Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are heree-JEMMi No.43 Vol.15/2012 / e-JEMMi No.43 Vol.15/2012

e-JEMMi No.43 Vol.15/2012


Christian David dan Hans Egede (Editorial Edisi 43-2012)

Shalom,

Hans Egede dan Christian David adalah misionaris yang berasal dari dua negara berbeda. Hans Egede adalah misionaris senior dari Norwegia, sementara Christian David merupakan misionaris muda dari Moravia, Ceko. Meski berasal dari tempat yang berbeda, mereka berada dalam pelayanan yang sama, yaitu Tanah Hijau. Mereka memiliki cara yang berbeda dalam menyebarkan Injil kepada orang-orang Eskimo, sehingga mereka sering mengalami konflik. Namun, di tengah konflik itu, mereka masih saling memerhatikan ketika salah satu dari mereka mengalami kesusahan. Sesuatu yang menarik dan bisa kita pelajari. Selamat membaca.

Christian David dan Hans Egede

Selain Count Zinzendorf, pribadi yang paling terlibat dalam pendirian gereja Moravia adalah Christian David. Ia bertugas membawa saudara-saudara (Unitas Fratum) yang diasingkan dari seluruh wilayah Eropa sampai ke kediaman Zinzedorf. David dilahirkan di Moravia pada tahun 1690 dalam sebuah keluarga Katolik Roma. Sewaktu kecil, dia adalah seorang penganut Katolik yang saleh, sangat tekun dalam ritual ibadah, hari-hari suci, dan pemujaannya terhadap Perawan Maria. Di kemudian hari, ia menceritakan bahwa hatinya berkobar-kobar oleh ketaatan beragama. Namun di samping kesungguhannya, ia tidak memunyai pemahaman yang benar tentang kekristenan yang sejati, sampai dia dikirim untuk magang pada seorang ahli pertukangan, yang bersama dengan keluarganya secara diam-diam memeluk iman Injili. Namun demikian, pengetahuan David mengenai pengajaran Kristen sangatlah terbatas. Akhirnya, sebelum usianya genap 20 tahun, ia mendapatkan Alkitab, sebuah buku yang tidak pernah ia baca sebelumnya.