Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are hereSisih Kehidupan -1

Sisih Kehidupan -1


By sumantriono sitio - Posted on 22 May 2008

Hidup ini memang memiliki sisih yang sangat mempengaruhi langkah kedepan. Masih segar dalam ingatan saya bagaimana perjalanan pertobatan yang saat ini saya jalani. Melalui kesaksian ini saya rindu menyampaikan kepada setiap orang tua untuk menjaga keutuhan rumah tangga dan kepada para generasi muda untuk berhati-hati dalam melangkah.

Saya dibesarkan oleh seorang ibu yang penuh pengorbanan dan pengabdian, ayah saya telah memilih jalan pintas ketika ia menghadapi goncangan dan meninggalkan kami. Sehingga saya harus tumbuh tanpa mengenal dan merasakan kasih sayang seorang ayah.

Akhirnya sisi kehidupan ini mengarahkan saya untuk mencari jati diri, sayangnya jati diri yang sesungguhnya tidak saya dapatkan. Kehidupan anak kos di Kota Bandung membuat saya jatuh dalam pergaulan yang sangat-sangat tidak baik. Kejatuhan demi kejatuhan terjadi. Jati diri yang rapuh membuat saya gagal dari Sekolah Tekstil. Tidak sampai disini, sayapun gagal kembali dari Politeknik ITB. Sisih kehidupan mengarahkan saya untuk mencari uang dan kepuasan duniawi. Pada saat itu dendam dan amarah terhadap ayah yang tidak mempedulikan anaknya membuat saya berfikir "Saya harus kaya dan dengan kekayaan saya harus menghancurkannya". "Saya harus kaya dan merusak wanita, karena wanitalah yang telah membuat ayah saya pergi". Tetapi Bapa disurga berkata lain, uang yang terkumpul semua habis, cita-cita saya tak tercapai dan harus Drop Out dari Sekolah.

Pada saat ini hadirlah seorang hamba-Nya, Mas Mo. Dia begitu gigih untuk dipakai Bapa menolong saya dari jurang dosa masuk dalam sisih kehidupan yang lain. "Mungkin bapakmu telah menyiayiakan bahkan menyakitimu, tetapi Bapak disurga sangat mengasihimu", kata-kata inilah yang selalu di sampaikannya.

Awalnya saya sulit menerima, bahkan untuk menyebut nama Bapa dalam doa sekalipun saya sulit. Puji Tuhan melalui pelayanan Mas Mo dan Persekutuan Doa Ebenhaezer di KPAD Gegerkalong perlahan-lahan saya dipulihkan. Sisi kehidupan yang telah rusak diperbaharui dengan kehadiran Seorang Bapa. Hingga dalam suatu persekutuan saya merasakan dekapan hangan seorang Bapa, Bapa yang dengan lembut membelai dan berkata, "Anakku kembalilah Aku mengasihimu, Akulah Bapamu, Akulah Penolongmu, kau merindukan dekapan seorang Bapa, dekaplah Aku". Dekapan itu sungguh sangat indah, tak bisa disampaikan lewat kata-kata. Yah Dia Bapaku, meski aku terbuang dan diterlantarkan oleh seorang bapa, tetapi ada Bapa yang sangat perduli dengan hidupku.

Tanggal 21 Juni 1996, Allah memulihkanku, GOR Saparua Bandung dipilih Allah menjadi tepat yang tak terlupakan, GKKD Bandung dipakai-Nya menuntut jalan pertobatan, Mas Mo menjadi Pembimbing Rohani yang sabar.

Sisih kehidupanku terus dipakai iblis untuk menyerang, aku sering jatuh bangun dalam dosa, tetapi Bapa terus membelai dengan lembut dan berkata, "bangun dan kembali anak-Ku".

Bahkan ketika aku sudah memuridkan, aku pernah jatuh kembali dalam perzinahan, tetapi Bapaku yang satu ini sangat luar biasa. Dia benar-benar memulihkan sisih kehidupan yang telah lama rusak, Kasih Bapa begitu lembut dan luar biasa. Segala Pujian Hormat dan Kemulian Adalah milik-Nya.

Dalam doa di Ungaran, Bapa kembali hadir dengan cara yang sangat luar biasa. Ketika aku berlutut dan mohon ampun, Dia begitu setia mendekapku dan memelukku dengan begitu erat, dekapan-Nya begitu hangat, lembut dan begitu beribawa. Bapa pakaialah aku menjadi alat-Mu, hanya itu yang sanggup keluar dari mulut ini.

Saya pun kembali studi, tetapi di STT Doulos Bandung, dengan suatu kerinduan menjadi seorang anak yang mengabdi kepada Bapa yang setia. Saudara/i jangan pernah mau meninggalkan-Nya, seburuk apapun sisi kehidupanmu, ijinkan Allah memulihkan. Maka luka batin, amarah bahkan kepahitanmu akan dipulihkan-Nya, Jangan mencari jati diri ditempat lain.

Bapak/Ibu peliharalah pernikahan dalam persekutuan dengan Kasih Kristus, bagaimanapun keburukan pasanganmu kasihilah. Jangan pernah mencari alasan untuk meninggalkannya, karena anaklah yang akan menjadi korban. Hal ini yang akan dipakai iblis menjadi sisi kehidupan yang akan menghancurkannya.

Bapa adalah pemulih yang seutuhnya. Amin