Benin Tahun 2007

Setelah tiga puluh tahun masa penerjemahan, pada akhir April 2007, delapan ratus orang suku Monkole merayakan selesainya kitab Perjanjian Baru dalam bahasa Monkole yang pertama. Terima kasih atas kerja sama penduduk lokal yang menjadi anggota SIM International sehingga dua ribu kopi kitab Perjanjian Baru itu dapat dicetak di Benin sebagai percobaan. Lima puluh kopi Kitab Perjanjian Baru terjual pada hari pertama peluncurannya. Raja Monkole percaya bahwa sekarang bahasa mereka akan dapat abadi karena sudah diwujudkan dalam bentuk tulisan. Doakan agar tersedianya firman Tuhan dalam bahasa mereka dapat memperbarui semangat dan visi di gereja Monkole.

http://www.MNNonline.org/article/9908

Diterjemahkan dari : Mission News, Maret 2007
Berita selengkapnya :

Pokok Doa

  • Bersyukur untuk anugerah Tuhan bagi rakyat suku Monkole sehingga sekarang mereka bisa menikmati firman Tuhan dalam bahasa ibu mereka. Biarlah kebenaran Tuhan memancar di tengah-tengah masyarakat Monkole.

  • Berdoalah agar pendistribusian Alkitab dapat berjalan dengan baik dan banyak orang boleh memilikinya. Berdoalah agar Roh Kudus mengobarkan semangat mereka untuk mempelajari firman Tuhan dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

e-JEMMi 27/2007

Kategori

Kolom Publikasi

  • Benin
  • Suku Monkole
  • Perjanjian Baru
  • Penerjemahan Alkitab
  • Bahasa Monkole
  • Kitab Suci
  • Suku Monkole di Benin berhasil menyelesaikan penerjemahan kitab Perjanjian Baru dalam bahasa asli mereka setelah kurun waktu tiga puluh tahun.
  • Pencetakan perdana dilaporkan melibatkan dua ribu salinan, yang menandai momen penting bagi pelestarian dan pemahaman bahasa Monkole secara tertulis.
  • Peristiwa ini dilihat sebagai sumber kebahagiaan besar, di mana bahasa Monkole dipercayai kini telah mendapatkan bentuk keabadian melalui tulisan suci.
  • Artikel ini juga menyerukan doa agar penyebaran Alkitab dapat dilakukan dengan baik, serta agar masyarakat Monkole dimampukan oleh Roh Kudus untuk menjadikan firman Tuhan panduan hidup mereka sehari-hari.

Pada akhir April 2007, suku Monkole di Benin merayakan sebuah tonggak sejarah rohani dengan selesainya kitab Perjanjian Baru pertama dalam bahasa Monkole, setelah melalui masa penerjemahan selama tiga puluh tahun. Berkat kerja sama lokal, sebanyak dua ribu salinan Alkitab dicetak di Benin, dan pada hari peluncuran, lima puluh kopi berhasil terjual. Keberhasilan ini menimbulkan kebahagiaan besar, dipercaya Raja Monkole bahwa bahasa mereka kini telah abadi dalam bentuk tulisan. Artikel ini juga menekankan pentingnya syukur atas anugerah firman Tuhan dalam bahasa ibu, sekaligus menyerukan doa agar penyebaran Alkitab berjalan lancar dan Roh Kudus mampu membakar semangat masyarakat Monkole untuk mempelajari dan mengaplikasikan ajaran tersebut.