Sudan Tahun 2011

Beberapa gereja, paroki, dan sekolah milik gereja di Sudan bagian utara ditutup karena perpindahan besar-besaran orang-orang menuju ke selatan setelah dikeluarkannya Referendum Kemerdekaan Rakyat Sudan. Para pemilih di Sudan bagian selatan, sangat menyetujui kemerdekaan wilayah mereka dan kemerdekaan itu diharapkan sudah resmi terjadi Juli 2011. RC, Sekretaris Jenderal Dewan Gereja-Gereja Sudan menyatakan, "Karena perpindahan besar-besaran penduduk asal selatan dan Pegunungan Nuba, beberapa gereja (di wilayah utara) ditinggalkan dalam keadaan kosong. Setiap denominasi sedang memikirkan apa yang akan mereka lakukan dengan properti mereka..." Walaupun banyak orang Kristen dikabarkan telah kembali ke selatan dengan sukarela, beberapa pengamat mengatakan bahwa mereka pergi karena tidak yakin dengan keamanan mereka. Para pemimpin gereja khawatir gereja akan menderita seandainya pemerintah "agama sepupu" di utara mengadopsi hukum agama dengan tegas, seperti yang telah dikatakan. (t\Rinto)

Diterjemahkan dari:

Nama buletin : Body Life, Edisi April 2011, Vol. 29, No. 4
Nama kolom : World Christian Report
Judul asli artikel : Sudan: Churches Closing in North After Referendum
Penerbit : 120 Fellowship Adult Class at Lake Avenue Church, Pasadena
Halaman : 4

Pokok doa:

  • Doakan umat percaya di Sudan bagian selatan agar Tuhan memberi kekuatan kepada mereka pasca dikeluarkannya Referendum Kemerdekaan Rakyat Sudah.
  • Doakan agar Tuhan menggugah gereja-gereja di Sudan agar terus bersatu melayani jemaat dengan sebaik mungkin, di tengah situasi yang mengancam.

e-JEMMi 28/2011


  • Berdoalah untuk salah satu kota di Sudan Selatan, Abyei, sebuah wilayah sengketa di Sudan yang sudah dikuasai oleh pasukan Utara pada tanggal 21 Mei. Sejauh ini pihak Selatan belum menanggapi dengan kekerasan.
  • Berdoalah agar ada pemimpin-pemimpin berkepala dingin, sehingga mampu menciptakan kedamaian bagi kedua belah pihak di wilayah pertikaian tersebut.
  • Berdoalah agar embargo ekonomi segera dihapus. Perang harga dan kemiskinan benar-benar memengaruhi kehidupan masyarakat di banyak tempat, baik di wilayah Utara maupun Selatan.
  • Berdoalah untuk pemisahan hukum wilayah Utara dan Selatan (pada 8 Juli 2011 yang lalu). Doakan agar muncul pemimpin-pemimpin di tiga wilayah pertikaian: Khordufan Selatan, Abyei, dan Blue Nile.

Terima kasih karena Anda berdiri bersama-sama orang-orang Sudan dan Gereja-gereja di Sudan melalui doa-doa Anda! (t/Yudo)

Diterjemahkan dari:

Judul Buletin : Body Life Vol. 29, No. 6 June 2011
Nama Kolom : World Christian Report
Judul asli artikel : Sudan: Abyei Taken by North
Penerbit : 120 Fellowship Adult Class at Lake Avenue Church, Pasadena
Halaman : 4

e-JEMMi 32/2011

  • Sudan
  • Sudan Selatan
  • Referensi Kemerdekaan
  • Gereja Kristen
  • Migrasi Penduduk
  • Abyei
  • Konflik Utara-Selatan
  • Penyebab penutupan fasilitas gereja di Sudan Utara adalah migrasi besar-besaran penduduk dari wilayah Selatan setelah penyelenggaraan Referendum Kemerdekaan Rakyat.
  • Para pemimpin gereja khawatir bahwa properti dan keberadaan gereja di Utara akan terancam jika pemerintah setempat menerapkan hukum yang sangat kaku berdasarkan agama.
  • Situasi politik di Sudan sangat tidak stabil, ditandai dengan isu pemisahan hukum antara wilayah Utara dan Selatan yang diharapkan terjadi pada Juli 2011.
  • Terdapat kekhawatiran berkelanjutan mengenai konflik di wilayah sengketa seperti Abyei, yang membutuhkan upaya mencapai kedamaian melalui pemimpin yang bijaksana.

Artikel ini melaporkan kondisi gereja-gereja dan institusi Kristen di Sudan Utara pasca-Referendum Kemerdekaan Rakyat Sudan. Banyak gereja, paroki, dan sekolah milik gereja terpaksa ditutup karena terjadinya perpindahan penduduk besar-besaran dari wilayah Selatan dan pegunungan Nuba menuju ke selatan. Meskipun kekhawatiran akan masalah keamanan mendorong sebagian orang Kristen untuk kembali ke selatan secara sukarela, para pemimpin gereja merasa sangat khawatir bahwa properti gereja akan rentan dan mungkin menderita jika pemerintah di Utara menerapkan hukum berbasis agama secara ketat. Selain itu, situasi di Sudan diperumit oleh konflik berkelanjutan di wilayah sengketa seperti Abyei, yang memerlukan upaya keras untuk kedamaian dan pemisahan hukum antara Utara dan Selatan.