Afganistan Tahun 2004

Meskipun pengaruh dari Taliban terus berlanjut, gerakan umat Kristen bawah tanah semakin berkembang di Afghanistan. Sebelum rezim Taliban berkuasa, Afghanistan termasuk salah satu negara yang paling tidak terjangkau Injil dengan jumlah umat percaya saat itu sebanyak 3.000 orang. Sekarang setelah perang berlalu, hal yang mengejutkan adalah kembalinya sekitar 2 juta pengungsi ke Afghanistan, dan di antara para pengungsi tersebut ada yang membawa masuk sesuatu yang dulunya susah diperoleh di tanah airnya: iman di dalam Kristus. "Sungguh mengejutkan saat menjumpai banyak orang telah mengenal Kristus saat mereka berada di Pakistan," demikian ungkapan seorang pekerja kepada majalah "Charisma". "Banyak di antara mereka yang mengalami mimpi supranatural dimana Yesus muncul dalam mimpi mereka. Ada juga yang mengenal Kristus melalui jaringan umat percaya Pakistan yang tinggal di wilayah-wilayah pegunungan."

Informasi untuk mengetahui tentang keberadaan gereja bawah tanah di Afghanistan sekarang ini sangat sulit didapat, dan kebanyakan orang- orang asing beragama Kristen yang bekerja di negara ini sangat berhati-hati dalam memberikan informasi yang kemungkinan akan membahayakan pekerjaan mereka dan keselamatan umat Kristen Afghanistan. Meskipun demikian, penginjilan tetap berjalan dengan baik. "Membicarakan tentang Allah merupakan hal yang natural bagi penduduk Afghanistan," kata seorang pekerja Kristen. "Mereka sedang mencari sesuatu yang baru saat mengetahui bahwa mereka tidak mengalami kemajuan dengan pemikiran yang telah mereka miliki sebelumnya. Saya berbicara tentang Yesus setiap hari karena banyak orang yang menanyakannya." Pekerja lainnya mensharingkan: "Kami baru-baru ini menjalankan sebuah program untuk melatih 45 keluarga Afghanistan yang telah mengenal Kristus."

[Sumber: JOEL-NEWS-INTERNATIONAL-467 * 3 FEBRUARY 2004]

Pokok Doa:

  1. Bersyukur untuk penduduk Afghanistan yang telah mengenal Kristus. Doakan supaya Allah menguatkan mereka seiring dengan pertumbuhan iman mereka dan dalam menghadapi tantangan-tantangan yang ada di sekitar mereka.
  2. Berdoa untuk para pekerja Kristen yang saat ini melayani di Afghanistan agar terus-menerus mendapat hikmat dalam meningkatkan pelayanan mereka untuk membantu para petobat baru dan gereja bawah tanah.

e-JEMMi 06/2004

Kategori

  • Afghanistan
  • Gereja Bawah Tanah
  • Kristen
  • Penginjilan
  • Taliban
  • Pengungsi
  • Iman Kristus
  • Gerakan umat Kristen bawah tanah di Afghanistan menunjukkan perkembangan positif meskipun adanya pengaruh dari Taliban.
  • Kembalinya gelombang pengungsi sekitar 2 juta orang telah menghidupkan kembali dan membawa masuk kembali iman kepada Kristus.
  • Penginjilan dilakukan secara hati-hati dan rahasia karena pekerja asing khawatir akan keselamatan dan pekerjaan mereka.
  • Penduduk setempat memiliki keinginan kuat untuk mencari sesuatu yang baru, sehingga menjadikan mereka terbuka terhadap ajaran tentang Allah.
  • Ada kebutuhan doa yang mendesak bagi umat percaya yang tumbuh imannya dan para pekerja Kristen yang melayani di sana.

Meskipun masih berada di bawah pengaruh Taliban, gerakan umat Kristen bawah tanah di Afghanistan menunjukkan perkembangan yang signifikan. Setelah perang, kembalinya sekitar 2 juta pengungsi membawa serta semangat dan iman dalam Kristus, sebuah hal yang dulunya sulit ditemukan di negara tersebut. Pekerjaan penginjilan tetap berjalan meskipun sangat sulit dan berbahaya, sehingga para pekerja asing harus ekstra hati-hati. Sumber iman baru sering kali datang melalui pengalaman supranatural atau jaringan umat percaya dari Pakistan. Kondisi ini menyoroti kebutuhan untuk bersyukur atas pertumbuhan iman lokal sekaligus berdoa agar Allah menguatkan para penganut dan para pekerja Kristen yang melayani di sana.