Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are heree-JEMMI No.25 Vol.04/2001 / Korea Selatan

Korea Selatan


Luas: 99.200 km2. Sebelah selatan dari semenanjung Korea. Bergunung-gunung, hanya 22 persen dapat ditanami.

Penduduk (1995): 44.851.000

Suku bangsa: Salah satu negara di dunia di mana hampir seluruh penduduknya terdiri dari satu suku bangsa saja.

Bebas buta huruf 92 persen.

Bahasa nasional: Bahasa Korea.

Ibu kota: Seoul 10.918.000.

Ekonomi: Industrialisasi dan pertumbuhan yang pesat sejak Perang Korea. Salah satu bangsa yang kuat di Asia Timur yang mengutamakan ekspor dan memiliki banyak macam industri canggih.

Politik: Berabad-abad lamanya Korea adalah kerajaan yang terasing. Pandangan dan politik orang Korea telah dibentuk oleh: pendudukan Jepang (1910-1945), pembagian yang dipaksakan Rusia atas Korea (1945-1946), dan Perang Korea yang menghancurkan (1950-1953). Pemerintah-pemerintah sipil-militer yang kuat berkuasa dari tahun 1950 berakhir pada tahun 1988, setelah terjadi kerusuhan rakyat yang mendesak perubahan terhadap undang-undang dan terbentuknya demokrasi multipartai yang lebih terbuka. Presiden sipil pertama (dalam 32 tahun) dipilih pada tahun 1992.

Pokok Doa:

  1. Puji Tuhan atas kebangkitan rohani di Korea dan bukti nyata karya Roh Kudus. Di bawah ini adalah informasi perkembangan kekristenan di Republik Korea:

    1. Gereja Protestan pertama didirikan pada tahun 1884. Pada hari ulang tahun ke-100 tahun 1984, terdapat hampir 30.000 gereja.

    2. Di ibu kota, Seoul, hampir 40 persen penduduknya telah menjadi Kristen, dan ada lebih dari 7.000 gereja, bahkan 10 dari 20 jemaat terbesar di dunia ada di kota ini.

    3. Memunyai jemaat terbesar di dunia (Full Gospel Central Church); juga jemaat Presbiterian dan Metodis yang terbesar di dunia.

  2. Tantangan rohani yang dihadapi gereja Korea yang memerlukan doa:

    1. Pemuridan orang-orang Kristen baru -- semua berasal dari latar belakang yang kuat dalam ajaran Budha dan memiliki akar dalam etika Konfusius. Roh dan Firman harus membebaskan dan membawa mereka kepada anugerah yang terdapat dalam Injil.

    2. Kepemimpinan yang otoriter sering menimbulkan sikap kaku, legalisme, dan pembatasan bimbingan pribadi di antara kaum awam. Status para pendeta yang tinggi mempersulit perkembangan pola kepemimpinan alkitabiah yang bersifat pelayan.

  3. Kelompok suku yang kurang dijangkau.

  4. Doakan lembaga-lembaga misi di Korea yang memunyai peranan pelayanan yang sangat penting dalam memberikan pandangan yang benar tentang pengajaran Alkitab, kekudusan pribadi, dan untuk menyiapkan para utusan Injil Korea untuk pelayanan lintas budaya.

  5. Literatur Kristen memiliki peranan yang penting. Alkitab dalam bahasa Korea telah memiliki banyak terjemahan dan telah menjadi bagian kebudayaan yang sangat berharga. Lembaga Alkitab Korea sangat giat dan telah menangani pencetakan Alkitab secara global -- menjadikan Korea salah satu pusat pencetakan Alkitab yang utama di dunia. Doakan agar pelayanan literatur ini menolong untuk membentuk gereja yang kuat dan yang sungguh mengerti Alkitab.

  6. Berdoa untuk siaran radio Kristen di Korea Selatan dan Utara (415 jam per bulan).

Bahan diringkas dari sumber:

Judul buku : Doakanlah Asia!
Penulis : Patrick Johnstone
Penerbit : Yakin dan WEC, 1995; WEC International, 2001
Alamat URL : http://www.operationworld.org/

CD-ROM SABDA [Nomor Topik: 18920]

e-JEMMi 25/2001