Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are hereKesaksian Misi / Estafet dari Balik Penjara

Estafet dari Balik Penjara


Di China, LM dan S adalah para utusan terbelenggu. Ketika mereka di luar penjara, pihak berwajib komunis mengawasi gerak-gerik mereka. LM dan S tidak dapat lagi mengunjungi provinsi-provinsi yang jauh untuk mengabarkan kepada yang lain tentang Kristus. Tetapi putra mereka, S, dan putri mereka, J, bisa.

Adalah melawan hukum mengajarkan kekristenan kepada anak-anak di China, tetapi bagaimanapun LM dan S mengajarkan kekristenan kepada anak-anak mereka.

"Ketika mereka belajar membaca di sekolah dasar, kami meminta anak kami untuk juga membaca Alkitab. Seperti Samuel, kami mempersembahkan anak-anak kami kepada Tuhan. Mereka telah membaca Alkitab lebih dari 50 kali. Mereka sangat ingin tahu mengenai Injil."

Sementara kedua orang tua mereka dipenjara, S dan J membagikan Alkitab ke orang-orang yang tidak memunyai Alkitab. Satu pergi ke timur dan yang satu ke barat.

Setelah S dan J menyelesaikan sekolah menengah pada umur 15 dan 16 tahun, LM dan S mengirim mereka ke provinsi lain untuk merintis pelayanan. Anak-anak itu mengalami masa-masa sulit di sana, tetapi S dan J bertahan. Ketika mereka kembali pulang, polisi datang ke rumah mereka dan memukuli keluarga ini.

"Anak-anak kami bertanya mengapa kita begitu setia pada Yesus dan mengapa penganiayaan terus kita alami. Tetapi kita tetap mengatakan kepada mereka bahwa Yesus adalah jalan dan kebenaran. Ketika kita memperoleh Yesus, kita memperoleh pemberian yang paling berharga, dan yang lain tidaklah penting," kata S dalam menjawab pertanyaan anak mereka.

Anak-anak mereka telah membayar mahal karena kesaksian mereka yang berani. Mereka telah dipukuli berkali-kali. Pernah sekali, polisi menahan S saat ia sedang mempertontonkan film Yesus. Dengan menggunakan sabuk (ikat pinggang), mereka menyerang S. Dalam kesempatan yang lain, polisi menahan J dan ibunya, ketika mereka sedang mengajarkan lagu-lagu penyembahan kepada beberapa orang percaya baru. Polisi menggunakan empat tongkat kayu untuk memukul dua wanita ini hingga S pingsan. J meyakinkan petugas keamanan untuk melepaskan ibunya untuk tinggal di rumah dan J menggantikan tempat S di penjara menjalani masa tahanan selama beberapa bulan.

Karena apa yang mereka telah alami, S dan J kuat di dalam iman. Mereka terus melayani dengan berani. Dengan pertolongan S dan J, LM dan S terus memuridkan orang-orang percaya.

Berdoalah untuk S, J, dan penginjil muda lainnya di seluruh negara yang membatasi kekristenan. Berdoalah agar mereka menjadi kuat dan berani seperti Yosua. Mintalah keberanian bagi mereka saat mereka memperkenalkan Injil.

Diambil dari:

Judul buletin : Kasih Dalam Perbuatan, Edisi Mei -- Juni 2009
Penulis : Tidak dicantumkan
Penerbit : Yayasan Kasih Dalam Perbuatan, Surabaya
Halaman : 8

Dipublikasikan di: http://kesaksian.sabda.org/estafet_dari_balik_penjara