Home
       

Resources
Artikel
Artikel-artikel MISI
Bahan PA
Misi Allah Bagi Dunia &
Para Pengubah Dunia
Cerita Misi
Alkitab di Seluruh Dunia :
48 Kisah Nyata
Buku
Buku-buku Misi
Doa
Doa bagi Negara
Doa bagi Kota
Doa bagi Suku
PD Timotius
40 Hari Doa
e-KJDN
Info
Sejarah
Ulasan Tokoh MISI
Lembaga
Lebih dekat dengan lembaga MISI
Media
Berbagai program pengabaran Injil
Lintas
Lintas Religi
Profil Suku di Indonesia
 
 Renungan
 Kesaksian
 
 
| suku 25
dari 61 suku
SUKU JAWA BANYUMASAN
Jawa Tengah

Letak : Jawa Tengah
Populasi : 6.600.000 jiwa
Bahasa : Banyumasan
Anggota Gereja : 20.000 (0,33%)
Alkitab dalam bahasa Jawa Banyumasan : Tidak Ada
Film Yesus dalam bahasa Jawa Banyumasan : Tidak Ada
Siaran radio pelayanan dalam bahasa Jawa Banyumasan : Tidak Ada

Suku Banyumasan tinggal di Propinsi Jawa Tengah bagian Barat Daya, tepatnya di wilayah Kabupaten Cilacap, Kebumen, Purworejo, Purbalingga, Banjarnegara dan Banyumas. Mereka tersebar di 115 Kecamatan & 2010 Kelurahan. Umumnya, daerah-daerah ini berupa perbukitan tanah datar & pantai (Selatan Jawa). Suku Jawa Banyumasan sering disebut suku Jawa Mendhoan atau Jawa Serayu. Di sebut demikian karena nama makanan khas mereka `mendhoan' (terbuat dari tempe dicelupkan dalam adonan terigu yang telah dibumbui kemudian digoreng setengah matang), sedangkan `Serayu' karena sebagian besar wilayahnya dilalui Sungai Serayu. Untuk mencapai suku ini sangat mudah, karena sebagian wilayahnya dilalui jalur utama lintas selatan pulau Jawa.

SOSIAL BUDAYA

Sebagian besar suku Banyumasan bermata pencaharian di sektor pertanian. Di samping tanahnya yang subur, cara pengolahannya sudah mengikuti pola tanah yang baik apalagi didukung peralatan modern. Sektor industri mengalami perkembangan yang pesat, hal ini ditandai dengan difungsikannya kota Cilacap sebagai kota industri. Selain industri berat, industri kecil juga berkembang dengan baik. Anyaman bambu dan produksi gula merah merupakan andalan di sektor ini. Selain memenuhi KEBUTUHAN orang Banyumasan sendiri, hasil komoditi ini dipasarkan juga ke daerah lain.

Suku Banyumasan terkenal dengan kesenian daerahnya yang khas antara lain : seni tari (tari angguk/topeng angguk), seni karawitan, seni pedalangan (dhalang jemblung), jaran kepang atau kuda lumping, wayang kulit gagrak Banyumas, batik corak banyumasan dan berbagai seni tradisional lainnya yang memiliki gaya sendiri yang lebih lugas dan merakyat daripada gaya Surakarta dan Yogyakarta.

AGAMA/KEPERCAYAAN

Orang Banyumasan mayoritas beragama Islam (97,93% dari total penduduknya). Namun demikian, 80% dari jumlah itu merupakan `Islam abangan' atau "Islam KTP", sedang 20% sisanya merupakan Islam `santri' yang mendalami ajaran Islam dengan sungguh-sungguh dan taat dalam ibadah. Selain itu ada juga yang menganut animisme/dinamisme. Mereka mempercayai adanya makhluk hidup halus yang sering disebut alam halus. Makhluk halus itu ada yang suka membantu dan mengganggu manusia. Makhluk yang suka mengganggu disebut medi, kerjanya menakut-nakuti manusia. Nama-nama medi itu misalnya : bujungan (hantu pocong), medi ini berujud jenasah terbungkus kain kafan dengan posisi berdiri; jangkrong (berwujud tengkorak manusia atau kerangkanya), dhemit, makhluk halus sebagai penunggu dan penghuni tempat-tempat keramat. Tempat yang ada dhemitnya biasanya disebut angker (menakutkan) misalnya : kuburan, gunung, gua dan lautan. Sebagian orang Banyumasan masih mempercayai dukun apabila sakit atau diganggu makhluk halus sebagai penunggu dan penghuni tempat-tempat keramat. Tempat yang ada dhemitnya biasanya disebut angker (menakutkan) misalnya : kuburan, gunung, gua dan lautan. Sebagian orang Banyumasan masih mempercayai dukun apabila sakit atau diganggu makhluk halus. Agar suatu daerah terhindar dari malapetaka, maka mereka mengadakan slametan atau kenduren, dimana dalam acara itu seorang dukun menaikkan mantera sambil memberikan sesaji kepada para dhemit.

KEBUTUHAN

Untuk meningkatkan penghasilan di sektor pertanian, suku Banyumasan membutuhkan lebih banyak lagi pembangunan bendungan di samping sistem irigasinya yang lebih baik, agar petani bisa panen lebih dari tiga kali setahun. Kemudian untuk mengurangi jumlah kaum muda yang urbanisasi karena mencari pekerjaan, maka diperlukan lebih banyak lagi pabrik-pabrik yang berdiri di luar kota Cilacap sebagai kota industri.

POKOK DOA
Kemudian daripada itu aku melihat : sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhintung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka. Dan dengan suara nyaring mereka berseru : "Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba !" (\\/TB #Wahyu 7:9-10*\\)
  1. Berdoa agar Tuhan mencurahkan Roh Kudus, berkat dan kasihNya di tengah-tengah suku Jawa Banyumasan, agar terang dan kemuliaan Tuhan bercahaya di atasnya. Berdoa agar hati mereka disentuh oleh kasih Tuhan melalui berbagai cara dan mereka yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan.
  2. Berdoa agar Tuhan yang empunya tuaian membangkitkan gerejaNya untuk bersatu dan bekerjasama, menyediakan pekerja : pendoa syafaat, penerjemah Alkitab, kaum profesional, penabur dan penuai untuk memberkati dan meningkatkan kesejahteraan hidup suku Jawa Banyumasan
  3. Berdoa bagi adanya lembaga & gereja yang digerakkan oleh Tuhan untuk mengadopsi suku Jawa Banyumasan yang juga berbeban dalam meningkatkan kesejahteraan hidup mereka.

Jika saudara ingin mengetahui informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi :
PJRN
Kotak Pos 6739/JKUKP - Jakarta 14607
Telp/Fax. (021) 45843235-42

Untuk kalangan sendiri
|



 Ke atas 
© 2003 YLSA