Mengapa Misionaris Harus Belajar Bahasa
Saya mendengarkan ketika seorang misionaris baru menyuarakan rasa frustrasinya tentang pembelajaran bahasa.
- Read more about Mengapa Misionaris Harus Belajar Bahasa
- Log in to post comments
Saya mendengarkan ketika seorang misionaris baru menyuarakan rasa frustrasinya tentang pembelajaran bahasa.
Sebagai orang Kristen kita harus selalu ingin menjadi lebih efektif dalam membagikan Injil. Pada akhirnya, ya, kita percaya pada kedaulatan Allah. Dia adalah satu-satunya yang bisa menyelamatkan.
Terlepas dari berbagai prinsip teologis atau komitmen metodologis kita, kami, para misionaris adalah mereka yang melihat kebutuhan dan bertindak untuk membuat kebutuhan itu menghilang.
Indonesia telah menjadi ladang pekerjaan misi semenjak abad ke-16. Hal itu terjadi seiring dengan kedatangan pedagang-pedagang Portugis ke wilayah nusantara untuk mencari rempah-rempah. Maluku menjadi wilayah pertama yang menghasilkan petobat baru, dengan dibaptisnya orang Katolik pertama, Kolano Mamuya (seorang kepala kampung), beserta seisi kampungnya setelah menerima pemberitaan Injil dari Gonzalo Veloso pada tahun 1534. Lalu, terjadilah gelombang kedatangan biarawan-biarawan Fransiskan dan Fransiskus Xaverius untuk menginjili Kepulauan Ambon, Saparua, dan Ternate. Indonesia Timur, dengan demikian, menjadi wilayah Indonesia yang pertama-tama mengenal terang keselamatan dari Tuhan. Sebagai dampak dari hal tersebut, Indonesia Timur saat ini menjadi wilayah yang memiliki jumlah populasi dengan angka kekristenan tertinggi di Indonesia. Kemudian, setelah VOC, yang dikuasai oleh golongan Protestan, memukul mundur kekuasan Portugis di Indonesia, gereja Katolik dilarang berkarya di berbagai wilayah, kecuali di wilayah Flores dan Timor, yang tidak termasuk dalam wilayah VOC.
Doa mempunyai peranan yang sangat penting dalam pekabaran Injil. Hal ini sudah dialami oleh para rasul. Setelah memberikan perintah untuk memberitakan Injil ke seluruh dunia (Matius 28:18-20), Tuhan Yesus berpesan agar murid-murid-Nya tidak tergesa-gesa memulai tugas yang berat itu. Mereka diminta menunggu sampai Roh Kudus datang kepada mereka sesuai dengan janji-Nya (Lukas 24:48-49; Kisah Para Rasul 1:8).