Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

You are hereArtikel / Alat Apologetika yang Paling Efektif di Dunia

Alat Apologetika yang Paling Efektif di Dunia


By admin - Posted on 07 May 2018

Sebagian besar orang tidak merasa perlu untuk bergumul seperti Descartes tentang bagaimana mereka bisa yakin bahwa mereka ada. Dan, sebagian besar tidak meragukan keberadaan matahari. Hal-hal ini adalah jelas dan terbukti nyata dengan sendirinya ketika seseorang melihat hal-hal tersebut.

Dan, demikian pula halnya dengan Yesus Kristus. Dia adalah yang ada sebelum siapa pun (Yohanes 8:58). Dia adalah “surya pagi dari tempat yang tinggi” (Lukas 1:78). Dia adalah Realitas yang paling terbukti nyata yang ada. Ketika orang-orang melihat Dia, mereka tahu siapa Dia.

Perlengkapan Apologetika yang Terhebat

Saya bersyukur sedalam-dalamnya kepada Tuhan untuk ahli apologetika seperti C.S. Lewis, Ravi Zacharias, William Lane Craig, dan banyak lainnya seperti mereka.

Allah memberikan mereka kepada gereja untuk “mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah” (2 Korintus 10:5). Dan, Dia memakai mereka untuk mendorong dan membangun orang Kristen lainnya dalam iman dan untuk menolong orang bukan Kristen melihat Yesus sebagaimana Dia sesungguhnya supaya menjadi Kristen.

Namun, Anda tidak harus menjadi cerdas untuk menunjukkan kepada orang-orang siapa sesungguhnya Yesus. Sebagian besar orang tidak menjadi percaya kepada Kristus melalui argumen-argumen yang "njlimet" dari para filsuf atau teolog-teolog berperingkat atas, tetapi melalui orang biasa yang dengan setia menunjukkan Yesus yang sangat luar biasa sebagaimana Dia menyatakan diri-Nya sendiri di dalam Kitab Suci.

Alkitab itu sendiri merupakan alat apologetika terhebat yang ada di dunia. Sebab itu, semakin banyak orang yang menjadi tahu dan mengasihi Yesus Kristus hanya dengan membaca Alkitab dibandingkan hal lainnya.

Hati Diciptakan untuk Kemuliaan sebagaimana Dinyatakan Alkitab

Dan, itu adalah karena, seperti yang dikatakan oleh John Piper,

"Terdapat sebuah tempat dalam hati manusia yang diciptakan Allah untuk siap menerima kepastian kemuliaan ilahi [Yesus] yang terbukti nyata. Kita diciptakan untuk mengenal dan menikmati pribadi ini, Yesus Kristus, inkarnasi Allah yang mahamulia menjadi manusia yang rendah. Kita bisa merasakannya dalam kelelahan kita atau dalam mimpi-mimpi kita yang global. Akan tetapi, kita tahu. Itu tertulis dalam hati kita." (A Peculiar Glory, 224)

Apa yang terjadi ketika orang-orang membaca Alkitab dan diubah secara radikal menjadi para pengikut Yesus adalah bahwa mereka berjumpa dengan Dia. Mereka melihat Dia dengan mata yang sesungguhnya, di mana mata kita adalah tiruan dan bayang-bayang. Paulus menyebut mata kita “mata hati” (Efesus 1:18) atau mata pikiran (2 Korintus 4:4). Ini adalah mata yang dirancang untuk melihat realitas, yang kita sebut kebenaran. Dan, entah mata itu melihat kebenaran atau tidak, jika dewa dari dunia ini memiliki caranya, mereka hanyalah melihat yang tiruan yang dianggap sebagai kebenaran:

"Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa, yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah." (2 Korintus 4:3-4)

Yesus adalah kebenaran (Yohanes 14:6), dan karena itu juga maka Dia disebut sebagai Firman (Yohanes 1:1) dan terang dunia (Yohanes 1:5). Namun, melihat Yesus dengan mata yang sesungguhnya hanya terjadi ketika orang-orang melihat Dia dalam (atau melalui) kebenaran yang Dia sampaikan – “cahaya Injil”.

Itulah sebabnya, pendekatan apologetika paling efektif yang bisa kita gunakan adalah seperti yang Filipus gunakan saat menghadapi skeptisisme Natanael: ”Mari dan lihatlah!” (Yohanes 1:46). Lebih dari apa pun yang lain, kita ingin mengajak orang-orang kepada pewahyuan Yesus Kristus dalam Alkitab yang terbukti nyata. Kita ingin menolong mereka melihat ke Kitab itu. Dan, itu adalah karena,

"Inti dari kemuliaan Allah, seperti yang diwahyukan-Nya di dalam Kitab Suci, adalah bagaimana keagungan-Nya diekspresikan melalui kelemahlembutan-Nya. Saya menyebut ini penyejajaran Allah yang bersifat paradoks dari sifat-sifat yang sepertinya bertolak belakang. Jonathan Edwards menyebutnya 'penghubung yang mengagumkan dari kualitas-kualitas tinggi yang beraneka ragam'. Pola penyataan diri Allah dalam kegagahan dan kekuatan seperti singa ini bersamaan dengan kelemahlembutan dan melayani yang seperti domba ditemukan dalam seluruh Alkitab dan mencapai klimaksnya dalam pribadi dan karya Yesus Kristus ketika mati dan bangkit bagi orang-orang berdosa." (A Peculiar Glory, hal. 225-226)

Kemuliaan kekuatan Allah yang paling agung dan kelemahlembutan-Nya yang paling rendah hati, itu semua sesuai dengan tempat yang Allah rancang dalam hati manusia. Dan, ketika orang-orang melihat ke dalam Kitab itu, jika Tuhan menganugerahkan penglihatan dalam mata hati mereka, itulah yang akan mereka lihat terungkap di sana. Mereka akan menemukan Dia, yang untuk-Nya, mereka dirancang untuk mengenal dan mengasihi Dia, lebih dari apa pun yang lain.

Bantu Mereka Melihat pada Kitab Itu

Tidak ada satu pun dari hal ini yang mengurangi nilai dari karya brilian dari para ahli apologetika dan cendekiawan Kristen. Allah membangkitkan mereka untuk “mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus” (Yudas 1:3) dan tentu saja memakai mereka untuk memperlengkapi dan menguatkan orang-orang kudus.

Akan tetapi, ini adalah dorongan yang sederhana bagi kita untuk tidak merendahkan kekuatan dari Alkitab. Bagi kita yang tidak kekal, sangatlah menggoda untuk mengira bahwa kita perlu menghadiri lebih banyak seminar, kelas-kelas pembinaan, atau konferensi. Atau, kita perlu membaca lebih banyak buku apologetika atau penginjilan sebelum kita siap untuk menyaksikan iman kita. Hal-hal ini bisa bermanfaat, tetapi kekuatan untuk menolong orang agar benar-benar melihat Yesus bukan terletak pada teknik, atau pengetahuan budaya, atau berdebat dari sisi sejarah dan logika. Hal itu terletak di dalam Alkitab.

Yang benar-benar kita butuhkan adalah keyakinan di dalam Alkitab. Itu adalah pewahyuan Allah di dalam Kristus Yesus yang terbukti nyata, yang diinspirasi Roh Kudus, yang dibentuk Roh Kudus, dan yang dipelihara Roh Kudus. Ini adalah Kitab yang paling berpengaruh sepanjang masa, alat yang paling efektif di dunia, dan sebagian besar orang Kristen di dunia telah melihat kemuliaan Yesus di dalamnya karena beberapa orang biasa yang setia menunjukkannya kepada mereka.

Dan, Allah menyukai cara itu. Dia suka menunjukkan kuasa-Nya dengan memilih orang-orang yang lemah dan bodoh, seperti Anda dan saya, untuk menunjukkan Dia kepada orang lain (1 Korintus 1:26-29). Jadi, majulah melangkah dengan iman. Tunjukkan kepada seseorang sumber segala keindahan itu. Bantulah mereka untuk melihat ke Kitab yang luar biasa itu. (t/Jing-Jing)

Download Audio

Diterjemahkan dari:
Nama situs : Desiring God
URL : https://www.desiringgod.org/articles/the-most-powerful-apologetic-tool-in-the-world
Judul asli artikel : The Most Powerful Apologetic Tool in The World
Penulis Artikel : Jon Bloom
Tanggal akses : 4 Januari 2018