Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are herePERTUMBUHAN YANG DIWAJIBKAN ATAS KAUM MUDA KRISTEN

PERTUMBUHAN YANG DIWAJIBKAN ATAS KAUM MUDA KRISTEN


By novi - Posted on 06 February 2009

Bagaimana seharusnya pertumbuhan seorang pemuda/pemudi Kristen? Untuk mendapatkan teladan sempurna, marilah kita menjajagi pertumbuhan Yesus sewaktu masa muda. Memang tentang masa muda Yesus tidaklah banyak diungkapkan Alkitab, namun dalam Lukas 2:52 kita memperoleh keterangan sebagai berikut: "Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia."

Walaupun keadaan dunia masa kini tentu berbeda dengan keadaan dunia di zaman Yesus berusia muda, namun persoalan-persoalan dasar anak-anak muda pada segala zaman tidaklah berbeda. Karena itu para muda-mudi zaman ini, dapat belajar banyak dari kehidupan Yesus semasa mudanya.

Dari Lukas 2:52 ini kita memperoleh keterangan bahwa Yesus meningkat pertumbuhannya, baik secara jasmaniah, sosial dan spiritual.

  1. Yesus bertumbuh meningkat secara jasmaniah (Lukas 2:52 -- "Yesus semakin bertambah benar").

    Memang adalah kewajiban anak-anak muda untuk meningkatkan kesehatan dan pertumbuhan tubuhnya. Bukankah Alkitab mengajar bahwa tubuh orang-orang percaya merupakan tempat kediaman Roh Allah atau Roh Kudus, dan kita wajib mempersembahkan tubuh kita kepada Allah sebagai korban yang hidup (Roma 12:1 -- "supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus, dan yang berkenan kepada Allah").

    Untuk dapat demikian kita harus "hidup bersih". Artinya, menjauhkan diri dari hal-hal atau kebiasaan yang merusak kesehatan dan pertumbuhan jasmaniah kita. Berolahragalah secara teratur dan tekun. Banyak orang Kristen melalaikan persoalan kesehatan tubuh, dan mengira orang-orang Kristen tidak perlu berolahraga. Sedangkan justru salah satu cara terbaik untuk memerangi kenakalan dan kebejatan moral anak-anak muda adalah membuat mereka gemar berolahraga.

    Tidak jarang kehidupan Kristen oleh Alkitab disamakan dengan suatu perlombaan di arena olahraga. Seperti Ibrani 12:1 mengajarkan: "marilah kita meninggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita". Dari ayat ini kita peroleh dua syarat untuk dapat memenangkan suatu perlombaan, yaitu "kehidupan yang bersih" dan "konsentrasi penuh disertai ketekunan". Bukankah setiap pelatih olahraga tahu bahwa "hidup bersih" adalah syarat dasar bagi tercapainya stamina jasmani yang baik bagi seorang olahragawan. Tidaklah mungkin seorang atlet menjadi bintang lapangan dengan membiarkan dirinya hidup tidak berdisiplin, hidup dalam kebiasaan-kebiasaan yang merusak kesehatan dan pertumbuhan jasmaninya.

    Kehidupan merupakan selalu suatu tantangan. Betapa dunia masa kini memerlukan sangat pemimpin-pemimpin. Namun hanyalah mereka yang tekun mendisiplinkan diri untuk mencapai cita-cita luhur, akan menjadi pemimpin-pemimpin di hari depan. Apabila seorang atlet mendahulukan kebiasaan-kebiasaan buruk di atas usaha peningkatan keahliannya atau kemampuannya, maka ia tidak pernah akan dapat meraih kemenangan. Sebagaimana seorang atlet, untuk dapat menang, memerlukan bimbingan seorang pelatih dan harus menaati instruksi-instruksinya, maka demikian pula di bidang rohani atau spiritual, kita memerlukan bimbingan Yesus Kristus, dan harus menaati-Nya, untuk dapat meraih kemenangan, Ibrani 12:2 mengajar: "marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan".

  2. Yesus juga bertumbuh meningkat secara sosial (Lukas 2:52 -- "Yesus makin dikasihi oleh manusia").

    Selama Yesus berada di dunia, Ia banyak bergaul dengan berbagai orang. Ia bukannya hidup menyendiri, tetapi menjumpai berbagai orang dan menghadiri berbagai acara, seperti acara pesta perkawinan dan bahkan acara makan dengan para pemungut cukai. Karena itu Ia menghendaki agar orang-orang percaya juga hidup baik secara sosial, tentu dengan cara yang benar. Alkitab tidak pernah mengajar bahwa orang-orang Kristen harus hidup menyendiri dengan muka yang suram selalu. Sebaliknya, kita harus bersukacita, selalu murah senyum, menikmati kehidupan dengan cara yang benar, dengan Kristus sebagai pusat kehidupan sosial kita. Adalah suatu kenyataan bahwa anak-anak muda yang mengenal Yesus Kristus, adalah anak-anak muda yang bahagia selalu. Karena Kristus yang memasuki kehidupan orang-orang percaya, merubah kepribadian mereka menjadi pribadi-pribadi yang lapang dan damai hati, sehingga menjadi pribadi-pribadi menarik dalam pergaulan. Kristus membebaskan Anda dari rasa kurang percaya diri, rasa tertekan dan serba takut, yang menghambat pertumbuhan pribadi Anda dan kehidupan sosial Anda. Ia dapat menghilangkan sifat egosentris Anda, merubah Anda menjadi pribadi yang memperhatikan kesejahteraan orang lain, menjadi pribadi yang selalu bersukacita, yang membawa terang kelingkungan sekeliling Anda. Seseorang yang benar-benar Kristen, memiliki kelapangan batin, kedamaian batin, yang merupakan suatu modal yang diperlukan dalam pergaulan sosial. Sungguh Kristus mampu membuat Anda berkepribadian kuat, berkepribadian seimbang, apabila Anda merelakan diri diatur oleh-Nya.

  3. Yesus juga bertumbuh meningkat secara spiritual (Lukas 2:52 -- "Yesus bertambah hikmat-Nya dan makin dikasihi oleh Allah").

    Adapun pertumbuhan spiritual kita peroleh dari ketekunan mempelajari Firman Allah dan berdoa kepada-Nya. Alkitab mengajar kita untuk: "bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juru Selamat kita, Yesus Kristus" (2 Petrus 3:18). Percaya dan menyerahkan diri kepada pengaturan-Nya, Ia akan memberikan kita hikmat dan pengertian. Apabila Anda menyerahkan kehidupan Anda kepada-Nya, Ia akan memimpin seluruh pemikiran Anda, seluruh kepribadian Anda.

    Seluruh hikmat dunia adalah saja suatu kebodohan dalam pandangan Allah. Sedang berita Injil, dianggap suatu kebodohan oleh dunia, namun bagi kita yang percaya, berita Injil adalah kekuatan Allah yang tidak terbatas. Kita tidak dapat bertumbuh secara spiritual tanpa menyerahkan kehidupan kita kepada pengaturan Yesus Kristus. Sudahkah Anda menyerahkan hidup Anda kepada Yesus Kristus? Sehingga Ia dapat merubah kehidupan Anda, sehingga Anda mampu mengatasi berbagai cobaan dan rintangan, dan mampu bertumbuh secara spiritual?

Mungkin Anda telah berkali-kali mencoba menjalani kehidupan Kristen namun setiap kali menemui kegagalan. Mengapa? Karena Anda mencoba melakukannya dalam kekuatan Anda sendiri. Sedangkan Anda harus dahulu menerima Yesus Kristus dalam hati Anda, sehingga dengan demikian Ia melalui Roh-Nya dapat hidup dalam diri Anda, memberikan Anda kekuatan baru, dinamika baru untuk dapat hidup benar, untuk dapat menjalani kehidupan Kristen. Ia akan menyertai dan menolong Anda, di manapun Anda berada, baik Anda di sekolah, di kampus, maupun di dalam bis, atau di rumah kawan.

Setiap anak muda merindukan kebahagiaan, merindukan seseorang yang dapat memuaskan kerinduan terdalam mereka. Sesungguhnya, hanyalah pada Yesus Kristus saja Anda dapat menemukannya. Hanyalah Yesus Kristus yang dapat memberikannya, yang dapat memberikan Anda kepuasan sempurna, karena Ia adalah yang Mahasempurna. Pemazmur menyatakan kenyataan ini sebagai berikut: "di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa" (Mazmur 16:11). Seharusnyalah Kristus menjadi "Pahlawan dan Idola setiap hati manusia. Karena Ia sungguh menawan, menggetarkan dan memuaskan hati kita. Dengan Kristus memenuhi hati kita, kita mampu hidup semaksimal mungkin.

Hampirilah Dia sekarang juga. Akuilah kesalahan-kesalahan Anda kepada-Nya. Dan relakanlah Ia memasuki hati Anda, dan Ia pasti akan membuat Anda menjadi seorang pemuda atau pemudi Kristen, seperti yang Anda cita-citakan untuk diri Anda. Yang mampu menikmati-Nya dan menjadi garam dan terang bagi sanak keluarga, kawan-kawan sekeliling Anda.

Diambil dari:

Judul majalah : Hikmat Kekal, Edisi Mei/Juni 1986, No. 30
Judul artikel : Pertumbuhan yang Diwajibkan Atas Kaum Muda Kristen
Penulis : Tidak dicantumkan
Penerbit : Yayasan MST, Jakarta 1986
Halaman : 32 -- 34