Banyak orang datang kepada Kristus melalui pekerjaan para pelayan Injil atau melalui uluran tangan kelompok-kelompok khusus. Tetapi, setelah mereka menjadi orang Kristen, mereka memerlukan suatu jemaat setempat untuk mengasuh dan membina mereka. Kelompok-kelompok pekabar Injil itu laksana perahu-perahu kecil yang dapat menghampiri cukup dekat untuk menembakkan seruit pada ikan paus. Tetapi perahu- perahu itu tidak dapat memproses lebih lanjut ikan paus itu; untuk memprosesnya diperlukan kapal besar yang mempunyai peralatan yang memadai. Sama seperti perahu-perahu kecil itu harus selalu kembali ke kapal yang lebih besar, demikian juga para pelayan Injil harus kembali kepada gereja dan peralatan rohaninya.
Perseorangan yang membawa orang lain kepada Kristus juga membutuhkan pangkalan untuk menaungi dan mengasuh mereka. Walaupun kita datang kepada Kristus sendiri-sendiri, kita tumbuh sebagai anggota satu tubuh. Tanpa suatu wadah untuk pengasuhan, kita mudah diserang musuh. Kita dapat melihat hal seperti ini pada saat timbulnya "Jesus Movement" pada tahun tujuh puluhan. Kita dapat menjangkau kaum hippy melalui pelayanan di jalan-jalan, tetapi begitu mereka menjadi Kristen, mereka harus bergabung dengan jemaat supaya tetap tinggal dalam iman baru mereka.
Gereja memainkan empat peranan khusus dalam pertumbuhan rohani seorang Kristen:
Ibadah
Kita dirancang oleh Allah untuk bertumbuh dalam persekutuan dengan sesama orang beriman. Tuhan mengumpulkan kita seperti batu-batu yang hidup untuk membangun suatu rumah yang di dalamnya, Ia berkenan untuk tinggal (1Petrus 2:5). Dalam Kitab Efesus, Paulus mengatakan bahwa kita adalah anggota keluarga Allah dan menjadi suatu rumah kudus. Waktu kita berkumpul bersama, kita menjadi "tempat kediaman Allah, di dalam Roh" (Efesus 2:19-22). Ketika kita berkumpul dengan sesama orang Kristen untuk beribadah, cakrawala kita diperluas dan kita semakin dikuatkan.
Pengasuhan
Jemaat memberikan makanan dan vitamin rohani yang hanya dapat diperoleh dalam kelompok yang lebih besar. Gereja adalah Stasiun Pusat tempat karunia dibagikan, penghiburan diberikan satu kepada yang lain, dan nasihat disampaikan. Kita bukan penyelam laut dalam secara rohani yang masing-masing memakai tabung oksigen sendiri yang dihubungkan dengan Allah. Allah telah merancang kita untuk saling membagi pengalaman dan saling memberi dorongan antara sesama orang Kristen.
Tugas gereja adalah mencari karunia rohani dari setiap anggotanya supaya setiap orang mengetahui kasih karunia yang harus ia berikan kepada orang lain. Sayangnya, banyak pendeta dan kaum awam bertindak seakan-akan karunia-karunia rohani hanya dimiliki oleh para pekerja Kristen yang bekerja purna waktu. Setiap jemaat harus mengusahakan perkembangan dan pemanfaatan karunia rohani setiap anggotanya agar gereja dapat menerima berkat-berkat Allah.
Nasihat
Kalau kita sendirian, maka kita mudah berjalan menyimpang. Di dalam kelompok yang lebih besar, kita dapat saling bertanggung jawab dan saling membagi hikmat kita. Amsal 27:17 menyebutkan, "Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya."
Kita hanya seperti bongkahan arang yang kehilangan tenaga bila dikeluarkan dari api. Untuk terus menyala, kita membutuhkan orang Kristen lainnya. Kebutuhan kita ini tidak akan terpenuhi dengan sendirinya; kebudayaan kita memupuk sifat individualisme yang tidak sehat. Tetapi tinggal di dalam Kristus berarti tetap berhubungan dengan anggota-anggota lain dari tubuhnya. Bila kita bersekutu dengan sesama orang Kristen, kita memperoleh kekuatan dari mereka, dan hidup kita diperkaya oleh karunia-karunia rohani mereka.
Pelayanan
Di dalam jemaat, kita dapat menyatukan dana dan kemampuan kita untuk menjangkau orang lain agar datang kepada Kristus. Kita dapat berhubungan dengan orang Kristen lain yang sama melayani, entah itu kepada mahasiswa internasional, kepada anak-anak belasan tahun, kepada para tunawisma, atau dalam misi dunia. Misalnya, melayani dua puluh orang mahasiswa internasional sangat sulit untuk dikerjakan oleh seorang saja, tetapi sekelompok orang dari satu gereja dapat bekerjasama dengan mudah merencanakan dan melaksanakan berbagai kegiatan-kegiatan.
Pertumbuhan rohani tidak terjadi tanpa unsur-unsur ini. Kita tidak diasuh hanya dengan tujuan untuk bertumbuh dengan mementingkan diri sendiri. Secara rohani, kita menjadi kuat karena sumbangan kita kepada tubuh Kristus dan juga karena kita dengan sengaja hidup dari makanan rohani.
| Judul Buku: | : | Pola Hidup Kristen -- Penerapan Praktis |
| Penyusun Buku | : | Josh McDowell |
| Judul Artikel | : | Peranan Gereja dalam Pertumbuhan Rohani |
| Penerbit | : | Yayasan Penerbit Gandum Mas bekerjasama dengan Lembaga Literatur Baptis dan Yayasan Kalam Hidup YAKIN -- 2002 |
| Penulis | : | Richard Lovelace |
| Halaman | : | 515 - 517 |
Edisi e-JEMMi
Kategori
Kolom Publikasi
- Printer-friendly version
- Log in to post comments
- Gereja
- Pertumbuhan Rohani
- Jemaat
- Persekutuan
- Ibadah
- Pengasuhan
- Pelayanan
- Gereja sangat penting dalam menjaga keberlangsungan iman setelah seseorang bertobat, karena ia berfungsi sebagai pangkalan atau wadah yang menaungi dan mengasuh anggota jemaat.
- Terdapat empat peran utama yang dimainkan gereja dalam mendukung pertumbuhan rohani seorang Kristen.
- **Ibadah:** Berkumpul bersama orang beriman membuat jemaat menjadi "tempat kediaman Allah" dan memperkuat cakrawala rohani setiap anggotanya.
- **Pengasuhan (Fellowship):** Jemaat adalah pusat pembagian "makanan dan vitamin rohani," tempat di mana karunia rohani dibagi, penghiburan diberikan, dan pengalaman bersama saling memperkuat.
- **Nasihat:** Berada dalam kelompok besar memberikan akuntabilitas dan saling tanggung jawab; kebutuhan ini menajamkan iman dan mencegah individu berjalan menyimpang.
- **Pelayanan:** Jemaat memungkinkan penyatuan dana dan kemampuan anggota untuk menjangkau misi yang lebih besar, baik di tingkat lokal maupun global.
Artikel ini menjelaskan bahwa meskipun proses awal seseorang mengenal Kristus dapat terjadi melalui pelayan Injil atau kelompok kecil, pertumbuhan rohani yang berkelanjutan dan pemeliharaan iman hanya dapat terjadi dalam lingkungan jemaat lokal atau gereja. Gereja diposisikan bukan hanya sebagai tempat berkumpul, tetapi sebagai "kapal besar" yang diperlukan untuk memproses dan menguatkan orang percaya. Menurut teks ini, gereja memiliki empat peran khusus yang esensial bagi seorang Kristen: menyediakan wadah peribadatan yang memperluas cakrawala rohani, memberikan pengasuhan rohani berupa pembagian karunia dan penghiburan, berfungsi sebagai tempat nasihat dan akuntabilitas (saling menajamkan), serta menjadi pusat pelayanan yang menyatukan sumber daya untuk menjangkau orang lain kepada Kristus. Oleh karena itu, pertumbuhan rohani adalah proses yang harus dijalani secara komunal dan integral.