Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are hereArtikel Misi / Alasan-Alasan yang Sering Dipakai untuk Menggunakan Okultisme

Alasan-Alasan yang Sering Dipakai untuk Menggunakan Okultisme


Pada umumnya, praktik okultisme yang ditemukan dalam segala bidang kehidupan manusia disertai dengan alasan-alasan sebagai berikut.

  1. Untuk mengormati orang tua atau nenek moyang, sesuai dengan hukum ke-5 ("... hormatilah ibu bapamu, supaya lanjut umurmu"). Alasan ini kelihatannya benar, tetapi salah. Cara yang dipakai iblis untuk merusak hidup manusia ialah dengan memakai firman Allah secara terpenggal-penggal, atau lepas dari ayat sebelumnya atau sesudahnya. Hukum ke-5 didahului oleh hukum ke-2. Kalau orang tua belum mengerti hal itu, kita harus memberikan pengertian, dan kalau mereka tetap menolak, maka kita perlu lebih menaati Allah daripada manusia -- orang tua kita (Kisah Para Rasul 5:29). Ketaatan terhadap orang tua atau nenek moyang tidak menjadikan kita memunyai keris atau jimat yang mereka tinggalkan untuk kita, karena hal-hal itu adalah kebencian Allah. Ketaatan kita kepada orang tua haruslah dalam garis ketaatan kita terhadap Allah dan firman-Nya (Matius 10:34-37; Kejadian 12:1; Yosua 24:2-3).

  2. Untuk melayani orang mati, baik roh orang tua maupun roh nenek moyang, agar mereka tidak marah terhadap anak-anak atau cucunya yang masih hidup atau sebaliknya. Alkitab menerangkan dengan jelas bahwa roh orang mati tidak dapat berhubungan dengan roh orang yang hidup atau sebaliknya. Yang bekerja sebenarnya adalah roh-roh setan, bukan roh orang mati. Dalam Kejadian 4:8-10, roh Habel berseru kepada Allah, bukan kepada Kain, sebab jiwa Habel tidak dapat berhubungan lagi dengan Kain yang masih hidup.

  3. Karena dukun-dukun memakai nama Trinitas Allah atau Alkitab. Tuhan Yesus berkata, "Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!" (Matius 7:21-23). Kehendak Bapa ialah supaya kita jangan pergi ke dukun atau menggunakan okultisme (Ulangan 18:9-13). Yesus mengusir orang-orang yang memakai nama Tuhan secara salah dan yang menggunakan Alkitab dengan maksud magis. Jikalau ada di antara rakyat Indonesia yang mencatut nama presiden untuk kepentingan dirinya lalu ketahuan, pastilah dihukum.

    Demikian jugalah orang yang mencatut nama Allah untuk praktik-praktik okultisme akan dibuang ke dalam api neraka kalau mereka tidak bertobat. "Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan" (Keluaran 20:7). Orang-orang yang menyebut nama Tuhan harus menjauhkan diri dari kejahatan/penyembahan berhala/pemakaian okultisme (2 Timotius 2:19). Iblis adalah bapak pembohong. Kepada orang kafir iblis memakai cara kafir dan kepada orang Kristen iblis memakai cara Kristen dan benda-benda rohani.

  4. Karena pertolongan melalui okultisme mendatangkan kesembuhan dan sukses dalam hidup seseorang. Perlu kita ketahui bahwa iblis dapat membuat kaya seseorang (Kisah Para Rasul 16:16), juga dapat menyembuhkan dan melakukan mukjizat (Keluaran 7:10-13). Kita perlu sadar bahwa rekening setan bukanlah rekening gratis, tetapi harus dibayar dengan jiwa kita sendiri karena "pertolongan setan" pada hakikatnya adalah celaka. Kesembuhan gelap menolong tubuh, tetapi nanti jiwa menderita. Tuhan mau memberkati kita, tetapi bukan dengan cara-cara okultisme, melainkan dengan cara-Nya yang penuh kasih.

  5. Karena adat istiadat menuntut. Ikut-ikutan dalam adat yang mengandung unsur okultisme untuk menyenangkan orang banyak, walaupun ia tahu bahwa perbuatan itu dosa di mata Tuhan. Misalnya, memindahkan tulang-tulang orang mati dengan upacara adat. Elia berdiri teguh atas dasar firman Allah, dan ia tidak mau ikut-ikutan dalam dosa massal, yaitu menyembah baal. Tuhan menghargai Elia atas keyakinannya itu (1 Raja-raja 18:20-46). Sadrakh, Mesakh, dan Abednego tidak ikut adat kebiasaan orang Babel, bahkan melawan perintah Raja Nebukadnezar untuk menyembah berhala. Walaupun api menunggu mereka, tetapi Tuhan memelihara mereka (Daniel 3:1-30). Orang tua Gideon akan dibinasakan karena merusak berhala orang banyak (Hakim-hakim 6:25-32). Jikalau kita mengasihi adat kebiasaan yang berdosa, maka Allah membenci kita, kalau kita mengasihi Allah dengan tidak menyembah berhala, maka masyarakat penyembah berhala membenci kita. Kita tidak bisa netral, tetapi harus berdiri dengan Tuhan walaupun orang banyak menentangnya, maka Tuhan akan menyatakan kemuliaan-Nya melalui orang yang mengasihi Dia (Bilangan 14:5-10).

Israel ditolong Tuhan karena Gideon tidak ikut-ikutan dengan dosa massal orang Israel. Tiga orang dilindungi Tuhan di tengah api yang dinyalakan oleh Nebukadnezar. Mengapa berkat Tuhan tidak turun? Dan mengapa kita terus diperhamba oleh orang-orang Midian? Karena kita ikut adat istiadat orang berdosa. Marilah kita melawan dosa-dosa masal dan berdiri di pihak Tuhan, maka Ia akan memberkati kita. Mengapa gereja kita kering? Hujan dari surga tidak turun dan banyak anggota jemaat kita yang masih ditawan oleh kuasa gelap dan dosa oleh karena hamba Tuhan sendiri masih memakai jimat, menggunakan mantera, memakai ikat pinggang merah. Dengan kata lain, masih banyak nabi-nabi baal modern, yang ikut upacara menanam kepala kerbau dan melayani tempat-tempat keramat. Tuhan Yesus berkata, siapa yang mengikut Dia harus menanggung salibnya. Ini berarti bahwa seorang Kristen yang benar harus membayar harga -- dihina, dikucilkan, diolok oleh masyarakat penyembah berhala yang ada di sekitarnya, dan yakinlah bahwa Tuhan tidak membiarkan dia.

Akibat-Akibat Menggunakan Okultisme

Seorang yang digigit oleh nyamuk malaria, tidak langsung sakit malaria, tetapi setelah melalui beberapa proses tertentu, "pasti" ia sakit malaria. Demikian juga orang yang terlibat dalam dunia okultisme, ada akibat-akibat yang langsung dialami dan juga ada akibat-akibat yang dialami setelah beberapa waktu tertentu. Kita perlu mengerti beberapa gejala dan tanda sebagai akibat daripada keterlibatan seseorang dalam dunia okultisme.

  1. Serangan depresi, misalnya seorang tenggelam dalam suatu kesedihan tanpa alasan. Orang berada di bawah tekanan dicekam oleh perasaan takut terhadap hal-hal sekitarnya. Iblis tidak pernah dapat memberikan sejahtera dalam hati manusia. Hanya di dalam Kristus manusia mendapatkan damai sejahtera dan kemerdekaan (Yohanes 16:33; Roma 16:20; 2 Korintus 3:17). Kuasa gelap hanya memberikan kegelisahan.

  2. Pikiran mau bunuh diri yang sering kali berjalan sejajar dengan depresi. Saul dan Yudas mengakhiri hidupnya dengan menyedihkan sekali (1 Samuel 28; 1 Tawarikh 10:1-4; Matius 27:1-5). Iblis adalah pembunuh manusia -- membawa manusia kepada keputusasaan, menjadikan manusia nekat untuk bunuh diri (Yohanes 8:44).

  3. Tertutup terhadap firman Allah. Gejala ini tidak sama pada tiap-tiap orang. Ada yang merindukan firman Allah, tetapi waktu ia mendengar, ia mengantuk dan tertidur, walaupun tubuhnya dalam keadaan segar bugar. Iblis adalah roh penidur, membutakan hati manusia, sehingga benih firman Allah tidak dapat masuk dan tumbuh dalam hati orang yang terlibat dalam dunia okultisme (2 Tawarikh 33:10; Matius 13:4, 18-19; 2 Korintus 4:4). Orang-orang yang terlibat dalam dunia okultisme tidak menyukai firman Allah. Mungkin membaca juga, tetapi tidak mengerti. Kalau membaca buku-buku yang lain, ia tidak mengantuk atau tertidur. Tanda bahwa seseorang telah dibebaskan ialah menyukai Alkitab dan setia membacanya.

  4. Gangguan lain ialah pada waktu mendengar firman Allah, ia dikuasai oleh roh sangsi yang beroperasi pada saat itu, sehingga sulit baginya untuk memercayai firman Allah, dan akhirnya berantakan. Firman Allah tidak menjadi jaminan yang utuh untuk imannya, tetapi merupakan bahan spekulasi saja. Itulah sebabnya kita bertemu dengan orang yang di atas mejanya ada buku mantera dan ada juga Alkitab.

  5. Ada keinginan bahkan kenyataan menghujat nama Tuhan Yesus, baik tersembunyi maupun terang-terangan. Seorang ibu dari latar belakang agama lain yang pernah terlibat dalam okultisme, dan sekarang telah menjadi orang Kristen, pada waktu berdoa ia menghujat Tuhan. Setelah sadar ia menyesal dan menangis, dan ia tidak mau mengulang kesalahan yang sama. Roh penghujat menguasai orang yang terlibat okultisme. Gejalanya adalah adanya ketakutan yang tidak normal. Banyak hal di sekitarnya yang membuat dia takut. Takut akan Allah ada dalam hati orang yang mengasihi Allah, tetapi takut yang tidak normal ada dalam hati orang yang terlibat okultisme. Berjalan melewati kuburan dan tempat keramat, bulu kuduk berdiri, takut bunyi-bunyi yang aneh, bahkan takut akan kematian, menguasai orang yang terlibat okultisme.

  6. Gejala adanya "angin kotor" -- angin hawa nafsu, pikiran-pikiran yang najis yang dihembuskan oleh roh-roh najis. Biasanya orang yang terlibat dalam okultisme, kehidupan seksualnya tidak normal --matanya penuh zinah dan angan-angan kotor yang menguasai dia. Iblis tidak hanya bapak pembunuh, tetapi juga bapak perzinahan.

  7. Urat syaraf sakit akibat mempraktikkan okultisme secara aktif. Tubuh manusia adalah rumah Roh Kudus. Tubuh Musa, Kaleb, dan Yusak sehat sekali, ingatan mereka normal, tidak ada gangguan syaraf (Ulangan 34:7; Yosua 14:6-11). Tubuh manusia yang didiami oleh roh-roh setan/najis (Efesus 2:2), mengalami banyak gangguan (1 Samuel 16:14-23; 18:10-12). Ingatan Saul tidak normal lagi, sebab di bawah roh jahat. Sewaktu-waktu ia benci kepada Daud, sewaktu-waktu ia menyesal atas dosanya. Perhatikan juga Markus 5:1-20, khususnya ayat l5, "... orang yang kerasukan itu sudah waras." Aktif dalam okultisme juga menyebabkan kegilaan (Ulangan 28:28).

  8. Kemarahan yang tidak normal. Ada kemarahan dari Roh Kudus (1 Samuel 11:6; Lukas 9:51-56, kata menegur disebut juga menghardik), tetapi ada kemarahan yang ditunggangi roh setan yang mengakibatkan dosa (Kejadian 4:48) dan penderitaan. Roh harimau (1 Petrus 5:8) menguasai orang yang terlibat okultisme dan menerkam orang-orang di sekitarnya, seperti Kain membunuh Habel.

  9. Kekacauan dalam hidup, dalam rumah tangga (2 Tawarikh 33:3-6; Kejadian 11:9). Manasye terlibat dalam okultisme, dan Tuhan membuang dia di Babel yang berarti kekacauan. Hidup orang-orang yang terlibat okultisme senantiasa kacau.

  10. Akibat untuk keturunan, biasanya menderita secara tidak normal, cacat, dan sebagainya sampai gilir-bergilir (Keluaran 20:4-5). Keturunan berada di luar berkat Tuhan.

  11. Kemandulan dan penyakit, kematian sebelum waktunya (Keluaran 23:24-26).

Melihat satu atau dua gejala saja tidak cukup. Seorang yang terlibat dalam pelayanan ini, haruslah penuh dengan Roh Kudus, sehingga ia memunyai karunia membedakan roh. Harus dibedakan gejala tubuh saja atau gejala rohani. Seorang dokter menyelesaikan persoalan jasmani saja, sedangkan seorang psikiater menyelesaikan masalah jiwa, dan seorang hamba Tuhan menyelesaikan hal-hal rohani. Kerja sama di antara ketiganya sangat diperlukan. Dalam dunia okultisme, biasanya seorang dokter kesehatan atau dokter jiwa yang belum kenal Tuhan Yesus tidak dapat menolong orang yang terlibat dalam dunia okultisme, kecuali seorang hamba Tuhan yang penuh dengan Roh Kudus. Seorang dokter atau seorang psikiater Kristen yang penuh Roh Kudus dapat melepaskan orang yang terlibat okultisme. Jikalau kita dalam terang Tuhan mengerti gejala-gejala ini, baru kita dapat masuk dalam pelayanan pelepasan.

Diambil dan disunting seperlunya dari:

Judul buku : Antara Kuasa Gelap dan Kuasa Terang
Penulis : Pondsius Takaliuang
Penerbit : Departemen Literatur Yayasan Persekutuan Pekabar Injil Indonesia (YPPII), Batu 1987
Halaman : 82 -- 89

e-JEMMi 32/2009