ERITREA -- Dua orang Kristen dilaporkan telah meninggal dalam penjara yang berbeda di Eritrea, karena tidak mendapatkan perawatan medis di tengah tindak kekerasan yang dilakukan berulang-ulang oleh otoritas setempat terhadap anggota gereja yang tidak terdaftar. Menurut BA, salah seorang martir itu adalah perempuan berumur 27 tahun yang ditangkap karena membaca Alkitab di kamar tidurnya. Gelombang baru razia, yang dimulai pada malam Tahun Baru, menyebabkan lebih dari 100 orang yang percaya Injil ditahan. BA mengatakan bahwa hampir seluruh jemaat -- 41 orang -- dari ibukota, Asmara, telah dimasukkan ke dalam tahanan; mereka dilaporkan telah dipukuli di sana. Ribuan orang Kristen diyakini telah dipenjara tanpa diadili dalam sistem penahanan Eritrea yang terkenal buruk. (t\Rinto)
Diterjemahkan dari:
| Nama buletin | : | Body Life, Edisi Maret 2011, Volume 29, No. 3 | |
| Nama kolom | : | World Christian Report | |
| Judul asli artikel | : | Eritrea: Two Die in Prison, 100 Others Detained | |
| Penerbit | : | 120 Fellowship Adult Class at Lake Avenue Church, Pasadena | |
| Halaman | : | 4 |
Pokok doa:
- Berdoa untuk orang percaya di Eritrea yang masih mendekam di penjara, agar Tuhan memberi kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab di penjara.
- Berdoa agar Tuhan membuka hati para petugas di penjara Eritrea, sehingga mereka memperlakukan setiap tahanan dengan rasa kemanusiaan yang seharusnya.
- Log in to post comments
- Eritrea
- Penganiayaan Kristen
- Penahanan politik
- Penjara
- Hak asasi manusia
- Anggota gereja
- Dua orang Kristen dilaporkan meninggal di penjara Eritrea karena tidak mendapat perawatan medis setelah mengalami kekerasan dari otoritas lokal.
- Penganiayaan dan penangkapan menargetkan anggota gereja Kristen yang tidak terdaftar, termasuk kasus penangkapan karena aktivitas keagamaan seperti membaca Alkitab.
- Gelombang razia terbaru menahan lebih dari 100 orang penganut Injil, dan seluruh jemaat di Asmara dilaporkan ditahan dan dipukuli.
- Ribuan orang Kristen diperkirakan ditahan dan dipenjara secara massal tanpa melalui proses peradilan yang semestinya.
Laporan tahun 2011 mengungkap situasi krisis kemanusiaan di Eritrea, di mana dua orang Kristen dilaporkan meninggal di penjara akibat tidak mendapatkan perawatan medis setelah menjadi korban kekerasan berulang dari otoritas setempat. Tindakan penganiayaan ini secara spesifik menargetkan anggota gereja yang tidak terdaftar, seperti kasus seorang wanita 27 tahun yang ditahan karena membaca Alkitab. Kondisi ini diperparah oleh gelombang razia yang menahan lebih dari 100 orang jemaat, termasuk hampir seluruh jemaat di ibu kota, Asmara. Secara keseluruhan, ribuan orang Kristen diperkirakan masih dipenjara tanpa diadili dalam sistem penahanan Eritrea yang dilaporkan sangat buruk.