Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are hereArtikel Misi / Apa yang Terjadi Ketika Kita Mengundang Yesus Menjadi Juru Selamat Kita?

Apa yang Terjadi Ketika Kita Mengundang Yesus Menjadi Juru Selamat Kita?


Bacaan Alkitab: Yoh. 3:1-18

Renungan:

Dulu, dulu sekali sebelum kamu lahir, jutaan tahun yang lalu, Allah sudah tahu bahwa kamu akan lahir dan Dia mengasihimu. Selama masa itu, Dia selalu memikirkanmu selama bertahun-tahun dan menunggu waktu yang tepat untuk kamu dilahirkan.

Tetapi selama masa itu, Tuhan juga sedih karena Dia tahu bahwa segera setelah kamu dilahirkan, kamu akan banyak melakukan kesalahan yang tidak Dia inginkan. Dia tahu kamu akan dilahirkan dengan dosa di hatimu. Dia tahu bahwa Dia akan perlu menghukummu karena kesalahanmu dan akhirnya Dia mendapatkan jalan untuk menyelamatkanmu. Ia memutuskan untuk menanggung sendiri hukuman itu. Ia memutuskan bahwa Yesus, Anak Allah, akan meninggalkan rumah-Nya yang indah di surga untuk turun ke dunia dan dihukum karena dosamu dan saya.

Itulah yang terjadi. Allah mengutus Yesus dan Yesus mati untukmu dan sekarang kamu bisa meminta Yesus untuk menjadi Juru Selamatmu.

Apakah anak-anak, para ayah/ibu diselamatkan dari kemarahan Tuhan jika mereka tidak menginginkan Yesus sebagai Juru Selamat mereka? Tidak, mereka harus menginginkan Yesus dan mereka harus mengasihi dan melayani Dia.

Mungkin kamu tidak tahu bagaimana caranya meminta Yesus menjadi Juru Selamatmu. Caranya gampang. Yesus sudah tahu kapan kita ingin diselamatkan. Dia ingin kita datang dan mengatakan hal ini kepada-Nya. Kita bisa berbicara kepada Yesus dalam doa, dan kita dapat berkata seperti ini: "Tuhan Yesus, aku sudah banyak melakukan kesalahan, dan aku telah membuat Tuhan sedih karena perbuatanku itu. Allah tidak ingin menghukumku dengan mengirimku ke neraka, sebaliknya Ia menghukum-Mu Tuhan Yesus. Ia menghukum-Mu karena dosa-dosaku. Tuhan Yesus, terima kasih atas kebaikan-Mu, Engkau mau menderita dan mati untukku. Aku tidak dapat melakukan apa-apa tetapi Engkau menyelamatkan aku."

Kamu tidak harus menggunakan kata-kata yang sama karena Tuhan tahu apa maksudmu dan kata-kata yang kamu gunakan itu tidaklah penting. Tetapi kadang-kadang mengucapkan kata-kata membantu kita menyadari apa yang telah Yesus lakukan untuk kita.

Ada seorang ayah yang biasa duduk memangku anaknya dan bercerita tentang Yesus. Anak itu tidak pernah lelah mendengarkan cerita indah itu. Suatu hari, dengan duduk memangku anaknya, ayah itu bertanya kepada anaknya, "Apakah kamu mau pergi ke surga?"

"Ya, Ayah, tentu aku mau," jawabnya.

"Tapi", kata ayahnya, "bagaimana kamu bisa ke surga? Ada dosa dalam hati kecilmu. Bagaimana kamu bisa berharap kamu akan ke tempat di mana Allah berada?"

"Bukankah semua orang berdosa, Ayah?" jawab jemaat kecil ini.

"Benar," jawab ayahnya, "dan Allah telah berfirman bahwa hanya hati yang murni sajalah yang bisa melihat Dia. Lalu bagaimana anak kecilku ini bisa pergi ke sana?"

Wajah anak itu menjadi sangat sedih dan ia mulai menangis. Lalu tiba-tiba seulas senyuman muncul di antara air matanya dan dia berkata, "Tapi Ayah, Yesus bisa menyelamatkan aku."

Ya, Yesus sangat senang menyelamatkan anak-anak, dan Ia juga ingin menyelamatkan kamu. Sudahkah kamu meminta Yesus menyelamatkan kamu? Ia ingin kamu mengatakan hal ini kepada-Nya.

Pertanyaan

  1. siapa yang dihukum atas dosa-dosamu?

  2. Apakah kita harus membayar dengan sejumlah uang karena Yesus telah menyelamatkan kita?

  3. Jika kita membayar Dia dengan uang yang banyak, akankah Ia menyelamatkan kita?

  4. Mengapa Yesus mati di kayu salib?

Doa:

Tuhan Yesus, kami tahu bahwa kami tidak akan pernah bisa membayar untuk bisa ke surga, tetapi kami berterima kasih karena Engkau sudah dengan cuma-cuma memberi kami hidup kekal sehingga kami bisa selamanya berada di surga bersama-Mu. Dalam nama Yesus, Amin. (t/Ratri)

Sumber:

Judul Artikel : What Happens When We Ask Jesus to be Our Saviour
Judul Buku : Devotions for the Children`s Hour
Pengarang : Kenneth N. Taylor
Halaman : 61 -- 63
Penerbit : Moody Press
Kota : Chicago, USA
Tahun : 1977

Dipublikasikan di: http://pepak.sabda.org/20/jun/2007/anak_apa_yang_terjadi_ketika_kita_mengundang_yesus_menjadi_juru_selamat_kita