Afganistan

Afganistan Tahun 2008

Setelah bekerja selama 20 tahun di bawah pengawasan United Bible Society, Alkitab bahasa Dari yang lengkap akhirnya siap untuk dibaca orang Afganistan. Tidak ada gereja yang terlihat di Afganistan selama ratusan tahun, namun kini jumlah orang percaya di negara berpenduduk 30 juta jiwa ini meningkat. Ada juga kelompok-kelompok orang percaya Afganistan yang tinggal di Australia, Austria, Kanada, Inggris, Jerman, Belanda, Norwegia, Swiss, dan negara-negara lain. Perjanjian Baru dalam bahasa Dari pernah diterbitkan 25 tahun yang lalu, namun orang-orang Afganistan harus bergantung pada terbitan orang Iran untuk dapat membaca Perjanjian Lama. Alkitab lengkap yang baru saja selesai dikerjakan ini adalah sebuah pencapaian besar, menyajikan 1.710 halaman dengan dua belas peta berwarna, sebuah pengantar umum, dan pengantar untuk setiap kitab. Seorang percaya Afganistan mengatakan, "Dapat membaca firman Tuhan dalam bahasa ibu saya sendiri pasti akan menyenangkan. Melihat segala keganjilan yang terjadi di negara kami, Alkitab bahasa Dari merupakan sebuah permulaan harapan bagi masa depan baru." (t/Setyo)

Afganistan Tahun 2006

Afghanistan--Ketika dunia memperingati serangan teroris tanggal 9 September, kelompok Taliban menjadi semakin kuat di Afghanistan. Dua bom bunuh diri yang meledak di dekat kedutaan besar AS di Kabul menewaskan lebih dari 20 jiwa. Dale Brantner dari CURE International yang baru saja kembali dari Kabul, berada dekat dengan tempat kejadian. "Keadaan di sana sangat kacau. Kelompok Taliban tampaknya berusaha menarik simpati masyarakat dengan berbagai cara. Kita akan menyaksikan banyak peristiwa lagi mulai sekarang sampai Ramadhan tiba." CURE International mencoba memberikan pemulihan fisik dan rohani bagi anak-anak cacat di sana. Ini berarti mereka harus berhati-hati. "Cara kerja rumah sakit kami memang berdasarkan prinsip Kristen. Kami juga mengetahui kalau ini adalah pelayanan Kristen dan imanlah yang memotivasi kami agar tetap di Kabul dan melayani masyarakat di sana. Dan masyarakat juga mengetahui hal itu." Para pekerja di CURE berdoa agar melalui pekerjaan mereka, kemuliaan Tuhan akan dinyatakan. Mereka juga membutuhkan lebih banyak orang untuk bergabung dalam "Partners Program".
[Sumber: Mission Network News, September 2006]

Afganistan Tahun 2005

Perwakilan dari EvangeCube International yang baru saja datang dari Afghanistan melaporkan respon yang positif tentang pelayanan yang mereka lakukan di Taliban, Afganistan. "Kami bekerja dengan gereja- gereja baru di Afganistan. Penduduk menyukai EvangeCube karena 70% dari masyarakat Afganistan masih buta huruf. Jadi, EvangeCube adalah cara terbaik untuk memberitakan Injil kepada mereka. Dan, gereja bertumbuh secara sehat." Tetapi tidaklah mudah karena Taliban masih aktif. Perwakilan tersebut mengatakan bahwa fokus Taliban berubah -- yang semula adalah kekuatan-kekuatan koalisi sekarang beralih ke gereja-gereja. Anda bisa membantu lebih lagi bagi pertumbuhan gereja dengan EvangeCube, yang telah terbukti keefektivitasannya. "Penduduk Afghanistan ingin mengetahui perbedaan antara kekristenan dengan Islam. Dan EvangeCube tampak seperti sebuah mainan, jadi tidak berbahaya dan orang-orang tidak perlu merasa cemas ketika melihatnya. Secara otomatis Anda bisa melibatkan mereka dalam percakapan mengenai Tuhan."
Sumber: Mission Network News, December 20th 2004

Afganistan Tahun 2004

Meskipun pengaruh dari Taliban terus berlanjut, gerakan umat Kristen bawah tanah semakin berkembang di Afghanistan. Sebelum rezim Taliban berkuasa, Afghanistan termasuk salah satu negara yang paling tidak terjangkau Injil dengan jumlah umat percaya saat itu sebanyak 3.000 orang. Sekarang setelah perang berlalu, hal yang mengejutkan adalah kembalinya sekitar 2 juta pengungsi ke Afghanistan, dan di antara para pengungsi tersebut ada yang membawa masuk sesuatu yang dulunya susah diperoleh di tanah airnya: iman di dalam Kristus. "Sungguh mengejutkan saat menjumpai banyak orang telah mengenal Kristus saat mereka berada di Pakistan," demikian ungkapan seorang pekerja kepada majalah "Charisma". "Banyak di antara mereka yang mengalami mimpi supranatural dimana Yesus muncul dalam mimpi mereka. Ada juga yang mengenal Kristus melalui jaringan umat percaya Pakistan yang tinggal di wilayah-wilayah pegunungan."

Informasi untuk mengetahui tentang keberadaan gereja bawah tanah di Afghanistan sekarang ini sangat sulit didapat, dan kebanyakan orang- orang asing beragama Kristen yang bekerja di negara ini sangat berhati-hati dalam memberikan informasi yang kemungkinan akan membahayakan pekerjaan mereka dan keselamatan umat Kristen Afghanistan. Meskipun demikian, penginjilan tetap berjalan dengan baik. "Membicarakan tentang Allah merupakan hal yang natural bagi penduduk Afghanistan," kata seorang pekerja Kristen. "Mereka sedang mencari sesuatu yang baru saat mengetahui bahwa mereka tidak mengalami kemajuan dengan pemikiran yang telah mereka miliki sebelumnya. Saya berbicara tentang Yesus setiap hari karena banyak orang yang menanyakannya." Pekerja lainnya mensharingkan: "Kami baru-baru ini menjalankan sebuah program untuk melatih 45 keluarga Afghanistan yang telah mengenal Kristus."

[Sumber: JOEL-NEWS-INTERNATIONAL-467 * 3 FEBRUARY 2004]

Pokok Doa:

  1. Bersyukur untuk penduduk Afghanistan yang telah mengenal Kristus. Doakan supaya Allah menguatkan mereka seiring dengan pertumbuhan iman mereka dan dalam menghadapi tantangan-tantangan yang ada di sekitar mereka.
  2. Berdoa untuk para pekerja Kristen yang saat ini melayani di Afghanistan agar terus-menerus mendapat hikmat dalam meningkatkan pelayanan mereka untuk membantu para petobat baru dan gereja bawah tanah.

e-JEMMi 06/2004

Afganistan Tahun 2003

Peperangan antar suku yang semakin meningkat di Afghanistan bagian Barat telah menambah kesulitan penduduknya yang saat ini sedang berjuang menghadapi kemiskinan dan tahun-tahun kekeringan. Graham Strong, perwakilan dari World Vision di Afghanistan mengatakan bahwa pelayanan ini sedang menjangkau orang-orang yang membutuhkan di propinsi Badghis. "Kami lebih memusatkan perhatian kepada masalah keamanan bahan pangan, hidup sehari-hari, sumber air bersih, sanitasi, program kesehatan, dan juga pendidikan. Kami telah berhasil membangun beberapa gedung sekolah dan menyalurkan distribusi makanan ke wilayah-wilayah yang menjadi target World Vision." Tim World Vision berkonsentrasi untuk mencukupi kebutuhan jasmani dari para penduduk dan menghindari bentuk penginjilan langsung.

"Kami telah menciptakan gaya yang ada sekarang ini. Sebagai tim kami memutuskan akan menyatakan iman kami dengan perbuatan. Jika kami mensharingkan iman kami secara verbal, kami tidak hanya menempatkan diri kami dalam bahaya, tetapi kami juga membahayakan hidup para staf nasional."

Sumber: What In The World, May 31, 2003

  • Doakan pelayanan World Vision di Afghanistan dalam menjangkau orang-orang yang menjadi korban perang dan hidup dalam kekurangan.
  • Berdoa agar pelayanan mereka bisa diterima dan melalui upaya pencukupan kebutuhan jasmani ini banyak penduduk Afghanistan bisa mengenal kasih Kristus.
  • Berdoa untuk perlindungan Tuhan bagi para staf World Vision dan biarlah melalui teladan hidup mereka orang-orang Afganistan boleh melihat Kristus.

e-JEMMi 27/2003

Subscribe to Afganistan