Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are heree-JEMMI No.06 Vol.04/2001 / Suku Banten (Jawa Barat)

Suku Banten (Jawa Barat)


Suku Banten tinggal di wilayah Kabupaten Serang (Banten Utara), Jawa Barat. Daerah Banten memunyai karakteristik budaya yang berbeda dibandingkan daerah Parahyangan pada umumnya yang penghuninya berbahasa Sunda. Hal ini terutama terlihat pada penduduk Banten Utara (Kabupaten Serang) yang sebagian besar berbahasa Jawa-Banten. Sedangkan penduduk Banten Selatan (Kabupaten Pandeglang dan Lebak) sebagian besar berbahasa Sunda.

Penduduk Banten Utara dikenal sebagai orang yang fanatik, agresif, cenderung memberontak, dan cerdas. Mayoritas penduduk adalah petani dan pengusaha. Di antara unsur-unsur yang membentuk kebudayaan mereka, hampir tidak terdapat ciri-ciri peradaban Hindu-Jawa. Sebaliknya, pengaruh Islam sangat kuat.

Daya tarik Banten masih tetap kuat, terutama bagi para ahli kepurbakalaan dan mereka yang berminat pada peninggalan sejarah. Sejarah telah mengukir Banten sebagai salah satu kerajaan terkenal pada masa lampau. Di daerah Banten banyak terdapat obyek wisata, mulai dari cagar alam, Mesjid Agung Banten, makam-makam para Sultan Banten, dan peninggalan budaya purbakala lainnya. Konon ada "batu bersusun sembilan" yang tingginya mencapai 15 m, yang merupakan peninggalan jaman megalitik. Sebagai daerah tujuan wisata, Banten mulai terbuka terhadap dunia luar. Walau demikian, tradisi dan budaya mereka tetap terpelihara dan dianut secara dalam. Dari sejak berdirinya pemerintahan Kesultanan Banten hingga kini, mayoritas agama orang Banten adalah Islam. Orang Banten yang menjadi orang percaya, mengalami tantangan yang amat berat dari masyarakatnya.

Bagi kemajuan dan perkembangan masyarakat Banten, mereka memerlukan perluasan wawasan. Terbukanya daerah ini untuk pariwisata tentunya akan mendukung perkembangan ke arah ini. Selain itu, orang Banten yang tinggal di daerah terpencil, seperti misalnya di pulau Pajang di Teluk Banten, masih membutuhkan usaha-usaha pengentasan kemiskinan.

Populasi : 500.000 jiwa
Bahasa : Banten
Agama Mayoritas : Islam
Anggota Gereja : 3400 (0,68 persen)
Alkitab dalam bahasa Rejang : Ada
Film Yesus dalam bahasa Rejang : Tidak Ada
Siaran radio pelayanan dalam bahasa Rejang : Tidak Ada

Pokok Doa:

  1. Berdoa bagi sejumlah kecil orang Banten yang telah menjadi percaya. Doakan agar iman mereka terus bertumbuh di tengah-tengah tantangan berat yang mereka harus hadapi.

  2. Berdoa agar pemerintah daerah setempat memikirkan tentang pengembangan pariwisata, yang sekaligus dapat membuka lebih besar lapangan pekerjaan yang akan membantu usaha pengentasan kemiskinan.

Sumber: CD-ROM SABDA

e-JEMMi 06/2001