Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are heree-JEMMI No.11 Vol.04/2001 / Suku Gayo (Aceh Tengah)

Suku Gayo (Aceh Tengah)


Suku Gayo tinggal di Aceh Tengah, di Dataran Tinggi Gayo, yang berada di sela-sela Bukit Barisan yang ditutupi hutan primer. Belum terdapat sarana perhubungan yang layak, sehingga kelompok-kelompok orang Gayo jarang melakukan kontak satu sama lain. Bahasa mereka adalah bahasa Gayo, yang memunyai dua dialek, dialek Gayo Lut dan Gayo Luwes. Suku Gayo tidak memiliki bahasa tulisan. Cerita rakyat yang ada merupakan cerita yang diturunkan secara lisan turun temurun dalam bentuk puisi.

Mata pencaharian utama mereka adalah bertani dan berkebun dengan hasil utamanya kopi. Mereka juga mengembangkan kerajinan membuat keramik, menganyam, dan menenun. Kerajinan lain yang cukup mendapat perhatian adalah kerajinan membuat sulaman kerawang Gayo, dengan motif yang khas.

Rumah tempat tinggal suku Gayo disebut "Umah." Rumah ini ditempati oleh beberapa keluarga dekat, dan dibuat dari kayu dan daun-daun palem. Salah satu unsur budaya yang tidak pernah lesu di kalangan masyarakat Gayo adalah kesenian yang cenderung berkembang terus. Bentuk kesenian Gayo antara lain saman, didong, yaitu perpaduan seni gerak, sastra, puisi, dan seni suara. Selain itu hiburan dan rekreasi dalam bentuk-bentuk kesenian ini memunyai fungsi ritual, pendidikan, penerangan, sekaligus sebagai sarana untuk mempertahankan keseimbangan dan struktur sosial masyarakat.

Sebagian besar orang Gayo di pedalaman masih mempercayai roh-roh dan hantu yang baik dan jahat serta mengkultuskan orang-orang suci yang masih hidup ataupun yang sudah meninggal. Mereka berusaha mengambil hati dengan memberikan persembahan dan mengadakan praktik-praktik pemujaan.

Suku Gayo membutuhkan tenaga medis terutama untuk penyuluhan kesehatan mereka karena masyarakat masih rendah pemahamannya akan kesehatan. Mereka juga membutuhkan tenaga pengajar terutama tenaga pengajar eksakta untuk sekolah menengah atas, dan juga fasilitas pendidikan yang lain seperti perpustakaan. Selain itu tenaga penyuluh pertanian/peternakan pun dibutuhkan untuk meningkatkan hal mata pencaharian mereka.

Populasi : 180.000 jiwa
Bahasa : Gayo
Agama Mayoritas : Islam
Anggota Gereja : 7 (0.003 persen)
Alkitab dalam bahasa Rejang : Tidak Ada
Film Yesus dalam bahasa Rejang : Tidak Ada
Siaran radio pelayanan dalam bahasa Rejang : Tidak Ada

Pokok Doa:

  1. Bersyukur untuk 7 orang suku Gayo yang sudah percaya. Doakanlah agar iman mereka dapat bertumbuh dan dapat mengajak keluarga/saudara/teman-temannya agar mengenal Yesus juga.

  2. Doakan untuk pemenuhan kebutuhan tenaga medis, tenaga pengajar, dan juga tenaga penyuluh pertanian/peternakan.

Sumber: CD-ROM SABDA

e-JEMMi 11/2001