Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are heree-JEMMi No. 12 Vol.18/2015 / Misi Natal yang Orisinil

Misi Natal yang Orisinil


Hari ini, kita sudah memasuki bulan Desember saat umat Tuhan mulai merayakan Natal. Dengan berbagai cara, orang Kristen merayakan Natal. Sebisa-bisanya semeriah mungkin. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk menyambut dan menghargai kedatangan Tuhan Yesus Kristus, Sang Juru Selamat.

Banyak orang Kristen berpikir bahwa merayakan Natal semeriah mungkin adalah cara yang terbaik dan benar menghargai kedatangan-Nya. Pernahkah Saudara sungguh-sungguh bergumul untuk menemukan jawaban sebagaimana seharusnya kita menyambut Natal dan menghargai kedatangan-Nya? Cara kita menghargai kedatangan Tuhan adalah dengan memahami misi utama kedatangan-Nya. Dalam Matius 1:21 dinyatakan oleh malaikat bahwa Ia datang untuk menyelamatkan umat manusia dari dosa mereka. Dosa yang merupakan sumber segala bencana manusia oleh kedatangan-Nya dapat diselesaikan. Orang yang menyadari misi ini pasti sangat memerhatikan persoalan dosa. Merayakan Natal tanpa memahami misi Tuhan ini, sama dengan membelokkan maksud Tuhan mengadakan Natal atau kelahiran Yesus.

Kepedulian terhadap dosa akan tampak dari kesediaan bertobat atas dosa-dosa pribadi dan kesediaan melayani sesama demi pertobatan mereka. Ketika kita menatap dunia hari ini, betapa kita harus memiliki keprihatinan yang sangat dalam. Yang pertama, keprihatinan terhadap diri sendiri. Tuhan Yesus mengatakan agar penduduk Yerusalem menangisi diri sendiri (Lukas 23:28). Hal ini terjadi ketika Tuhan Yesus memikul salib. Mereka menangisi Tuhan Yesus tanpa memahami maksud utama kedatangan-Nya.

Hal ini sejajar dengan orang-orang Kristen yang merayakan Natal, tetapi tidak mengerti makna Natal. Tatkala kita memandang kandang hina itu, kita melihat diri kita yang hina dan kotor. Keadaan kita yang membutuhkan pertolongan dari tempat Mahatinggi. Natal harus selalu mengingatkan betapa hinanya kita karena dosa. Betapa perlunya kita merendahkan diri untuk memperoleh lawatan-Nya. Selanjutnya, kita menangisi orang lain. Tuhan Yesus menangisi Yerusalem karena Yerusalem akan dihancurkan oleh karena kejahatannya. Ini sama dengan bumi ini akan dihancurkan oleh sebab dosa-dosanya. Kita harus menangisi jiwa-jiwa yang mati dalam dosa, yang sedang menuju kegelapan abadi. Kita harus sangat peduli terhadap jiwa-jiwa yang perlu dipertobatkan. Sikap Tuhan Yesus merupakan teladan kehidupan orang percaya yang telah menerima keselamatan dan bersedia meneruskan misi Tuhan. Perayaan Natal di banyak tempat dengan segala caranya, ternyata banyak yang dilakukan tanpa mengerti misi Tuhan. Mereka hanya berpesta, bermisa, dan berliturgi. Padahal, misi Natal yang terpenting adalah meneruskan Injil sampai ke ujung bumi demi keselamatan banyak orang.

Diambil dari:

Nama situs : Rehobot Ministry
Alamat URL : http://www.rehobot.net/misi_natal_yang_orisinil/
Penulis artikel : Pdt. Dr. Erastus Sabdono
Tanggal akses : 20 Juli 2015