Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are herePertobatan Seorang Ibu

Pertobatan Seorang Ibu


By Ani - Posted on 13 March 2007

Akhir tahun 2006 saya memulai pelayanan baru di gereja, yaitu sebagai penari tambourine. Ada kurang lebih 10 anak, dari SD kelas 5 sampai SMA yang mengikui kegiatan awal ini. Mereka berlatih dengan giat, dan karena keinginan yang begitu besar, akhirnya didatangkan seorang guru khusus untuk mengajar mereka menari, saya pensiun.

Walaupun saya tidak mengajar mereka lagi, tetapi saya masih sering menemani mereka berlatih dan sesekali ngobrol dan memberi motivasi kepada mereka. Saya juga mewajibkan anak-anak yang menari untuk mengikuti persekutuan pelayan altar setiap dua minggu sekali. Disana, mereka dididik untuk melayani Tuhan dengan motivasi yang benar.

Ada seorang anak, Wikan namanya. Dia bukan berasal dari keluarga kristen, tetapi dia suka pergi sekolah minggu dan ikut menari. Ayahnya Katolik yang jarang ke gereja dan ibunya Muslim KTP. Wikan pernah curhat pada saya dan minta di doakan, dia rindu sekali ibunya pergi ke gereja dan menyembah Tuhan Yesus, Tuhan yang sama yang dipercayainya. Bukan hanya berdoa, setelah termotivasi, dia mengajak ibunya ke gereja dengan alasan untuk menonton dia menari pas jadwal tugasnya.

Puji Tuhan, ketika ibu dari Wikan ke gereja, Tuhan menjamah hatinya, dan dia bertemu dengan hamba-hamba Tuhan. Sekarang, ibu ini sudah lahir baru dan berani menyatakan bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juru Selamatnya pribadi. Sekarang dia sedang dibimbing untuk baptisan.

Seperti lirik sebuah lagu "Ketika Ku Berdoa, Mujizat Itu Nyata." Mujizat sudah dinyatakan Tuhan. Melalui anak kelas 6 SD, ibunya telah diselamatkan dan seluruh malaikat di sorga bersorak, karena ada satu jiwa lagi yang akan menjadi warga kerajaan sorga. Penuaian besar kini terjadi, Amin.