Liberia/AS -- Perang saudara selama bertahun-tahun di Liberia yang menyebabkan para misionaris bangsa Barat pergi dari negara itu dan memaksa misionaris lokal melanjutkan pelayanan di sana. Meskipun ini adalah hal positif bagi gereja, Pastor Isaac Wheiger, penanggung jawab Liberian Wesleyan Church mengatakan hal tersebut berdampak pada kurangnya pendidikan teologi.
Wheiger mengatakan banyak pendeta telah pergi ke Amerika untuk mendapatkan pelatihan, namun itu pun belum berhasil. "Lebih dari 90% dari mereka yang memperoleh beasiswa ke Amerika tidak kembali lagi kemari. Jadi, Grand Rapids Theological Seminary (GRTS) memutuskan akan menyelenggarakan pendidikan teologi di Liberia." Presiden GRTS dari Cornerstone, Doug Fagerstrom,
mengatakan bahwa rencana ini lebih dari sekadar membawa teologi ke Liberia. "Grand Rapid Theological Seminary tidak tertarik untuk membuka cabang sekolah di seluruh dunia. Kami hanya tertarik untuk melatih sekelompok warga pribumi yang nantinya dapat membuka sekolah teologinya sendiri." Para pendeta dibutuhkan untuk menghadang laju pertumbuhan agama lain yang kemungkinan besar akan menguasai seluruh negeri kecuali ada sesuatu yang dilakukan.
[Sumber: Mission Network News, Mei 2006]
Pokok Doa:
- Naikkan permohonan dalam doa agar para hamba Tuhan dari gereja lokal di Liberia diperlengkapi dengan pendidikan teologia yang layak, juga agar mereka diberikan hikmat untuk memimpin dan mengajar jemaat.
- Mari kita mendoakan para hamba Tuhan yang disekolahkan ke luar negeri/Amerika agar berbeban untuk kembali lagi ke negera mereka dan membangun jemaat lokal yang kokoh serta mendirikan sekolah teologia di sana.
Kategori
- Printer-friendly version
- Log in to post comments
- Liberia
- Pendidikan teologi
- Misionaris lokal
- Perang saudara
- Grand Rapids Theological Seminary (GRTS)
- Perang saudara di Liberia menyebabkan misi gereja beralih kepada tangan misionaris lokal, menciptakan tantangan dalam kualitas pendidikan teologi.
- Upaya sebelumnya mengirim pendeta ke Amerika untuk pelatihan teologi terbukti kurang berhasil karena mayoritas tidak kembali ke Liberia.
- Sebagai solusinya, Grand Rapids Theological Seminary (GRTS) memutuskan untuk mendirikan program pendidikan teologi di dalam Liberia.
- Tujuan GRTS adalah melatih kelompok pribumi agar mereka mandiri dan mampu membangun sekolah teologi mereka sendiri, bukan membuka cabang asing.
- Pendidikan ini sangat penting untuk memperkuat jemaat lokal dan mencegah potensi dominasi agama lain di negara tersebut.
Setelah perang saudara berkepanjangan di Liberia memaksa para misionaris bangsa Barat pergi, pelayanan gereja diserahkan kepada misionaris lokal, yang meskipun positif, telah menyebabkan krisis kekurangan pendidikan teologi. Meskipun beberapa pendeta mencoba menempuh pelatihan di Amerika, sebagian besar tidak kembali. Menanggapi situasi ini, Grand Rapids Theological Seminary (GRTS) memutuskan untuk menyelenggarakan pendidikan teologi langsung di Liberia. GRTS tidak berencana membuka cabang permanen, melainkan berfokus melatih sekelompok warga pribumi yang kelak akan mampu mendirikan sekolah teologi mereka sendiri, guna menjaga keberlangsungan dan kekuatan jemaat lokal.