Afak lahir dan dibesarkan dalam sebuah keluarga "muslim Orthodox". Dia mempunyai empat saudara laki-laki dan empat saudara perempuan. Ketika dia masih muda, ibunya meninggal dan dia dikirim ke sekolah Muslim, Madrassa, di mana dia belajar bahasa Arab dan Urdu. Dia adalah seorang murid yang tekun dan ingin sekali mengetahui Allah yang sejati serta mau menyembah Dia dengan sungguh-sungguh.
Suatu hari, saat sedang membaca Al Qur'an seperti biasa, Afak terpaku pada ayat Al Qur'an dalam Sura 4:171, di mana Yesus digambarkan sebagai Ruh-e-allah, Roh Allah. Hal ini membingungkan Afak karena selama ini dia menganggap Yesus sebagai salah satu nabi, sesuai dengan ajaran Islam yang diterimanya. Namun, dalam kitab Sura dituliskan bahwa Yesus adalah Roh Allah. Lalu, Afak menemui seorang pendeta Kristen yang menjelaskan kepadanya bahwa Yesus adalah satu-satunya jalan untuk dapat mengenal Allah dan keselamatan hanya ada di dalam Dia.
Mulai saat itu, terjadilah pergumulan dalam diri Afak saat dia terus membaca, baik Al Quran maupun Alkitab. Afak meluangkan waktu dengan para pemimpin Islam dan juga seorang pendeta Kristen untuk bertanya kepada mereka secara teratur. Ketika mengetahui bahwa Afak juga berdiskusi dengan pendeta Kristen, para pemimpin Islam lambat laun mulai membenci Afak.
Meskipun menghadapi resiko secara fisik, pendeta Kristen terus membantu Afak dan beberapa waktu kemudian Afak menjadi percaya dan yakin bahwa Yesus adalah satu-satunya jalan keselamatan. Keluarga Afak menjadi sangat marah karena Afak menjadi pengikut Kristus. Akhirnya, mereka menolak Afak dan mengusirnya dari rumah. Mereka sudah menganggap Afak sebagai orang asing. Segera setelah peristiwa itu terjadi, Afak memutuskan untuk bersedia dibaptis.
Sekarang, Afak melayani orang-orang muslim di India, khususnya dalam sebuah program pemberantasan buta huruf. Imannya kepada Kristus terus bertumbuh dan dia semakin terbeban untuk menjangkau orang-orang Muslim dan mengenalkan mereka kepada Kristus.
Sumber: 30-days@ls.pmbx.net
List-Subscribe: 30-days-on@ls.pmbx.net
Kategori
Keywords
- Printer-friendly version
- Log in to post comments
- Afak
- Muslim Orthodox
- Al-Quran
- Alkitab
- Yesus Kristus
- Konversi Iman
- India
- Keselamatan
- Afak memulai hidupnya sebagai murid Islam yang tekun dalam tradisi "muslim Orthodox", mempelajari bahasa Arab dan Urdu.
- Titik balik imannya terjadi ketika ia membaca Sura 4:171 dalam Al-Quran, yang membuatnya mempertanyakan pandangan tradisionalnya tentang Yesus, yang kemudian diperkuat oleh penjelasan seorang pendeta Kristen.
- Afak menjalani pergumulan intelektual yang intens melalui perbandingan antara Al-Quran dan Alkitab, hingga akhirnya ia meyakini bahwa Yesus Kristus adalah satu-satunya jalan keselamatan.
- Meskipun menghadapi penolakan dari keluarga dan pemimpin Islam, Afak tetap teguh dalam imannya, akhirnya dibaptis, dan kini melayani komunitas Muslim di India dalam misi pemberantasan buta huruf.
Afak adalah seorang pria yang dibesarkan dalam keluarga Muslim Orthodox dan menempuh pendidikan Islam, namun pergumulan imannya dimulai ketika ia menemukan ayat dalam Al-Quran yang mendeskripsikan Yesus sebagai Roh Allah. Setelah mendapatkan penjelasan dari seorang pendeta Kristen bahwa Yesus adalah satu-satunya jalan keselamatan, Afak terlibat dalam diskusi mendalam antara ajaran Islam dan Kristen, memicu perlawanan dari komunitas Muslimnya. Meskipun menghadapi penolakan keras dan pengusiran dari keluarga, Afak akhirnya yakin akan Kristus. Saat ini, Afak mendedikasikan dirinya untuk melayani dan menjangkau orang-orang Muslim di India, melanjutkan misinya memperkenalkan Kristus kepada komunitasnya.