Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are heree-JEMMI No.38 Vol.08/2005 / e-JEMMI No.38 Vol.08/2005

e-JEMMI No.38 Vol.08/2005


Multimedia: Sebuah Pengalaman dari India

"Nggak mau ... hari ini aku nggak mau pergi sekolah, Ma!" Dan mulai menangis ketika ibunya mulai memakaikan seragam sekolah kepadanya. "Oke, Nak," ibunya setuju, "Kamu boleh tidak pergi tapi kamu juga tidak boleh mendengarkan musik Balalokam lagi." Ibunya tahu bahwa inilah jalan satu-satunya untuk membujuk putranya yang baru berusia 6 tahun itu supaya mau bersekolah. Selama sebulan ini, Dan memang sedang terobsesi dengan Balalokam, sebuah kaset audio untuk anak- anak yang dibelikan ayahnya. Kaset itu menampilkan musik dan cerita dalam bahasa Malayalam, salah satu bahasa daerah di India. Dan pun berubah pikiran dan memutuskan untuk mau bersekolah kembali.

Indonesia Tahun 2005

Bencana Kelaparan di Yahukimo (Papua)

Sampai saat ini, diberitakan 55 orang meninggal dan 112 orang sakit parah di Kabupaten Yahukimo, Papua. Hal ini terjadi diduga karena kelaparan dan menderita sakit. Curah hujan yang cukup tinggi telah menyebabkan gagalnya panen umbi-umbian di kabupaten ini. Pemerintah melalui Menkes telah menurunkan tim kesehatan ke Yahukimo. Penduduk yang sakit saat ini dirawat di Rumah Sakit Wamena. Selain obat- obatan, Depkes juga memberikan bantuan makanan dan minuman untuk pasien di RS Wamena yang berasal dari Yahukimo.

ST. Francis Magazine

Arab Vision dan InterServe telah mengumumkan peluncuran sebuah majalah misiologi baru di internet, yang memfokuskan diri pada pembahasan seputar agama dan misi di dunia Arab. Nama majalah elektronik itu ialah St. Francis Magazine. Kunjungi dan lihatlah situs ini! Menurut rencana, majalah ini akan menerbitkan 4 isu dalam setahunnya.

Women Of The Harvest

Women of the Harvest adalah sebuah majalah dua bulanan, terbit secara online dan gratis untuk para wanita yang berminat atau terlibat dalam misi. Pihak penerbit mengatakan: "Kami berharap ini dapat menjadi pendorong ke tingkat selanjutnya, menghancurkan belenggu keterkungkungan, mendorong wanita untuk bertekun, serta menciptakan sebuah tempat untuk penyegaran rohani.