norte. Ia sudah mendirikan tiga sekolah umum non-formal, agar anak-anak mendapat pendidikan. Para guru dilatih dan dimuridkan. Dengan memutarkan film Kristen dan pendidikan masyarakat mengerti siapa Kristus. Tuhan memberkati pelayanan ini bersama satu tim orang Kristen Pilipina. Ada orang Manobo yang dahulu biasanya pemabuk dan pengacau, sekarang sudah menjadi pembina dalam masyarakat. Firman Tuhan telah mengubah mereka. Urgen berdoalah, agar tenaga baru dipanggil. Bck sedang cuti di Indonesia, ada berbagai urusan. Jangan berhenti mendoakan orang Sama, agar mereka mengerti, siapa Yesus Kristus!

Thailand

Thailand (66,2 juta), Ibukota Bangkok (7 juta), agama: Budhis 92%, Islam 4%, Kristen 1,6%. Di bagian Selatan tinggal orang Melayu yang beragama Islam. Di bagian Selatan belum ada satu perbaikan tentang masalah keamanan, seterusnya hampir setiap hari ada bunuh-membunuh secara brutal. Di daerah ini Injil tetap diberitakan, meskipun ada kerusuhan yang berdarah. Kel. Nara bersyukur kepada TUHAN atas semua perlindungan di tengah-tengah kekurangamanan. Mereka membina orang Kristen yang tinggal berjauhan dan bergaul luas dengan masyarakat setempat, Pak Nara duduk di warung-warung untuk membicarakan hal rohani dengan orang. Orang senang, kalau ia datang. Juga Ibu Nara mempunyai pergaulan yang luas di antara ibu-ibu. Rekaman Injil Thailand sudah berkunjung ke Vietnam dan Cambodia, ada cukup banyak kesempatan untuk bersaksi.

Timor Leste

Timor Leste (1 juta), Ibukota Dili (50 ribu). Agama: Katolik 90%, Kristen 4%, Islam 1%. Sebagian besar orang Katolik lebih yakin dengan roh-roh arwah daripada Allah. Sesudah dua bulan pengobatan di Australia presiden negara ini sesudah ditembak oleh pemberontak sudah kembali di Dili. Kakak Thelly melayani dalam Esperanca Projekt bersama Tim WEC. Di dalam proyek ini dilayani anak-anak dan pemuda/i. Beberapa masalah besar yang belum diatasi, yang juga mengganggu pelayanan di proyek: politik tidak stabil, pengangguran besar, khusus anak muda, maling dan kekerasan. Keadaan kurang aman, para pelayan memerlukan perlindungan dari TUHAN.

Malaysia

Malaysia (27 juta), Ibukota Kuala Lumpur (2,2 juta), agama: Islam 55%, Budhis 29%, Hindu 7%, Kristen 4%, Katolik 3,5%. 61% dari penduduk adalah orang Melayu. Doakan Kel. Sim memimpin dua jemaat, Gereja Injili berbahasa Indonesia dan SIB-Petaling Jaya. Doakan pelayanan, agar kedua jemaat terus tumbuh, tambah dan menjadi misioner. Kel. Pdt. Seken Bangun menjangkaui orang yang berbagai bangsa di Kota Sandakan. Kel. Pabian-Melisa berbeban untuk menjangkau suku-suku terabaikan di V. Mereka tetap belajar bahasa V., selain berbagai pelayanan.