Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are hereArtikel Misi / Mandat Misi Global 2

Mandat Misi Global 2


Alasan Penginjilan Luar Negeri

Setelah definisi yang diperlukan dijabarkan secara singkat, sekarang waktunya untuk melangkah pada langkah berikutnya: mencari tahu mengapa kita seharusnya menjadi berani, dan sering kali mau mengorbankan diri sendiri, meninggalkan kenyamanan dan keamanan di tanah air kita untuk mengejar pelayanan pekabaran Injil ke luar negeri. Banyak alasan ini sudah berumur sangat lama. Beberapa yang lainnya mungkin cukup baru dan kehadirannya didorong oleh perubahan jumlah populasi dan pemerintahan dalam tahun-tahun terakhir. Walaupun alasan-alasan yang ditulis di sini terutama diperuntukkan bagi pembaca di negara-negara yang lebih maju, namun juga harus diperhatikan bahwa kebanyakan dari alasan-alasan tersebut memiliki relevansi dengan bagian dunia yang kurang maju, yang sekarang sedang memperluas misi-misi penjangkauan kekristenannya dengan kecepatan yang menakjubkan.

Delapan alasan dasar untuk melanjutkan dan memperluas penginjilan ke luar negeri -- atau, jika Anda lebih menyukai, "misi global" kita adalah:

  1. Karena Kristus memberikan mandat untuk melaksanakan misi global (Kisah Para Rasul 1:8; Markus 16:15; Matius 28:19-20).

    Di banyak bagian dalam Alkitab, Ia meneguhkan perintah-perintah tersebut dalam berbagai kata yang berbeda:

    "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia." (Matius 4:19)

    "Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga, dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa." (Lukas 24:46-47)

    "Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai." (Yohanes 4:35)

    "Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu." (Yohanes 20:21)

    "Gembalakanlah domba-domba-Ku." (Yohanes 21:15-17)

  2. Karena Tuhan mendirikan penginjilan global sebagai suatu prasyarat kedatangan-Nya kembali. Dalam Matius 24:14 Ia berkata, "Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya." (Matius 24:14)

    Dalam Wahyu 5:9-10, Tuhan Yesus yang telah bangkit digambarkan sebagai seseorang yang "membeli mereka (manusia) bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa."

  3. Karena sebagai orang Kristen yang telah menerima sebuah pemberian yang sangat berharga, yang harus dibagikan seluas mungkin.

    Sederhananya, jika kita terpanggil untuk berbagi makanan kita, jubah kita, rumah kita -- yang merupakan milik kita yang sementara -- berapa lama lagi sampai kita dipanggil untuk berbagi pemberian terbesar kita, yaitu iman yang membawa kehidupan kekal?

  4. Karena setiap orang adalah berharga dan kelaparan rohani setiap orang harus dipuaskan. Yohanes 3:16 menekankan maksud Ilahi terhadap seluruh dunia melalui jalan masuk menuju keselamatan dalam kalimat:

    "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal." (Yohanes 3:16)

    Selama kita masih hidup dan memiliki napas dalam paru-paru kita, kita yang telah mendengar Kabar Baik harus terus menerus menghabiskan sedikit demi sedikit napas tersebut untuk bersaksi, sehingga lebih banyak lagi anak Tuhan yang dapat diselamatkan.

  5. Karena jika kita tidak memenangkan saudara-saudara global kita yang lapar akan perubahan, maka kekuatan lain yang tidak diharapkanlah yang akan melakukannya.

    Kita melihat kelaparan spiritual manusia yang semakin meningkat dan perlu dipuaskan, namun hal itu juga membuka pintu bagi kekuatan jahat untuk masuk. Untuk melihat kebenaran ini, kita hanya perlu melihat Komunisme dan agama-agama non-Kristen yang mengisi kekosongan spiritual dalam banyak bekas negara-negara terjajah di Afrika sejak 1960, dengan gerakan yang sangat cepat.

    kelaparan rohani, dalam hemat saya, adalah sebuah kebutuhan dasar yang manusiawi. Tuhan sendiri menciptakan kelaparan rohani di setiap orang. Tuhan Allah berkata dalam Amos 8:11, "Sesungguhnya, waktu akan datang," demikianlah firman Tuhan ALLAH, "Aku akan mengirimkan kelaparan ke negeri ini, bukan kelaparan akan makanan dan bukan kehausan akan air, melainkan akan mendengarkan firman TUHAN." Sekali kelaparan tersebut timbul, atau -- lebih tepatnya -- sekali seseorang dibuat sadar akan keberadaan kelaparan itu, kebutuhan itu harus dipenuhi, dengan cara bagaimanapun, baik oleh agama atau ideologi yang secara meyakinkan mewakili kelaparan orang tersebut. Sebaliknya, jika kekristenan tidak begitu efektif mewakili di wilayah yang dilanda kelaparan itu, celah untuk masuk ke dalamnya mungkin tidak akan pernah terbuka lagi untuk selamanya.

  6. Karena musuh-musuh kekristenan semakin tidak memiliki belas kasihan. Jika Anda warga negara Kanada, Eropa, Jepang, Amerika Serikat, atau beberapa negara lain yang lebih maju dan demokratis, akan sangat sulit untuk memahami kejahatan yang sebenarnya dari pilihan lain di luar kekristenan -- berbagai macam agama dan aliran kepercayaan -- yang juga saling bersaing demi hati dan jiwa yang belum terpaut pada sebuah kepercayaan. Bagi banyak bagian lain di dunia, "agama alternatif" itu dapat berupa Komunisme. Di tempat lain, pilihan tersebut mungkin berupa voodoo atau agama-agama yang menekankan diskriminasi secara drastis dan bahkan kekerasan fisik secara langsung kepada para penganutnya.

    Dalam sejarah terkini, pembunuhan sewenang-wenang terhadap ratusan ribu orang Kristen di Uganda yang dilakukan oleh Idi Amin, penyiksaan secara sistematis dan pemenjaraan orang-orang percaya di Vietnam dengan kejam, dengan alasan "re-edukasi" menunjukkan langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah tanpa memedulikan pendapat publik.

  7. Karena hanya hidup yang telah diubahkan yang dapat mengubah masyarakat, dan hanya sebuah masyarakat yang diubahkan secara global yang dapat benar-benar hidup dalam kedamaian. Itulah salah satu kalimat favorit saya secara pribadi, karena hal itu berhubungan dengan kepercayaan saya sejak pertobatan saya tiga dekade yang lalu, bahwa kita dapat memperoleh kedamaian "horizontal" di dunia hanya ketika kita mencapai kedamaian "vertikal" dengan Tuhan, yang semakin meningkat dan dialami oleh setiap pribadi. Pada sebuah tingkat pelaksanaannya, tak dapat diragukan lagi bahwa beberapa pesaing terkuat kekristenan mengajarkan kekerasan dan perselisihan: militan, fundamentalis Islam, kediktatoran Komunisme, anarkisme, dan tentu saja banyak bentuk aliran kepercayaan dalam hal terorisme yang mengisi dunia kita.

  8. ="justify">Karena pelayanan misi Kristen, dalam berbagai bentuknya, masih merupakan petualangan yang paling memuaskan. Tidak diragukan lagi, kebahagiaan yang luar biasa untuk bekerja di negara-negara asing adalah untuk menolong sesama menemukan keselamatan.

Itulah delapan alasan, yang kiranya cukup untuk mendukung pelaksanaan penginjilan global melalui dukungan finansial, doa, dan melalui pelayanan nyata ke luar negeri.

Untuk menyimpulkan, kita perlu menjangkau masyarakat non-Kristen di luar negeri karena:

  1. Hal itu benar secara alkitabiah.

  2. Kita peduli terhadap orang-orang tersebut dan keselamatan mereka.

  3. Jika kita menunda, jutaan orang mungkin tidak hanya kehilangan kesempatan mendapatkan keselamatan kekal, namun juga kesempatan mereka untuk hidup yang layak saat ini.

Hal-hal tersebut adalah berbagai alasan mengapa orang Kristen harus sekuat tenaga mendukung segala upaya penginjilan yang dapat dilakukan di seluruh penjuru dunia. Pertanyaannya, "Apakah tujuan tersebut sudah dicapai?" (t/Rinto)

Diterjemahkan dan disunting dari:

Judul buku : God's New Envoys
Judul asli artikel : The Mandate for Global Mission
Penulis : Tetsunao Yamamori
Penerbit : Multnomah Press Portland, Oregon 1987
Halaman : 25 -- 29

e-JEMMi 15/2012