1 Februari 2008 sudah dimulai satu pemancar Kristen baru di Benin, izin operasional diberikan oleh presiden yang Kristen, malah ia minta sendiri, bahwa pemancar ini dibangun dalam negaranya. Melalui pemancar ini program Kristen bisa disiarkan dalam bahasa Perancis dan bahasa-bahasa lokal ke negara-negara ini: Burkina Faso, Ghana, Mali, Mauritania, Niger, Nigeria, Togo dan Benin sendiri.
Guinea Bissau
Guinea Bissau (1,6 juta), Ibukota Bissau (0,4 juta), agama Islam 48%, Animis 42%, Katolik 7%, Kristen 2,5%. Perintis jemaat baru terus-menerus berfokus kepada suku-suku yang belum terjangkau: Fula, Mandinga, Nalu, Susu, Biafada, Manjakos. Tolong doakan juga tambahan pekerja bagi suku-suku ini. Di antara orang Biafada (45000) hanya sedikit orang percaya, hampir semua beragama Islam, meskipun Injil sudah 20an tahun diberitakan antara mereka. Bapak Pdt. Titus Dima, WEC, mengajar setiap hari di Youth Center dan Saptu/Minggu pelayanan pemuda/i serta di jemaat. Ia berterima kasih bahwa Bapak Isak Hattu, AME Brazil, sudah dapat membantu di Youth Center selama beberapa minggu. Ibu Ritha M., WEC, mengajar di Sekolah Alkitab Ntchumbe. Ia meneruskan dengan perintisan di desa-desa. Di samping berbagai pelayanan lain, ia juga pertanggung jawab buat pemuridan di antara wanita dan pemuda/i. Ibu Salomi T., WEC, tetap melayani di daerah Cacine, khusus di antara suku-suku terabaikan di daerah itu, yaitu Nalu & Susu. Ia sedang memperdalam diri dalam bahasa Susu, bahasa ibu kedua suku ini, agar pelayanan menjadi lebih efektif.
Mali
Mali (14 juta), Ibukota Bamako (1,2 juta), agama: Islam 80%, Animis 18%, Kristen 1,2%, bahasa: Bambara 40%, Perancis 10%, banyak bahasa lain. Beberapa tahun yang lalu di salah satu keluarga dua putri lahir pada hari Natal, keluarga itu memutuskan bahwa ini merupakan satu tanda bahwa kedua putri akan menjadi Kristen. Sejak itu seorang wanita Kristen bisa membina keluarga ini dan kedua putri sudah percaya akan Kristus ditambah dengan dua anak perumpuan lain.
Senegal
Senegal (11 juta), Ibukota Dakar (2 juta), agama Islam 95%, Katolik 4,5 %, Kristen 0,1%. Suku utama Wolof tidak terbuka terhadap Injil. Negara ini sangat memerlukan lebih banyak pelayan rohani, di seluruh negara ini hanya ada 100 hamba Tuhan fulltime. Berdoalah agar pekerja TUHAN dipanggil. Untuk pertama kali seluruh Alkitab diterjemahkan ke dalam bahasa Serere-Sine, Ini merupakan Alkitab yang lengkap dalam salah satu bahasa suku di negara ini. Sampai kini hanya ada Alkitab dalam bahasa Perancis, bahasa nasional. Bahasa Serere-Sine dipakai oleh 10% penduduk negara ini. Di negara ini dipakai 35 bahasa berlainan. Orang Serere-Sine (1,3 juta) sebagian besar Islam campur dengan Animisme, 6% Katolik, hanya ada 0,5% orang Kristen Injili.
Ethiopia
Ethiopia (74,3 juta), Ibukota Addis Adeba (3 juta), agama: Ortodoks 57%, Islam 31%, Kristen 20%, Animis 3%. Kelompok ekstrim telah memperingatkan umat Kristen menghentikan penginjilan di kota Yayu, negara bagian Oromia. Agar Kristen tetap percaya pada perlindungan dan kuasa Tuhan. Alkitab dalam bahasa Borana membantu orang untuk lebih mengerti maksud Firman TUHAN. Perjalanan para penginjil sering berbahaya, karena ada pertengkaran di antara suku-suku.
Eritrea
Eritrea (4,5 juta), agama: Islam 51%, Ortodoks 40%, Katolik 4,6%, Kristen 1,5% (Injili 20 000 orang), Animis. Negara ini sudah menjadi negara yang termasuk paling keras menyiksa orang Kristen. Puji Tuhan, 45 anggota gereja Injili dibebaskan dari penjara. Tetapi jangan berhenti berseru, agar 2000+ tahanan Kristen tetap dikuatkan dan akan dilepaskan juga.
Burundi
Burundi (8 juta), agama: Katolik 62%, Animis 23%, Islam 10%, Kristen 5%. Dua suku utama Hutu dan Tutsi di negara ini berabad-abad hantam-menghantam, bunuh-membunuh, karena itu di antara kedua suku ada saling mencurugai. Sampai kini sulit mengadakan satu pendamaian secara dalam.
Afrika Selatan
Afrika Selatan (47 juta), kota besar: Pretoria (2 juta), Cape Town (2,9 juta). Pray40! Africa: Peserta dari 22 negara mengikuti konperensi ini, mereka mendengar informasi dari semua suku-suku tera-baikan dan berseru secara bergantian buat suku-suku ini. Bapak & Ibu Pdt. N. Rajagukguk (WEC In-donesia): Bapak Nim memulai mengajar di salah satu sekolah Alkitab malam bulan Mei ini. Dalam pelayanan di universitas ia dibantu oleh anggota gereja yang dekat dengan kampus. Waktu pindah rumah Pak Nim jatuh dan lutut terlukai, pada tanggal 18 April ada operasi.
Kategori
- Printer-friendly version
- Log in to post comments
- Afrika
- Penginjilan
- Negara Afrika
- Suku terabaikan
- Pelayan Rohani
- Alkitab bahasa lokal
- Perjuangan iman
- Pelayanan Kristen menyebar luas di banyak negara Afrika (seperti Benin, Mali, Senegal, dan Ethiopia), menunjukkan jangkauan geografis yang sangat besar.
- Fokus utama pelayanan adalah menjangkau suku-suku dan komunitas terabaikan yang belum tersentuh Injil, meskipun menghadapi dominasi agama lokal dan hambatan bahasa yang signifikan.
- Berbagai negara menghadapi tantangan serius, termasuk konflik etnis (Burundi), penganiayaan terhadap umat Kristen (Eritrea), dan kurangnya pekerja rohani yang terlatih.
- Upaya penting dilakukan dalam penerjemahan Alkitab ke bahasa-bahasa lokal yang berbeda, serta pembangunan fasilitas pelayanan seperti pusat pemuda dan sekolah Alkitab.
- Meskipun ada pelaporan mengenai keberhasilan (seperti pembebasan tahanan di Eritrea atau pembangunan pemancar baru), kesuksesan ini harus diiringi dengan doa yang berkelanjutan untuk pekerja Tuhan dan perlindungan fisik di lapangan.
Artikel ini menyajikan laporan komprehensif mengenai perkembangan dan tantangan pelayanan Kristen di berbagai negara di benua Afrika. Upaya penginjilan yang masif ini mencakup inisiasi pemancar baru (seperti di Benin) dan penetrasi ke negara-negara tetangga, dengan fokus utama pada suku-suku yang belum terjangkau. Pekerjaan ini sangat menantang karena menghadapi hambatan bahasa, dominasi agama (khususnya Islam), konflik antarsuku, dan bahkan penganiayaan di beberapa wilayah (seperti Eritrea). Pelayanan di lapangan melibatkan penerjemahan Alkitab ke bahasa-bahasa lokal yang beragam, pencerahan di pusat-pusat pemuda, dan upaya pembinaan jemaat di tengah keragaman budaya dan agama benua Afrika.