SUKU ABUNG
Sumatera Selatan
| Letak | : | Sumatera Selatan |
| Populasi | : | 500.000 jiwa |
| Bahasa | : | Abung |
| Anggota Gereja | : | 20 (0,004%) |
| Alkitab dalam bahasa Abung | : | Tidak Ada |
| Film Yesus dalam bahasa Abung | : | Tidak Ada |
| Siaran radio pelayanan dalam bahasa Abung | : | Tidak Ada |
Suku Abung tinggal di bagian timur laut Propinsi Lampung. Di
sebelah utara dialiri sungai Tulang Bawang, sedang sebelah barat
berbatasan dengan daerah Lampung Utara dan Barat. Sebelah selatannya
berbatasan dengan Selat Sunda, dan sebelah timurnya Laut Jawa. Suku
ini terbagi dalam 3 kelompok yaitu : Abung, Peminggir, & Pubian.
Orang Abung dikenal sebagai "Masyarakat Pegunungan" & mempunyai
sejarah tersendiri dalam hal berburu. Bahasa yang mereka pergunakan
adalah bahasa Abung yang sedikit berbeda degan bahasa Melayu Riau.
SOSIAL BUDAYA
Suku Abung umumnya menanam padi di ladang. Biasanya, sesudah
panen padi, ladang yang terbaik ditanami lada (ladar). Kebun ladar
ini tetap produktif selama 20-25 tahun. Selama berabad-abad penanaman
lada ini telah memberikan hasil yang baik di antara suku Abung,
bahkan lada inilah yang memberikan sumbangan dana bagi
penyelenggaraan pesta papadon (upacara permulaan tanam) yang biasanya
dirayakan secara besar-besaran. Mata pencaharian lain yang penting
adalah menangkap ikan, khususnya di daerah berawa-rawa di Tulang
Bawang, dimana penanam pada ladang hampir tidak memungkinkan.
Pola perkampungan suku Abung berupa komunitas adat (tiuh),
dimana setiap klen memiliki rumah permanennya sendiri. Tetapi
rumah-rumah klen ini hanya dihuni oleh sedikit orang saja, dan
biasanya orang-orang yang sudah tua; sementara kaum pekerja dewasa
dan anak-anak kebanyakan tinggal di pemukiman musiman, umbulan.
Kelompok kekeluargaan dasar mereka adalah klen patrilineal
eksogami, suku yang dikepalai oleh penyimbang - suatu posisi yang
secara turun temurun dipegang oleh kaum pria. Biasanya ada 10 suku
dalam komunitas desa.
Pola pernikahan dan pola menetap sesudah menikah bersifat
patrilokal. Poligami diperbolehkan, tetapi kenyataannya hanya
dilakukan oleh orang-orang yang kaya. Pernikahan antar saudara bahkan
antar sepupu dilarang. Perceraian secara teoritis tidak memungkinkan
menurut adat; jika seorang istri meninggalkan suaminya, pihak suami
harus membayar denda kepada dewan adat desa.
Bentuk kesenian suku ini adalah tari tigel, suatu tari perang
kuno, yang dilakukan bersama dengan penyembelihan kerbau untuk
persembahan pada saat pesta besar.
AGAMA/KEPERCAYAAN
Saat ini setiap orang Abung secara teoritis adalah orang
Islam, seperti juga orang-orang yang tinggal di wilayah Lampung
lainnya.
KEBUTUHAN
KEBUTUHAN orang Abung saat ini adalah peningkatan pengelolaan
perkebunan, khususnya lada guna meningkatkan kualitas ekspor dan
dengan demikian membantu memperbaiki taraf hidup masyarakat.
Dibutuhkan juga kehadiran investor untuk menggalakkan perindustrian
di daerah tempat tinggal suku Abung ini, karena selama ini
perindustrian belum begitu berkembang.
POKOK DOA
Firman Tuhan :
Kemudian daripada itu aku melihat :
sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang
banyak yang tidak dapat terhintung banyaknya, dari
segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa,
berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak
Domba, memakai jubah putih dan memegang
daun-daun palem di tangan mereka. Dan dengan
suara nyaring mereka berseru : "Keselamatan
bagi Allah kami yang duduk di atas takhta dan
bagi Anak Domba !"
(\\/TB #Wahyu 7:9-10*\\)
- Berdoa agar Tuhan mencurahkan Roh Kudus, berkat dan kasihNya di
tengah-tengah suku Abung, agar terang dan kemuliaan Tuhan
bercahaya di atasnya. Berdoa agar hati mereka disentuh oleh kasih
Tuhan melalui berbagai cara dan mereka yang berseru kepada nama
Tuhan akan diselamatkan.
- Berdoa agar Tuhan yang empunya tuaian membangkitkan gerejaNya
untuk bersatu dan bekerjasama, menyediakan pekerja : pendoa
syafaat, penerjemah Alkitab, kaum profesional, penabur dan penuai
untuk memberkati dan meningkatkan kesejahteraan hidup suku
Abung
- Berdoa bagi adanya lembaga & gereja yang digerakkan oleh Tuhan
untuk mengadopsi suku Abung yang juga berbeban dalam meningkatkan
kesejahteraan hidup mereka.
Jika saudara ingin mengetahui informasi lebih lanjut,
silahkan menghubungi :
PJRN
Kotak Pos 6739/JKUKP - Jakarta 14607
Telp/Fax. (021) 45843235-42
Untuk kalangan sendiri