Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are hereArtikel Misi / Keterlibatan Manusia dalam Okultisme

Keterlibatan Manusia dalam Okultisme


Artikel ini mencoba melihat jenis-jenis okultisme, di mana manusia sering kali terlibat di dalamnya: garis kutuk, takhayul, parapsikologi, sihir, spiritisme, dan jimat.

Garis Kutuk

Jenis keterlibatan ini tidak memandang kesediaan manusia atau tidak. Mau tidak mau mereka pasti menerimanya, sebab jalur ini akan masuk melalui garis keturunan. Keluaran 20:5 dan Ulangan 5:9 berkata, "Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya dan kepada keturunannya yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku." Firman Tuhan ini masih berlaku dan relevan. Hal ini juga ditegaskan dalam 1 Petrus 1:18, "...kamu telah ditebus dari cara hidup yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas,...." Cara hidup yang diwariskan nenek moyang adalah cara hidup yang bertentangan dengan hukum-hukum Tuhan. Hal tersebut berbicara mengenai kekafiran dan kefasikan nenek moyang kita, yang diturunkan kepada keturunannya.

Garis kutuk adalah kenyataan yang Allah tuntut kepada manusia yang terlibat di dalamnya. Garis kutuk bukan rumusan para teolog atau fenomena kemanusiaan. Jikalau manusia masih ada keterlibatan garis kutuk, maka iblis masih berhak menuntut hidup manusia tersebut.

Takhayul

Dunia takhayul memercayai dan berhubungan dengan bayang-bayang atau fantasi yang menguasai jiwa manusia. Pada hakikatnya, takhayul membuat manusia takut melanggar adat istiadat atau melanggar suatu keyakinan yang tidak dapat memberikan alasan yang benar. Sumber keyakinan pada takhayul berasal dari "kata orang tua", "kata orang", serta "akal- akalan manusia".

Berikut ini adalah beberapa jenis takhayul.

  1. Takhayul yang bernapaskan pendidikan. Contohnya: tidak boleh makan di depan pintu, kalau berjalan berdua dengan lawan jenis, atau harus yang perempuan di depan dan laki-laki di belakang (di Kalimantan).
  2. Takhayul yang bernapas sejarah. Contohnya: cerita Tangkuban Perahu, Malin Kundang, Nyi Roro Kidul, atau penghormatan kepada pahlawan yang berlebihan/pengultusan.
  3. Takhayul yang bernapas mistik. Contohnya: angka 13 sebagai angka sial, angka 4 adalah angka sial bagi orang Jepang, mendengar bunyi burung hantu sebagai tanda ada kematian, periuk pecah pada saat memasak (harus diruwat), atau adik perempuan menikah lebih dulu dari kakak perempuan.

Sebagai orang Kristen, bagaimana kita harus bersikap terhadap segala macam takhayul itu?

  1. Menganalisa gejala-gejala takhayul dengan pikiran sehat dan kritis; fenomena yang terjadi sebagai gejala sebab akibat atau kebetulan atau dapat dijelaskan dengan metode lain. Di balik kejadian takhayul, iblis dapat menyusup dengan halus. Ingat, dia adalah bapa segala pembohong (Yohanes 8:44).
  2. Kita memunyai keyakinan bahwa Yesus memberikan kuasa kepada kita untuk memberantasnya di dalam nama-Nya. Firman Tuhan melarang kita mengikuti takhayul (1 Timotius 4:7), karena semua jenis takhayul adalah kejahatan di mata Tuhan.

Parapsikologi

Istilah ini di kenal di Indonesia sebagai paranormal, yang memunyai kesanggupan untuk melihat kejadian-kejadian pada masa lampau dan hal-hal yang akan terjadi. Kelompok ini mengklaim bahwa kemampuan mereka berasal dari pemberian "Tuhan" untuk menolong manusia. Mereka beranggapan bahwa setiap manusia memunyai kesanggupan untuk melakukan hal tersebut, namun tergantung apakah itu disadari dan dimanfaatkan atau tidak. Pada dasarnya, mereka memercayai adanya kekuatan (power), pikiran (mind), atau potensi alam semesta dengan fenomena-fenomenanya.

Beberapa kategori dalam ilmu ramal.

  1. Astrologi
    Astrologi adalah penafsiran nasib dan hari depan manusia berdasarkan petunjuk letak bintang-bintang di langit pada saat manusia dilahirkan. Ilmu ini merupakan penggabungan antara astronomi dan kepercayaan. Astrologi sudah lama dipraktikkan oleh orang-orang Sumeria, Babilonia, dan Kaldea pada abad III SM. Bangsa-bangsa ini sangat meminati astrologi sebab hal itu berkaitan dengan pemujaan bintang, bulan, dan matahari, seperti yang terdapat dalam agama-agama kuno (2 Raja-Raja 23:5). Bintang-bintang di langit memunyai pengaruh atas bumi, maka jalan hidup dan watak manusia ditentukan oleh bintang-bintang itu pada saat manusia dilahirkan. Dari Babilonia, pengaruh astrologi menyusup sampai ke Yunani. Di sinilah astrologi mengalami perkembangan sampai saat ini. Astrologi yang modern adalah Horoskop.
  2. Cartomancy
    Cartomancy adalah meramal dengan memakai petunjuk kartu. Sejak tahun 800 M, orang-orang Romawi telah meramalkan hidupnya dengan cara demikian. Penggunaan kartu untuk meramal hidup manusia telah tersebar di mana-mana, kendati dilakukan dengan ragu-ragu. Praktik ini merupakan tipu daya iblis untuk mengacaukan hidup manusia.
  3. Palmistry atau Chiromancy
    Palmistry atau Chiromancy adalah meramal dengan memakai garis tangan. Cara ini terkenal pada masa Romawi kuno, bahkan mereka memunyai semboyan: "jika singa dikenal dari cakarnya, begitu pula manusia dikenal dari telapak tangannya". Mereka berpendapat bahwa telapak tangan manusia ada empat garis utama, yaitu garis hati, garis kepala, garis hidup, dan garis nasib. Dari garis-garis ini hidup manusia dapat dilihat, baik untuk saat ini ataupun yang akan datang. Kepandaian untuk melihat garis telapak tangan rupanya telah dipergunakan iblis untuk menjerat dan menghancurkan hidup manusia.
  4. Meramal dengan Bandul
    Penggunaan bandul yang diayunkan untuk mengetahui sesuatu adalah rasional, sebab di dalamnya ada radiasi. Bandul bisa dipakai untuk menentukan ada atau tidak sumber air dalam tanah, menentukan fondasi rumah -- hal tersebut masih masuk akal. Tetapi, kalau semua masalah hidup ditentukan oleh aturan bandul, maka akan terlihat kesesatannya. Banyak orang Kristen yang terlibat dalam hal ini. Mereka mengatakan tidak apa-apa, tidak ada ruginya. Saat itu memang mereka tidak mengalami akibat yang negatif. Ingat, Tuhan sangat menentang tindakan yang demikian (Matius 7:21-23; Yehezkiel 13:16).
  5. Chronomancy
    Chronomancy adalah ilmu ramal untuk mengetahui hari baik atau hari yang tidak baik. Biasanya untuk hari pernikahan, pindah rumah, memulai usaha baru, mengubur orang mati, menanam benih, menuai, bepergian jauh, dll.. Orang-orang Tionghoa dan orang-orang Jawa memunyai buku-buku petunjuk (buku primbon atau ramalan) terhadap penentuan hari-hari yang baik dan tidak. Firman Tuhan mengatakan bahwa semua hari adalah ciptaan Tuhan, iblis tidak pernah menciptakan hari. Dalam penciptaan ini, Tuhan tidak pernah membedakan mana hari yang baik atau hari yang tidak baik. Semua hari baik kalau dipakai untuk kemuliaan Tuhan (Roma 14:6a).
  6. Geomancy
    Geomancy adalah ilmu untuk mengetahui tempat yang baik atau tempat yang tidak baik. Ilmu ini ada dalam kehidupan suku-suku di Indonesia. Rumah di Jawa yang dekat dengan pantai didirikan menghadap ke selatan, sebagai penghormatan ke Nyi Roro Kidul. Rumah orang Toraja harus didirikan dari utara ke selatan, sebab dewa-dewa yang akan melindungi berada di utara, sedangkan dewa-dewa yang merusak berada di selatan. Begitu pula menurut Hong Sui, kalau mendirikan rumah harus diperhitungkan dengan sungguh-sungguh, dengan memakai kompas Luo Pan. Menurut mereka, rumah yang pada posisi "tusuk sate" akan mengalami hidup yang tidak beruntung. Menaruh percaya pada rumusan geomancy merupakan kesia-siaan dan melanggar firman Tuhan, sebab bumi dan segala isinya adalah milik Tuhan (Mazmur 24:1), sehingga kita percaya di mana rumah itu dibangun tetap adalah miliknya Tuhan, dan Tuhan akan menjaga dan memberkati.

Sihir

Sihir berasal dari Persia, terutama para imam Zoroaster yang sering mendemonstrasikan ilmu sihir di depan masyarakat. Ilmu ini berhubungan dengan perbuatan-perbuatan ajaib dan misterius yang dilakukan oleh orang-orang yang mendalaminya (Mukendi). Dalam masyarakat kita, sihir sering kali disebut guna-guna, ilmu gaib, atau jampi-jampi. Ilmu ini mencakup hal-hal berikut ini.

  1. Telepati: kemampuan seseorang untuk menyampaikan sesuatu kepada orang lain yang jauh jaraknya, atau dapat menangkap apa yang ada di benak orang lain tanpa mempergunakan alat-alat yang dapat dilihat.
  2. Ilmu hitam ("black magic"): ilmu untuk menghancurkan orang lain -- membuat orang lain mati, sakit, hancur dalam bisnis, atau membuat rumah tangga berantakan.
  3. Ilmu putih ("white magic"): ilmu untuk menolong orang lain, biasanya orang yang memunyai ilmu ini mengakui bahwa ilmu itu dari "Tuhan".

Spiritisme

Spiritisme atau necromancy adalah pemujaan kepada roh atau kepercayaan bahwa roh orang mati dapat berhubungan dengan manusia yang masih hidup. Melalui mediumentik, pelaku dapat mengadakan kontak dengan orang-orang yang sudah mati. Dalam kontak ini, biasanya ada dua hal yang mereka inginkan: ingin minta petunjuk tentang hidup dan ingin tahu tentang hidup di balik kematian. Menurut Pondsius Takaliuang, spiritisme memunyai beberapa bentuk.

  1. Melalui benda-benda: jelangkung , kuda kepang, kapur yang menulis sendiri, atau meja/kursi/pisau/keris bisa berjalan sendiri tanpa ada yang menggerakkan.
  2. Melalui bunyi-bunyian: roh berbicara kepada manusia, laki-laki bersuara perempuan atau sebaliknya, atau roh diundang untuk berbicara melalui medium yang kesurupan (biasanya melalui tari-tarian atau musik adat).
  3. Melalui dukun-dukun: dukun memanggil roh-roh dan mereka akan menyatakan diri. Di setiap daerah, bahasa untuk memanggilnya berbeda-beda.
  4. Roh itu menyatakan diri secara langsung, sehingga roh itu dapat menyerupai orang-orang yang telah meninggal.

Metode yang digunakan dalam spiritisme.

  1. Mengunjungi kuburan dengan tujuan minta berkat atau konsultasi dengan mereka yang sudah meninggal.
  2. Memindahkan tulang-tulang orang mati dengan upacara besar-besaran untuk menghormati mereka yang sudah mati.
  3. Menabur bunga di laut, sungai, danau dengan upacara-upacara khusus.
  4. Menyiapkan sesajen dengan harapan mendapat pertolongan dari roh-roh tertentu.
  5. Berbakti dan menyembah pada nenek moyang.
  6. Berbakti di kuil-kuil.
  7. Berbakti di tempat-tempat keramat.
  8. Berbakti kepada orang-orang suci atau yang dianggap keramat.
  9. Mengadakan upacara khusus untuk memberi nama bayi sesuai dengan roh yang menjaga mereka.

Jimat

Jimat atau festin (Latin) adalah benda-benda yang memunyai kuasa natural atau memunyai jiwa. Bentuk jimat bermacam-macam: emas, berlian, besi kuning, besi, kayu, daun-daun, rumput, bunga, kayu kuno, keris, tombak, parang, uang, buku, ruangan tertentu, gamelan, binatang, tulisan, pasir, air-air tertentu, boneka, kalung, cincin, lipstik, minyak wangi, selempang, batu, tongkat, tanah, tulang binatang atau tulang manusia, dll..

Ada beberapa macam jimat sesuai dengan fungsinya.

  1. Untuk anak-anak, agar anak-anak tidak nakal dan tidak gampang sakit.
  2. Untuk pergaulan, agar dikasihi orang lain (pengasihan).
  3. Untuk perlindungan dari serangan orang jahat atau kuasa-kuasa lain yang tidak senang dengan si pemakai (biasa kalau bepergian jauh atau menyeberang lautan).
  4. Untuk keluarga, agar keluarga tetap rukun dan di antara mereka tidak ada yang menyeleweng.
  5. Untuk dapat tahan dalam hubungan seks.
  6. Untuk tetap cantik dan ganteng.
  7. Untuk menyerang atau memukul musuhnya, sehingga mereka bisa kalah atau mati.
  8. Untuk olahraga, agar tetap kuat dan menang dalam pertandingan.

Akibat Keterlibatan Dalam Okultisme

Manusia yang terlibat dalam okultisme, mungkin tidak merasakan akibatnya secara langsung, tetapi yang jelas dampaknya akan terjadi. Berikut ini beberapa akibat yang dialami oleh orang-orang yang terlibat dalam okultisme.

  1. Manasye dan rakyat menolak firman Tuhan karena mereka telah menyembah patung-patung yang mereka dirikan (2 Tawarikh 33:10). Tertutup akan firman Tuhan adalah akibat dari permainan kuasa kegelapan. Tidak sedikit dalam lingkungan kita, mereka ke gereja tetapi tidak bisa mendengarkan firman Tuhan dengan baik.
  2. Ada suatu dorongan untuk tidak meyakini sepenuhnya bahwa Yesus adalah Juru Selamat (bersifat temporer). Adanya suatu kesangsian yang besar terhadap firman Tuhan. Firman Tuhan bukan sebagai jaminan iman mereka, tetapi sebagai bahan spekulasi saja.
  3. Ada dorongan untuk bunuh diri karena pikirannya tertekan (1 Samuel 28; 1 Tawarikh 10-14; Matius 27:1-5), hilangnya damai sejahtera -- dikuasai kesedihan, kesepian, kekhawatiran tanpa alasan (Yohanes 16:33; Roma 16:20), ketakutan yang tidak normal -- takut dalam situasi yang sepi, takut melewati tempat-tempat keramat, takut melewati kuburan, takut dengan bunyi-bunyian yang aneh, takut dengan orang mati, bahkan takut dalam menghadapi kematian.
  4. Adanya kemarahan yang tidak normal (Kejadian 4:4-8), kekacauan dalam hidup (2 Tawarikh 33:3-6), kehidupan seks tidak normal -- homo, lesbian, sodomi, berganti-ganti pasangan/ada tendensi untuk menyeleweng dengan orang lain.
  5. Keturunan berikutnya -- bahkan secara bergilir, menderita cacat fisik/mental, kemandulan, penyakit, dan kematian sebelum waktunya (Keluaran 23:24-26).

Bagaimana Menolong Orang yang Terlibat dalam Okultisme?

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk terlibat dalam pelayanan ini.

  1. Mengerti dengan benar bahwa pelayanan ini bukan suatu doktrinal denominasi tertentu, tetapi sebagai suatu kebutuhan.
  2. Sudah lahir baru dan memunyai relasi yang intim dengan Tuhan.
  3. Mengetahui teknik-teknik pelayanan pelepasan.

Langkah-langkah menolong orang yang terlibat dalam okultisme.

  1. Menganalisis masalah.

    Pelayan harus bersikap objektif. Setiap masalah dilihat dari 2 hal: masalah natural (masalah yang dapat dianalisis secara rasio) dan masalah supernatural (masalah yang tidak dapat dianalisis secara rasio). Jikalau analisis salah, maka pertolongannya pun bisa salah. Tidak semua masalah ditimbulkan oleh iblis, tetapi kalau iblis terlibat, pasti menimbulkan masalah.

  2. Membongkar dosa berdasarkan firman Tuhan.

    Pelayan mendorong pihak yang dilayani untuk tidak malu menceritakan keterlibatannya dengan okultisme (Ulangan 18:9-13), serta mengakui dengan jujur di hadapan Allah (Yohanes 1:9, 1 Timotius 1:13).

  3. Berdoa dan menerima Tuhan Yesus Kristus.

    Doa ini dapat dilakukan dengan banyak cara (Yohanes 20:23, Matius 16:19). Tuntunlah orang yang dilayani untuk menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamatnya (Matius 12:4345; Wahyu 3:20).

Diambil dan disunting dari:

Judul majalah : Yasuma, Edisi IX, Tahun 2000
Penulis : Pdt. Legowo, M.Div
Penerbit : Yayasan Sumber Sejahtera, Jakarta
Halaman : 6 -- 9 dan 14 -- 15

e-JEMMi 24/2012