Kongo Tahun 2005

Tentara pasukan keamanan PBB melucuti senjata tentara militer lokal
di Kongo. Ini merupakan respon terhadap penyerangan yang menewaskan
9 orang Pakistan. Perwakilan dari Grace Ministries International
mengatakan bahwa kekerasan ini hanya terjadi di daerah Utara,
sedangkan di daerah Selatan perdamaian berjalan sangat baik.

Dia
juga mengatakan bahwa pelayanan sudah bisa dilanjutkan kembali.
"Kami telah mengirimkan 60 sepeda bagi para penginjil sehingga
mereka bisa kembali melakukan perjalanan dan mempermudah kunjungan
mereka dari satu tempat ke tempat lain. Ini merupakan hal yang
sangat positif." Perwakilan dari Grace Ministries juga mengatakan
bahwa orang-orang Kongo telah disiapkan untuk mendengar Kabar Baik.
"Ketika Injil disharingkan kepada orang-orang Kongo, ada banyak
respon dari mereka yang mendengarnya."

[Sumber:Mission Network News, March 3rd 2005]

Pokok Doa:



  1. Mengucap syukur atas pelayanan yang dilakukan oleh Grace
    Ministries International di Kongo. Kiranya Roh Kudus selalu
    menyertai pelayanan mereka dan Allah akan senantiasa memenuhi
    segala kebutuhan yang diperlukan untuk pelayanan mereka.


  2. Doakan orang-orang Kongo yang merespon terhadap Injil yang
    diberitakan. Mereka bisa mendapat pelayanan follow-up yang tepat
    dan penguatan iman untuk bertahan di tengah-tengah lingkungan
    mereka.

e-JEMMi 12/2005

Kategori

  • Kongo
  • 2005
  • Pelayanan Misi
  • PBB (Pasukan Keamanan PBB)
  • Kabar Baik/Injil
  • Kekerasan dan Perdamaian
  • Pasukan keamanan PBB terlibat dalam pelucutan senjata militer lokal di Kongo menyusul insiden kekerasan yang menewaskan warga negara asing.
  • Situasi keamanan menunjukkan perbedaan; kekerasan dilaporkan hanya terjadi di daerah Utara, sementara daerah Selatan berada dalam kondisi damai.
  • Pelayanan misi telah dapat dilanjutkan kembali, didukung dengan pengiriman 60 sepeda untuk memfasilitasi perjalanan penginjil.
  • Ada respon positif yang signifikan dari masyarakat Kongo terhadap Injil yang diberitakan, menandakan kesiapan mereka untuk menerima Kabar Baik.

Laporan tahun 2005 mengenai Kongo menunjukkan adanya upaya stabilisasi keamanan, di mana pasukan PBB telah melucuti senjata militer lokal sebagai respons atas serangan. Meskipun kekerasan masih terjadi di daerah Utara, situasi di daerah Selatan dilaporkan berjalan damai, memungkinkan dimulainya kembali pelayanan misi. Untuk mempermudah kunjungan para penginjil, pihak Grace Ministries International telah mengirimkan 60 sepeda. Secara rohani, orang-orang Kongo menunjukkan respon yang sangat positif terhadap penyebaran Kabar Baik, menunjukkan kesiapan mereka untuk menerima Injil.