Mengenali Kebenaran



  1. Bagian A. Wewenang


    1. Bab 1 Arti dan Sumber Wewenang
    2. Bab 2 Penyataan
    3. Bab 3 Alkitab
    4. Bab 4 Penerapan
  2. Bagian B. Allah

    1. Bab 5 Keberadaan Allah
    2. Bab 6 Allah Tritunggal
    3. Bab 7 Sifat-sifat Allah
    4. Bab 8 Karya Penciptaan
    5. Bab 9 Karya Pemeliharaan
    6. Bab 10 Penerapan
  3. Bagian C. Manusia
    1. Bab 11 Watak Manusia
    2. Bab 12 Manusia Berdosa
    3. Bab 13 Manusia dalam Anugerah
    4. Bab 14 Penerapan
    5. Bab 15 Kemanusiaan Yesus Kristus
    6. Bab 16 Keilahian Yesus Kristus
    7. Bab 17 Satu Pribadi
    8. Bab 18 Pendamaian I: Ajaran Alkitab
    9. Ps 19.1 Tafsiran-tafsiran Objektif
    10. Bab 20 Penerapan
  4. Bagian E. Roh Kudus
    1. Bab 21 Pribadi Roh Kudus
    2. Bab 22 Roh yang Dijanjikan
    3. Bab 23 Menjadi Orang Kristen
    4. Bab 24 Pertumbuhan Kristen
    5. Bab 25 Roh Kudus pd Masa Kini: Perspektif Sejarah
    6. Bab 26 Penerapan
    7. Ps 26.1 Melayani Allah
    8. Sb 26.1.a Pengalaman Mengenai Allah
    9. Sb 26.1.b Ibadah kepada Allah
    10. Sb 26.1.c Pelayanan kepada Allah
    11. Ps 26.2 Hidup di Dunia
    12. Sb 26.2.a Kelahiran Kembali dari Luar Dunia Ini
    13. Sb 26.2.b Hubungan dengan Dunia
    14. Sb 26.2.c Tanggung Jawab terhadap Dunia
    15. Ps 26.3 Diri Kita Sendiri
    16. Sb 26.3.a Persekutuan
    17. Sb 26.3.b Peri Laku
    18. Sb 26.3.c Penggenapan

  5. Bagian F. Gereja
    1. Bab 27 Identitas Gereja
    2. Bab 28 Kehidupan Gereja
    3. Bab 29 Pertumbuhan Gereja
    4. Bab 30 Gereja dalam Sejarah
    5. Bab 31 Penerapan

  6. Bagian G. Akhir Zaman
    1. Bab 32 Kerajaan Allah
    2. Bab 33 Kedatangan Kristus yang Kedua Kalinya
    3. Bab 34 Keadaan Akhir
    4. Bab 35 Akhir Zaman dalam Pemikiran Kristen
    5. Bab 36 Penerapan


Info: MENGENALI KEBENARAN

[Indeks] [Hak Cipta]

Mengenali Kebenaran membahas bidang-bidang penting dari Teologi Kristen, secara sitematis dan praktis. Dilengkapi dengan tinjauan bagaimana ajaran itu diungkapkan oleh para Teolog dan Pemikir Kristen selama berabad-abad serta mengenai kecenderungan Teologi masa kini. Dilengkapi pula dengan ayat-ayat Alkitab yang menjadi dasar dari pembahasan tersebut.

Dalam versi elektronik, Indeks buku ini dibagi menjadi "Indeks Bagian" dimana kita bisa melihat secara penuh setiap satu bagian, dan "Indeks Bab" dimana kita bisa melihat secara lengkap dan detail setiap satu bab. Sistem pengindeksan semacam ini merupakan standar kami untuk materi berbentuk buku, dan akan Anda temui dalam buku-buku lain.

- YLSA



HAK CIPTA

[Info] [Indeks]

* VERSI BUKU (TINTA-KERTAS) *

JUDUL             : Mengenali Kebenaran
PENULIS           : Bruce Milne                                        TAHUN: 1982*
JUDUL ASLI        : Knowing The Truth: A Handbook of Christian belief
PENERJEMAH        : Connie Item-Corputty                               TAHUN: 1993*
PENERBIT          : PT BPK Gunung Mulia                                EDISI: 1*
PERCETAKAN        : PT BPK Gunung Mulia
COPYRIGHT         : PT BPK Gunung Mulia         Lihat Halaman Judul di bawah
NOMOR BUKU        : BPK/3412/174/93-B
JML HALAMAN       : 391
BIBLIOGRAFI       : Milne, Bruce. 1993. Mengenali Kebenaran. Jakarta: BPK Gunung Mulia
BISA DIDAPAT      : Di Toko Buku Kristen
Atau hubungi Penerbit PT BPK Gunung Mulia
JL. Kwitang 22-23, Jakarta 10420

* VERSI ELEKTRONIK (SABDA) *

IZIN DARI    : PT BPK Gunung Mulia
COPYRIGHT    : Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
DIPROSES OLEH: Tim YLSA                                  TAHUN: 1995*

DESKRIPSI :

Buku ini membahas tujuh bidang penting (terdiri dari 36 bab) dari teologi
Kristen, yaitu: Wewenang, Allah, Manusia, Yesus Kristus, Roh Kudus, Gereja,
dan Akhir Zaman. Pada setiap akhir bidang pembahasan terdapat bab-bab penerapan.
Masing-masing bidang memberikan tinjauan mengenai bagaimana ajaran itu
diungkapkan selama berabad-abad dan mengenai kecenderungan teologi masa kini.
Pada setiap akhir bab diberikan daftar ayat-ayat Alkitab yang menyangkut masing-
masing tema dan pertanyaan-pertanyaan untuk diskusi (penyelidikan) dan daftar
pustaka.

CATATAN YLSA:

Sesuai dengan perjanjian dengan pihak Penerbit, maka kami hanya mengubah bentuk
format teks, tetapi TIDAK MENGEDIT/MENGUBAH ISI dari bahan ini. Kami berusaha
untuk setia kepada naskah aslinya, namun demikian, penilaian dan penggunaan
terhadap isi bahan/buku ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemakai.

- YLSA -

HALAMAN JUDUL

MENGENALI KEBENARAN

Panduan iman Kristen

Bruce Milne

MENGENALI KEBENARAN

Panduan iman Kristen

diterjemahkan oleh Connie Item-Corputty

PT BPK Gunung Mulia Jl. Kwitang 22-23, JAKARTA 10420, IND 1993

Perpustakaan Nasional: katalog dalam terbitan (KDT)

Bruce Milne Mengenali Kebenaran: Panduan iman Kristen/ oleh Bruce Milne; terjemahan oleh Connie Item-Corputty - Cet.1. - Jakarta: Gunung Mulia, 1993. 391 hlm.; 21 cm.

Judul asli: Knowing the Truth: A handbook of Christian belief

ISBN 979-415-755-4

1. Teologi Kristen
2. Item-Corputty, C.
3. Judul

230

MENGENALI KEBENARAN
Panduan iman Kristen

Judul asli: Knowing the Truth: A handbook of Christian belief
Coyright 1982: Bruce Milne
Published by Inter-Varsity Press, 38 De Montfort Street,
Leicester LE1 7GP, England

Hak cipta terjemahan Indonesia
PT BPK Gunung Mulia
Jl. Kwitang 22, Jakarta 10420
Anggota IKAPI

Hak cipta dilindungi oleh Undang-undang

Rancangan sampul: Sigit S.
Cetakan pertama: 1993

Dicetak oleh
Percetakan PT BPK Gunung Mulia

TEKS KULIT HALAMAN BELAKANG

Sikap anti-teologi sangat berpengaruh dalam kebudayaan Kristen modern, baik di Barat maupun di Timur. Namun sebenarnya sikap ini adalah penyimpangan besar dari naluri Kristen pada abad-abad yang lalu. Lagi pula, mengingat bahwa agama Kristen dalam dasawarsa terakhir abad ke-20 ini menghadapi tantangan dan kesempatan yang luar biasa, maka penolakan teologi hanya membawa bencana. Sebaliknya kita harus mengenali kebenaran iman kita, agar kita mampu mempertanggungjawabkannya secara rasional kepada mereka yang berbeda pendapat serta menerapkannya secara praktis dalam kehidupan kita sehari-hari.

Oleh karena itu, buku panduan ini ditunjukan bukan hanya kepada mahasiswa teologi tetapi kepada semua orang yang ingin tahu lebih banyak tentang iman Kristen. Di dalamnya bidang-bidang penting dari teologi Kristen dibahas secara sistematis dan praktis. Dasar semuanya adalah ajaran Alkitab, dilengkapi dengan tinjauan mengenai bagaimana ajaran itu diungkapkan oleh para teolog dan pemikir Kristen selama berabad-abad dan mengenai kecenderungan teologi masa kini.

BIOGRAFI SINGKAT PENULIS

Dr. Bruce Milne berasal dari Skotlandia. Dia pernah melayani di Gereja Afrika Timur, demikian juga di Inggris. Dia menjadi dosen dalam bidang teologi Alkitab serta sejarah teologi di Spurgeon`s College, London, dan telah menulis beberapa buku.

BPK GUNUNG MULIA

ISBN 979-415-755-4

[Lanjutan 01002]



KATA PENGANTAR

[Info] [Indeks]

"Tentu saja aku bukan teolog". Betapa sering saya mendengar ucapan ini. Orang yang berkata demikian biasanya bermaksud bahwa berpikir serius tentang kepercayaan Kristen dan berusaha untuk menuangkannya ke dalam bentuk yang teratur adalah tugas para teolog. Sedangkan untuk orang Kristen biasa, kekristenan menyangkut hal-hal praktis saja seperti iman pribadi dengan Tuhan, kasih, kesaksian dan sebagainya. Mungkin saja orang itu mengakui bahwa para teolog ada gunanya, namun dia menganggap bahwa orang Kristen biasa tidak perlu direpotkan dengan mempelajari teologi. Bahkan ada orang yang berpendapat bahwa pelajaran demikian dapat menghambat kehidupan Kristen kalau dikaji terlalu dalam.

Sikap anti-teologi ini sangat berpengaruh dalam kebudayaan Barat kontemporer dan juga mempengaruhi kita di Indonesia. Namun sikap ini adalah penyimpangan besar dari naluri Kristen pada abad-abad yang lalu. Mengingat bahwa gereja Kristen dalam dasawarsa terakhir abad ke-20 ini menghadapi tantangan dan kesempatan yang luar biasa, maka penolakan teologi hanya membawa langsung kepada bencana.

Lalu mengapa pelajaran teologi itu begitu penting?

Pertama-tama, sebenarnya setiap orang Kristen adalah seorang teolog! Arti harfiah dari kata "teologi" adalah `ilmu tentang Tuhan` atau - lebih lengkap lagi - `pikiran dan perkataan yang didasarkan pada pengetahuan tentang Tuhan` (bnd. 1Kor 1:5*). Melalui kelahiran kembali seorang Kristen mulai mengenal Allah, dan oleh sebab itu mempunyai pengertian mengenai hakikat dan perbuatan-Nya. Artinya, sadar atau tidak, setiap orang beriman memiliki semacam teologi. Jadi tepatnya, teologi bukan hanya untuk beberapa orang cerdik pandai yang suka berdebat tentang hal-hal abstrak, tetapi teologi adalah urusan semua orang. Jika kita sudah sadar akan hal itu, maka tugas kita adalah menjadi teolog sebaik mungkin demi kemuliaan Tuhan. Pengertian kita tentang Allah dan karya-Nya menjadi semakin jelas dan mendalam melalui pelajaran kitab yang diberikan-Nya kepada kita khusus untuk itu, yaitu Alkitab (2Tim 3:16*). Buku panduan ini ditulis dengan maksud membantu Anda dalam mempelajari Alkitab sebagai sumber utama iman Kristen.

Kedua, teologi yang benar adalah kunci untuk mengetahui kebenaran tentang segala sesuatu yang lain. Jika kita ingin mengetahui tentang siapa Tuhan, siapa kita dan apa yang Tuhan kehendaki dari kita, maka kita harus mempelajari Alkitab. Ini berarti mempelajari ajaran-Nya secara keseluruhan, yang berarti pula mempelajari teologi. Dan ini menyangkut semua segi kehidupan Kristen: ibadah (Yoh 4:23*), kesaksian (Kis 17:11), kemuridan (Yoh 8:31*), hubungan dengan orang Kristen lain (1Kor 17:12), pekerjaan sehari-hari (Ef 6:5-9*). Hidup secara benar senantiasa dimulai dengan berpikir secara benar. Para penulis Perjanjian Baru menuruti prinsip ini. Sewaktu diperhadapkan pada masalah praktis di gereja, pertama-tama mereka berusaha menguraikan pokok persoalan teologis yang melatarbelakangi masalah tersebut. Baru kemudian mereka mengusahakan penyelesaian praktisnya. Teologi dalam arti mendalam ini merupakan kunci kehidupan; Roh Kudus menggunakan kebenaran-kebenaran ilahi dalam karya-Nya di dalam dan melalui kita.

Tentunya teologi yang benar saja tidak cukup, karena kebenaran-kebenaran ilahi itu harus dilaksanakan dalam praktik. Sayang, itu tidak selalu terjadi, dan inilah salah satu alasan mengapa teologi sering mendapat nama buruk. Jika teologi benar tidak membawa sang teolog kepada kehidupan yang kudus, matang dan penuh kasih, maka ada sesuatu yang sangat tidak beres. Tetapi itu bukanlah alasan untuk mengabaikan atau menolak teologi. Pokok ini digarisbawahi dengan pasal tentang penerapan yang mengakhiri setiap bagian utama buku ini. Apa yang disarankan dalam penerapan itu memang belum lengkap, namun dapat menunjukkan bahwa teologi yang benar adalah dasar bagi kehidupan benar.

Ketiga, pelajaran teologi adalah ungkapan kasih kepada Tuhan dengan pikiran kita (Mat 22:37*). Pemikiran yang benar adalah respons kita kepada Tuhan, yang sama nilainya dengan perbuatan dan perkataan yang benar, dan sama pentingnya untuk memuliakan nama Tuhan, sumber segala kebenaran. Pada zaman ini banyak orang menganggap praktik sebagai ukuran tentang apa yang benar; namun perlu ditekankan bahwa mencari kebenaran sendiri adalah usaha yang memuliakan Tuhan.

Keempat, teologi penting karena tidak mungkin memisahkan Yesus Kristus sepenuhnya dari kebenaran yang dinyatakan Alkitab tentang Dia. Tidak ada Kristus lain selain Kristus yang dikenal melalui ajaran-ajaran yang terdapat di seluruh Alkitab. Sebab itu, kesetiaan kepada Kristus tidak bisa tidak akan meliputi keterikatan terhadap kebenaran mengenai Dia. Sebaliknya, jika kita acuh tak acuh terhadap ajaran Alkitab, maka kita tidak setia terhadap Dia.

Keempat alasan di atas saling mengisi. Pesan bersamanya ialah sederhana dan tak terelakkan: teologi itu penting. "Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang terus terang memberitakan perkataan kebenaran itu." (2Tim 2:15*).

Buku panduan ini ditujukan bukan hanya kepada mahasiswa teologi tetapi kepada semua orang Kristen yang berpikir, yang ingin tahu lebih banyak tentang iman mereka. Di dalamnya dibahas bidang-bidang penting dari teologi Kristen sebagaimana yang sudah dirumuskan selama berabad-abad. Dasar semuanya adalah apa yang diajarkan oleh Alkitab, dilengkapi dengan tinjauan mengenai bagaimana ajaran itu diungkapkan selama berabad-abad, dan mengenai kecenderungan teologi masa kini.

Karena tujuan pokok adalah menguraikan ajaran Alkitab, maka pada akhir setiap pasal dalam buku ini diberikan daftar bahan utama dalam Alkitab yang menyangkut masing-masing tema. Mungkin ada pembaca yang lebih suka membaca pasal-pasal Alkitab itu terlebih dahulu sebelum membaca uraian. Juga disajikan pertanyaan-pertanyaan pada akhir tiap pasal untuk merangsang adanya refleksi dan diskusi. Selain itu diberikan juga daftar pustaka tentang setiap pokok bahasan dengan maksud mendorong pembaca untuk belajar lebih lanjut.

Lanjutan 01003 atau Lanjutan 01005



Tim penerjemah

Penerjemah : Ny. Connie Item-Corputty
Penyunting pengelola : Dr. David L. Baker
Penyunting peneliti : Pdt. Martin B. Dainton, M.A.
Pembaca pengoreksi : Ny. Hotmaida T. Hutasoit-Simanjuntak, B.A.
Penyunting teknis : Dra. Lisda T. Gamadhi
Laksmi Hutapea
Renni Setiono

[Lanjutan 01004]



Daftar singkatan ayat-ayat

BIS Alkitab dalam Bahasa Indonesia Sehari-hari (1985), juga
disebut "Alkitab Kabar Baik"
bnd. bandingkanlah
dkk. dan kawan-kawan (et al.)
dll. dan lain-lain (etc.)
dsb. dan sebagainya
dst. dan seterusnya (ff.)
har. terjemahan harfiah
hlm. halaman
IBD The Illustrated Bible Dictionary (IVP, 1980). Buku ini
sedang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan diharapkan
akan terbit dalam waktu dekat (Red. ini sudah terbit) dengan judul
Ensiklopedi Alkitab Masa Kini.
Ibr. bahasa Ibrani
Ing. bahasa Inggris
Lat. bahasa Latin
M Masehi
ps pasal
sM sebelum Masehi
TB Alkitab dalam Terjemahan Baru (1974)
t.t. tanpa tahun terbit
Yun. bahasa Yunani

Nama-nama kitab dari Alkitab disingkatkan sesuai dengan apa yang terdapat dalam TB [Red. tiga huruf pertama], misalnya "Yes" menyebut Kitab Yesaya.

Buku dan artikel lain disebut dengan nama penulis serta tahun terbit, dan keterangan lengkap dapat ditemukan dalam kepustakaan pada akhir setiap pasal atau dalam kepustakaan umum.

Lanjutan 01005



Indeks Buku: MENGENALI KEBENARAN

[Info]

Daftar Bagian

Judul                                              Nomor-Nomor

Prawacana Kata Pengantar dan Lain ................... 01006
Bagian A. Wewenang .................................. 01007
Bagian B. Allah ..................................... 01008
Bagian C. Manusia ................................... 01009
Bagian D. Yesus Kristus ............................. 01010
Bagian E. Roh Kudus ................................. 01011
Bagian F. Gereja .................................... 01012
Bagian G. Akhir Zaman ............................... 01013





Indeks Bagian/Bab: DAFTAR ISI


Judul                                                Nomor-Nomor
Prawacana Kata Pengantar dan Lain ...................... 01006
Bab P1 Kata Pengantar .................................. 01002
Bab P2 Tim Penerjemah .................................. 01003
Bab P3 Daftar Singkatan ................................ 01004
Bab L1 Kepustakaan Umum ................................ 01392



Bagian A. WEWENANG 01007


Bab 1    Arti dan Sumber Wewenang ........................ 01014
Bab 2 Penyataan ....................................... 01022
Bab 3 Alkitab ......................................... 01039
Bab 4 Penerapan ....................................... 01063


Bagian B.    ALLAH                                         01008

Bab 5 Keberadaan Allah ................................ 01068
Bab 6 Allah Tritunggal ................................ 01079
Bab 7 Sifat-sifat Allah ............................... 01089
Bab 8 Karya Penciptaan ................................ 01097
Bab 9 Karya Pemeliharaan .............................. 01110
Bab 10 Penerapan ....................................... 01116


Bagian C.    MANUSIA                                       01009

Bab 11 Watak Manusia ................................... 01121
Bab 12 Manusia Berdosa ................................. 01135
Bab 13 Manusia dalam Anugerah .......................... 01152
Bab 14 Penerapan ....................................... 01163


Bagian D.    YESUS KRISTUS                                 01010

Bab 15 Kemanusiaan Yesus Kristus ....................... 01170
Bab 16 Keilahian Yesus Kristus ......................... 01178
Bab 17 Satu Pribadi .................................... 01193
Bab 18 Pendamaian I: Ajaran Alkitab .................... 01206
Bab 19 Pendamaian II: Perspektif Sejarah ............... 01214
Bab 20 Penerapan ....................................... 01223


Bagian E.    ROH KUDUS                                     01011

Bab 21 Pribadi Roh Kudus ............................... 01233
Bab 22 Roh yang Dijanjikan ............................. 01240
Bab 23 Menjadi Orang Kristen ........................... 01247
Bab 24 Pertumbuhan Kristen ............................. 01260
Bab 25 Roh Kudus pd Masa Kini: Perspektif Sejarah ...... 01272
Bab 26 Penerapan ....................................... 01275


Bagian F.    GEREJA                                        01012

Bab 27 Identitas Gereja ................................ 01280
Bab 28 Kehidupan Gereja ................................ 01299
Bab 29 Pertumbuhan Gereja .............................. 01311
Bab 30 Gereja dalam Sejarah ............................ 01324
Bab 31 Penerapan ....................................... 01336
Bagian G.    AKHIR ZAMAN                                   01013

Bab 32 Kerajaan Allah .................................. 01341
Bab 33 Kedatangan Kristus yang Kedua Kalinya ........... 01349
Bab 34 Keadaan Akhir ................................... 01362
Bab 35 Akhir Zaman dalam Pemikiran Kristen ............. 01379
Bab 36 Penerapan ....................................... 01385


Kepustakaan Umum ......................................... 01392



Indeks Prawacana MENGENALI KEBENARAN

[Info] [Indeks]

Prawacana KATA PENGANTAR DAN LAIN

Judul                                                Nomor-Nomor
Bab P1 Kata Pengantar .................................. 01002
Bab P2 Tim Penerjemah .................................. 01003
Bab P3 Daftar Singkatan ................................ 01004



Indeks Bagian A: MENGENALI KEBENARAN

[Info] [Indeks]

Bagian A. WEWENANG

Judul Nomor-Nomor
Bab 1 Arti dan Sumber Wewenang ........................ 01014
Ps 1.1 Arti Wewenang ................................ 01016
Ps 1.2 Sumber Wewenang .............................. 01017
Bab 2 Penyataan ....................................... 01022
Ps 2.1 Arti Penyataan ............................... 01023
Ps 2.2 Kemungkinan Penyataan ........................ 01026
Ps 2.3 Penyataan Umum ............................... 01027
Ps 2.4 Penyataan Khusus ............................. 01033
Bab 3 Alkitab ......................................... 01039
Ps 3.1 Alkitab: Bentuk Nyata dari Penyataan Khusus... 01040
Ps 3.2 Alkitab Sebagai Firman Allah yang Tertulis.... 01042
Ps 3.3 Pengilhaman .................................. 01046
Ps 3.4 Kanon ........................................ 01051
Ps 3.5 Masalah-masalah Lain ......................... 01054
Ps 3.6 Ilmu Tafsir (Hermeneutika) ................... 01057
Bab 4 Penerapan ....................................... 01063
Ps 4.1 Kelahiran Kembali ............................ 01064
Ps 4.2 Memahami Alkitab ............................. 01065
Ps 4.3 Memberitakan Firman .......................... 01066
Ps 4.4 Menaati Alkitab .............................. 01067



Indeks Bagian B: MENGENALI KEBENARAN

[Info] [Indeks]

Bagian B.    ALLAH
Judul Nomor-Nomor
Bab 5 Keberadaan Allah ................................ 01068
Ps 5.1 Alasan-alasan Bagi Teisme Kristen ............ 01069
Ps 5.2 Bukti Rasional tentang Keberadaan Allah ...... 01070
Ps 5.3 Mengevaluasi Pendekatan Rasional ............. 01074
Bab 6 Allah Tritunggal ................................ 01079
Ps 6.1 Ajaran Alkitab ............................... 01080
Ps 6.2 Mengerti Ajaran Ini .......................... 01082
Ps 6.3 Pentingnya Ajaran Ini ........................ 01085
Bab 7 Sifat-sifat Allah ............................... 01089
Ps 7.1 Kemuliaan Allah .............................. 01090
Ps 7.2 Ketuhanan Allah .............................. 01091
Ps 7.3 Kekudusan Allah .............................. 01092
Ps 7.4 Kasih Allah .................................. 01093
Bab 8 Karya Penciptaan ................................ 01097
Ps 8.1 Penciptaan dari yang Tidak Ada ............... 01099
Ps 8.2 Penciptaan yang Berkesinambungan ............. 01100
Ps 8.3 Masalah Bahasa ............................... 01101
Ps 8.4 Usaha Ilmiah ................................. 01102
Ps 8.5 Mujizat ...................................... 01103
Ps 8.6 Masalah Asal Usul ............................ 01104
Ps 8.7 Penciptaan Dunia Rohani ...................... 01106
Bab 9 Karya Pemeliharaan .............................. 01110
Ps 9.1 Jangkauan Pemeliharaan ....................... 01111
Ps 9.2 Pemeliharaan dan Kejahatan ................... 01112
Bab 10 Penerapan ....................................... 01116
Ps 10.1 Keberadaan dan Tabiat Allah .................. 01117
Ps 10.2 Penciptaan ................................... 01119
Ps 10.3 Pemeliharaan ................................. 01120



Indeks Bagian C: MENGENALI KEBENARAN

[Info] [Indeks]

Bagian C. MANUSIA

Judul Nomor-Nomor
Bab 11 Watak Manusia ................................... 01121
Ps 11.1 Pertanyaan yang Abadi ........................ 01122
Ps 11.2 Manusia dalam Hubungan dengan Allah .......... 01123
Ps 11.3 Manusia dalam Hubungan dengan Dirinya ........ 01126
Ps 11.4 Manusia dalam Hubungan dengan Sesamanya ...... 01128
Ps 11.5 Manusia dalam Hubungan dengan Alam ........... 01130
Ps 11.6 Manusia dalam Hubungan dengan Waktu .......... 01131
Bab 12 Manusia Berdosa ................................. 01135
Ps 12.1 Kejatuhan Manusia ............................ 01136
Ps 12.2 Sifat serta Jangkauan Dosa ................... 01137
Ps 12.3 Pengaruh Dosa ................................ 01140
Ps 12.4 Soal-soal Lain ............................... 01144
Ps 12.5 Perdebatan Akhir-akhir Ini ................... 01146
Ps 12.6 Ringkasan .................................... 01148
Bab 13 Manusia Dalam Anugerah .......................... 01152
Ps 13.1 Yesus Kristus: Allah dan Manusia ............. 01153
Ps 13.2 Orang Kristen: Ciptaan Baru dalam Kristus .... 01156
Ps 13.3 Manusia yang akan Dimuliakan ................. 01159
Bab 14 Penerapan ....................................... 01163
Ps 14.1 Watak Manusia ................................ 01164
Ps 14.2 Manusia Berdosa .............................. 01166
Ps 14.3 Manusia dalam Anugerah ....................... 01168



Indeks Bagian D: MENGENALI KEBENARAN

[Info] [Indeks]

Bagian D.    YESUS KRISTUS
Judul Nomor-Nomor
Bab 15 Kemanusiaan Yesus Kristus ....................... 01170
Ps 15.1 Kehidupan Beragama ........................... 01172
Ps 15.2 Pengetahuan yang Terbatas .................... 01172
Ps 15.3 Pencobaan .................................... 01173
Ps 15.4 Sesudah Kebangkitan .......................... 01174
Bab 16 Keilahian Yesus Kristus ......................... 01178
Ps 16.1 Pernyataan-pernyataan Langsung ............... 01179
Ps 16.2 Kesamaan Yesus dengan Tuhan Allah ............ 01180
Ps 16.3 Bukti-bukti Lain ............................. 01184
Ps 16.4 Kesimpulan ................................... 01189
Bab 17 Satu Pribadi .................................... 01193
Ps 17.1 Perdebatan-perdebatan Awal ................... 01194
Ps 17.2 Beberapa Konsep Penting ...................... 01198
Ps 17.3 Tafsiran-tafsiran modern ..................... 01200
Ps 17.4 Komentar Selanjutnya ......................... 01202
Bab 18 Pendamaian I: Ajaran Alkitab .................... 01206
Ps 18.1 Pendamaian dalam Perjanjian Lama ............. 01207
Ps 18.2 Yesus Sang Mesias ............................ 01208
Bab 19 Pendamaian II: Perspektif Sejarah ............... 01214
Ps 19.1 Tafsiran-tafsiran Objektif ................... 01215
Ps 19.2 Tafsiran-tafsiran Subjektif .................. 01217
Ps 19.3 Tafsiran-tafsiran Modern ..................... 01219
Bab 20 Penerapan ....................................... 01223
Ps 20.1 Pribadi Kristus .............................. 01224
Ps 20.2 Kematian Kristus ............................. 01226
Ps 20.3 Kebangkitan Kristus .......................... 01229
Ps 20.4 Kenaikan Kristus ............................. 01231



Indeks Bagian E: MENGENALI KEBENARAN

[Info] [Indeks]

Bagian E.    ROH KUDUS
Judul Nomor-Nomor
Bab 21 Pribadi Roh Kudus ............................... 01233
Ps 21.1 Ajaran Perjanjian Lama ....................... 01234
Ps 21.2 Ajaran Perjanjian Baru ....................... 01235
Bab 22 Roh yang Dijanjikan ............................. 01240
Ps 22.1 Roh Kudus sebelum Kedatangan Kristus ......... 01241
Ps 22.2 Roh Kudus dan Kristus ........................ 01243
Bab 23 Menjadi Orang Kristen ........................... 01247
Ps 23.1 Anugerah Allah ............................... 01248
Ps 23.2 Persatuan dengan Kristus melalui Roh Kudus ... 01249
Bab 24 Pertumbuhan Kristen ............................. 01260
Ps 24.1 Kepastian .................................... 01261
Ps 24.2 Pengudusan ................................... 01262
Ps 24.3 Ketekunan .................................... 01267
Ps 24.4 Cara dan Tujuan .............................. 01268
Bab 25 Roh Kudus pd Masa Kini: Perspektif Sejarah....... 01272
Bab 26 Penerapan ....................................... 01275
Ps 26.1 Melayani Allah ............................... 01276
Ps 26.2 Hidup di Dunia ............................... 01277
Ps 26.3 Diri Kita Sendiri ............................ 01279



Indeks Bagian F: MENGENALI KEBENARAN

[Info] [Indeks]

Bagian F. GEREJA

Judul Nomor-Nomor
Bab 27 Identitas Gereja ................................ 01280
Ps 27.1 Kiasan-kiasan tentang Gereja dalam Alkitab ... 01282
Ps 27.2 Ciri-ciri Gereja yang Sejati ................. 01289
Bab 28 Kehidupan Gereja ................................ 01299
Ps 28.1 Ibadah ....................................... 01300
Ps 28.2 Persekutuan .................................. 01302
Ps 28.3 Pelayanan .................................... 01303
Ps 28.4 Kesaksian .................................... 01307
Bab 29 Pertumbuhan Gereja .............................. 01311
Ps 29.1 Firman Allah ................................. 01312
Ps 29.2 Sakramen ..................................... 01315
Ps 29.3 Doa .......................................... 01318
Ps 29.4 Persekutuan .................................. 01319
Ps 29.5 Penderitaan .................................. 01320
Bab 30 Gereja dalam Sejarah ........................... 01324
Ps 30.1 Bentuk-bentuk Organisasi ..................... 01325
Ps 30.2 Perspektif Sejarah ........................... 01329
Ps 30.3 Masa Depan Gereja ............................ 01332
Bab 31 Penerapan ....................................... 01336
Ps 31.1 Pentingnya Gereja ............................ 01337
Ps 31.2 Kehidupan Gereja ............................. 01338
Ps 31.3 Masa Depan Gereja ............................ 01340



Indeks Bagian G: MENGENALI KEBENARAN

[Info] [Indeks]

Bagian G. AKHIR ZAMAN

Judul Nomor-Nomor
Bab 32 Kerajaan Allah .................................. 01341
Ps 32.1 Latar Belakang Perjanjian Lama ............... 01342
Ps 32.2 Yesus dan Kerajaan Allah ..................... 01343
Ps 32.3 Ajaran Lain dalam Perjanjian Baru ............ 01344
Ps 32.4 Kerajaan Allah dan Kehidupan Kristen ......... 01345
Bab 33 Kedatangan Kristus yang Kedua Kalinya ........... 01349
Ps 33.1 Istilah-istilah Perjanjian Baru .............. 01351
Ps 33.2 Sifat Kedatangan Kristus yang Kedua Kali ..... 01352
Ps 33.3 Tujuan Kedatangan Kristus yang Kedua Kali .... 01353
Ps 33.4 Waktu Kedatangan Kristus yang Kedua Kali ..... 01355
Ps 33.5 Masalah-masalah yang Terkait ................. 01356
Bab 34 Keadaan Akhir ................................... 01362
Ps 34.1 Kematian ..................................... 01363
Ps 34.2 Keadaan Peralihan ............................ 01365
Ps 34.3 Kebangkitan Orang Mati ....................... 01367
Ps 34.4 Penghakiman .................................. 01368
Ps 34.5 Hukuman yang Kekal ........................... 01371
Ps 34.6 Kehidupan yang Akan Datang ................... 01373
Bab 35 Akhir Zaman dalam Pemikiran Kristen ............. 01379
Ps 35.1 Abad-abad Pertama ............................ 01380
Ps 35.2 Abad Pertengahan ............................. 01381
Ps 35.3 Reformasi .................................... 01382
Ps 35.4 Abad ke-19.................................... 01383
Ps 35.5 Abad ke-20.................................... 01384
Bab 36 Penerapan ....................................... 01385
Ps 36.1 Pengharapan .................................. 01386
Ps 36.2 Kekudusan .................................... 01387
Ps 36.3 Kegiatan ..................................... 01388
Ps 36.4 Sikap ........................................ 01390



Indeks Bab 1: MENGENALI KEBENARAN

[Info] [Indeks bag.A 01007]

Judul                                                  Nomor-Nomor
Bab 1 Arti dan Sumber Wewenang ........................ 01015
Ps 1.1 Arti Wewenang ................................ 01016
Ps 1.2 Sumber Wewenang .............................. 01017
Sb 1.2.a Pengakuan-pengakuan Iman (Kredo) .......... 01017
1.2.b Pernyataan-pernyataan Histori ................ 01018
1.2.c Pikiran Gereja ............................... 01018
1.2.d Pengalaman Kristen ........................... 01019
1.2.e Berpikir secara Kristen ...................... 01019
1.2.f "Kata hati" .................................. 01020
1.2.g Sumber Pokok ................................. 01020
Bahan Alkitab ............................................. 01021
Bahan Diskusi/penelitian .................................. 01021
Kepustakaan ............................................... 01021



Mengenali Kebenaran -- Bab 1. Arti dan Sumber Wewenang [Indeks]

A. WEWENANG

1. ARTI DAN SUMBER WEWENANG

"Berbicara dalam bahasa lidah hanya hasil emosi. Hal seperti itu terjadi dalam upacara penyembahan berhala dan tidak ada hubungan dengan Roh Kudus."

"Jangan main-main! Ada banyak pasal dalam Alkitab yang menyinggung hal itu. Saya sendiri sering memakai bahasa lidah".

Tidak banyak topik yang lebih sengit diperdebatkan daripada bahasa lidah di antara orang Kristen akhir-akhir ini. Tetapi karena suasana debat yang panas, kita sering tidak sadar bahwa pertentangan yang lebih mendasar terdapat di balik perdebatan itu, yakni pertentangan mengenai wewenang dalam agama Kristen. Apakah wewenang tertinggi adalah pengalaman pribadi kita mengenai Roh Kudus? Ataukah kita harus berpegang kepada ajaran Alkitab saja? Perlukah kita mendengar apa yang dikatakan para psikolog dan antropolog tentang sifat dan pola-pola pengalaman religius?

Pertentangan mengenai wewenang keagamaan juga terdapat di balik pokok-pokok lain yang senantiasa diperdebatkan, seperti keberadaan Allah, reinkarnasi, kebangkitan, aktivisme Kristen dalam bidang politis dan sebagainya. Boleh dikatakan bahwa hampir tidak ada pokok persoalan tentang iman atau perilaku Kristen yang tidak ditentukan oleh keputusan terlebih dulu, yang diambil secara sadar atau tidak, mengenai letak wewenang keagamaan. Dengan mengemukakan soal wewenang, kita mungkin tidak dapat menyelesaikan segala perselisihan, namun mungkin kita dapat menjelaskan tentang pokok-pokok perselisihan yang sesungguhnya; dan dengan demikian mencegah salah pengertian yang tidak perlu.

Setiap pembahasan ajaran dasar Kristen harus bertitik tolak dari sini. Bagaimana kita menentukan apa yang menjadi ajaran Kristen yang tepat? Ke mana harus berpaling untuk penyelesaian perbedaan pendapat kita? Apa yang menjadi tolok ukur kebenaran? Inilah persoalan pertama yang harus mendapat perhatian kita.



Mengenali Kebenaran -- Bab 1. Arti dan Sumber Wewenang [Indeks]

1.1 Arti wewenang

Wewenang adalah hak atau kuasa untuk mewajibkan kepatuhan. Akhir-akhir ini ada krisis wewenang yang menyebar luas dalam masyarakat, dan satu-satunya wewenang yang diterima oleh banyak orang adalah wewenang yang secara sadar dipilih oleh dirinya sendiri.

Dari segi iman Kristen, Allah mempunyai hak dan kuasa tertinggi untuk menuntut kepatuhan, karena Dialah sang Pencipta dan Tuhan segala bangsa. Seorang Kristen sejati tidak boleh berkata, `Aku tahu pandangan Allah tentang hal ini, tetapi aku tidak merasa wajib untuk menyesuaikan diri dengan pandangan itu`. Mungkin dia pernah melawan kehendak Allah, bahkan kadang-kadang dengan sadar. Tetapi ini selalu dilakukan secara bertentangan dengan pertimbangannya yang lebih baik. Perasaan bersalah yang dirasakannya kemudian akan menyaksikan bahwa wewenang Tuhan tetap berlaku dan terus diakui. Wewenang ada pada Tuhan.

Apabila orang Kristen telah mengerti prinsip ini, maka soal wewenang menjadi soal praktis tentang mencari tahu kehendak dan pikiran Allah dalam setiap masalah yang dihadapinya. Akan tetapi, bagaimana orang dapat menemui Allah dan mengetahui pikiran dan kehendak-Nya? Khususnya, apakah Allah telah menyediakan sumber dari mana kita dapat menimba kebenaran-Nya, dan dengan demikian menempatkan diri di bawah wewenang-Nya?



Mengenali Kebenaran -- Bab 1. Arti dan Sumber Wewenang [Indeks]

1.2 Sumber wewenang

Selama berabad-abad orang-orang Kristen telah meletakkan wewenang tertinggi dalam berbagai tempat.

a. Pengakuan-pengakuan iman (Kredo)

Beberapa ringkasan kebenaran Kristen dihasilkan pada zaman Kristen mula-mula dan menyatakan intisari iman Kristen pada zaman yang penuh kekacauan teologis itu. Pengakuan Iman Rasuli adalah kredo yang paling tua dan terkenal, yang berasal dari abad ketiga dan meringkaskan iman yang dipelajari calon-calon yang mau menerima baptisan. Isinya dapat dikatakan `rasuli`, walaupun pengakuan itu sendiri tidak ditulis pada zaman para rasul. Pengakuan itu memberikan patokan-patokan yang dapat dipakai dalam penjelasan iman Kristen, namun tak dapat dipakai sebagai sumber akhir dan tolok ukur kebenaran Kristen. Ada dua alasan. Pertama, karena pengakuan ini terlalu umum. Pengakuan itu dapat dipakai untuk menilai pandangan ekstrim, tetapi tidak memberikan keterangan yang cukup jelas tentang ajaran yang disebutkan di dalamnya. Kedua, karena wewenangnya terus terang didasarkan pada sesuatu yang lebih tua dan memiliki wewenang yang lebih mendasar, yaitu ajaran Yesus Kristus serta para rasul-Nya.



Mengenali Kebenaran -- Bab 1. Arti dan Sumber Wewenang [Indeks]

b. Pernyataan-pernyataan historis

Beberapa pernyataan iman Kristen dihasilkan pada zaman Reformasi dan sesudahnya. Pernyataan itu lebih lengkap daripada pengakuan-pengakuan kuno, tetapi sekali lagi tidak dapat dilihat sebagai wewenang tertinggi. Pertama, pada umumnya pernyataan itu adalah milik "partai" yang hanya membeberkan pandangan salah satu pihak dari gereja am; dan oleh karena itu mengandung unsur-unsur yang tidak diterima oleh pihak-pihak lain. Selain itu, pernyataan-pernyataan itu bersifat sekunder, yang secara sadar membenarkan penegasan-penegasannya dengan mengacu pada ajaran Alkitab.

c. Pikiran gereja

Menurut pandangan ini, kehadiran Tuhan dalam gereja berarti bahwa pikiran-Nya dapat diketahui dengan meneliti aliran utama dari pemikiran dalam gereja ("pikiran gereja"). Tetapi ada hambatan-hambatan serius untuk menerima pandangan ini. Konsensus orang-orang Kristen sulit untuk dipastikan. Kepada siapa harus kita dengar: para teolog, para pendeta, komisi gereja, pendapat awam umumnya atau siapa? Selanjutnya, kalau pikiran gereja itu adalah wewenang tertinggi, setiap perbedaan pendapat dalam gereja membawa kita pada jalan buntu, karena tidak ada wewenang yang lebih tinggi yang dapat menyelesaikannya. Lagi pula, sudah jelas bahwa konsensus pandangan gereja selama berabad-abad tidak selalu sesuai sepenuhnya dengan "iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus" (Yud 1:3*), juga tidak konsisten dengan konsensus pada abad lain.**1**

--------------------
**1**.Menurut gereja Roma Katolik, Kristus mendirikan jawatan mengajar dalam gereja, yang dipegang oleh Petrus dan para penggantinya dalam kepausan: karena itu suara Paus adalah suara Tuhan. Beberapa kesulitan yang disebut di atas berlaku pada pernyataan ini pula. Pandangan Roma itu akan dibahas di bawah: ps 27.2@@.
--------------------



Mengenali Kebenaran -- Bab 1. Arti dan Sumber Wewenang [Indeks]

d. Pengalaman Kristen

Pandangan ini dimulai dari pengalaman manusia tentang Allah, dan mencoba untuk mengenal ajaran yang dinyatakan dalam pengalaman itu. Banyak teolog yang berpengaruh pada abad ke-19 mengikuti pandangan ini. Namun ada dua keberatan besar terhadap hal ini. Dalam pengalaman manusia tentang Allah, harus dibedakan kebenaran objektif mengenai Tuhan dan pandangan manusia secara subjektif yang serba terbatas dan berpraduga tentang Dia. Untuk itu diperlukan norma yang lebih tinggi daripada pengalaman itu sendiri. Kesulitan ini bertambah besar lagi karena manusia yang berdosa mempunyai pikiran yang berdosa pula. Pandangan ini juga membatasi penyataan kebenaran Kristen, karena tidak memberi kesempatan untuk memikirkan ajaran yang tak dapat dialami langsung, misalnya: ajaran tentang Allah Tritunggal.

e. Berpikir secara Kristen

Menurut pandangan ini, kebenaran Kristen adalah apa yang dapat kita tunjukkan mengenai Allah melalui penalaran. Pernah ada pengikut-pengikut pandangan ini sejak abad ketiga. Memang kita tidak sama sekali membuang pertimbangan-pertimbangan rasional bila kita merumuskan kebenaran Kristen, tetapi nalar tidak cukup sebagai wewenang tertinggi. Persepsi manusia yang telah jatuh dalam dosa mengenai kebenaran sangat terbatas, khususnya di bidang moral dan spiritual. Akal budi makhluk ciptaan tidak sanggup memahami sang Pencipta, lagi pula pendekatan ini selalu gagal memperlihatkan dinamika agama alkitabiah yang otentik.



Mengenali Kebenaran -- Bab 1. Arti dan Sumber Wewenang [Indeks]

f. "Kata hati"

Beberapa orang menegaskan bahwa Allah langsung berbicara di kedalaman kesadaran dan bahwa "kata hati" ini adalah wewenang tertinggi. Pandangan ini lazim pada masa kini dan sering ditafsirkan sebagai dorongan Roh Kudus. Tentu saja ada unsur kebenaran di dalamnya, karena Roh Kudus memainkan peran penting dalam pengertian Kristen mengenai wewenang, namun pada hakikatnya Ia bekerja di dalam dan melalui Alkitab. Tiap pernyataan pribadi tentang dorongan dari Roh Kudus harus diterima dengan rasa curiga kalau tidak ada acuan pada firman Tuhan yang tertulis ataupun ada dukungan dari pengalaman jemaat. Dalam hal ini ketulusan banyak orang yang yakin telah menerima dorongan tadi jangan sampai menutupi bahaya yang amat besar, bahwa orang dapat menipu diri sendiri. Penipuan diri ini berulang kali menyebabkan kerapuhan spiritual sebagaimana telah terbukti dari catatan-catatan sejumlah penyuluh Kristen.

g. Sumber pokok

Tak satu pun dari pandangan tersebut tadi dapat menerangkan pikiran Allah dan oleh sebab itu tidak dapat dianggap sumber kebenaran Kristen yang berwenang. Namun, masing-masing memberi sumbangan ke arah itu. Pengakuan iman, pernyataan-pernyataan historis dan pikiran gereja menitikberatkan tempat kita dalam gereja Yesus Kristus yang sudah hampir dua ribu tahun umurnya. Jelaslah bahwa kita harus mempertimbangkan kesaksiannya dengan saksama. Pengalaman Kristen mengingatkan kita bahwa teologi tidak bersifat intelektual saja, sedangkan nalar Kristen menuntut agar kita merumuskan teologi menurut cara berkomunikasi yang cocok. Akan tetapi sumber pokok wewenang adalah Allah Tritunggal sendiri sebagaimana Ia menyatakan diri melalui Alkitab. Ada tiga aspek kebenaran ini.

Pertama, Allah mengambil inisiatif. Kita belajar tentang Dia dan langsung masuk di bawah wewenang-Nya karena Ia sendiri memutuskan untuk memperkenalkan diri dan kehendak-Nya kepada kita. Inilah "penyataan diri".

Kedua, Allah telah datang kepada kita dalam Yesus Kristus, Allah yang menjadi manusia. Sebagai Firman abadi dan hikmat Allah, Yesus Kristus menyampaikan segala pengetahuan tentang Allah kepada kita (bnd. Yoh 1:1; 1Kor 1:30*; Kol 22:3; Wahy 19:13*).

Ketiga, pengetahuan kita tentang Allah datang melalui Alkitab. Ia telah membuat Alkitab ditulis dan melalui kata-kata Alkitab Ia berbicara kepada kita sebagaimana Ia berbicara kepada bangsa-Nya ketika kata-kata itu pertama-tama diberikan. Alkitab harus diterima sebagai firman Tuhan kepada kita dan oleh sebab itu dihormati dan ditaati. Pada waktu kita tunduk kepada wewenangnya, kita menempatkan diri di bawah wewenang Allah yang hidup, yang diperkenalkan kepada kita di dalam diri Yesus Kristus.



Mengenali Kebenaran -- Bab 1. Arti dan Sumber Wewenang [Indeks]

Bahan Alkitab

Kejadian 1:1; Ayub 39:34-38;Ayu 42:1-6*;
Mazmur 95:6; Yesaya 40:21-23; 45:9*;
Roma 9:19-20; 11:33-36; Efesus 1:11; Wahyu 4:9-11*.

Bahan diskusi/penelitian

  1. Sebutkan pandangan Kristen mengenai wewenang.
  2. Selidiki dampak pandangan ini bagi

    1. orang Kristen yang terlibat dalam pendidikan di semua tingkat,
    2. masalah penegakan hukum serta tata tertib masyarakat, dan
    3. pendekatan Kristen kepada kesenian.

  3. Secara ringkas, sebutkan kelebihan dan kelemahan dari berbagai pandangan tentang sumber wewenang.

  4. Uraikan nasihat yang akan Anda berikan kepada seorang Kristen yang mencari kehendak Allah tentang suatu masalah tertentu.

Kepustakaan (1)

Artikel "Authority" dalam _IBD_.
Henry, C. F. H.
1976 _God, Revelation and Authority_ 1 & 2 (Word).
Heppe, H.
1978 _Reformed Dogmatics_ (Baker).
Ramm, B.
1957 _The Pattern of Religious Authority_ (Eerdmans).
Schaff, P.
1977 _The Creeds of Christendom_ (Baker).



Indeks Bab 2: MENGENALI KEBENARAN

[Info] [Indeks bag.A 01007]

Judul                                                      Nomor-Nomor
Bab 2 Penyataan ............................................. 01023
Ps 2.1 Arti Penyataan ................................... 01023
Sb 2.1.a Manusia adalah Makhluk Ciptaan ................ 01024
2.1.b Manusia Sudah Menjadi Orang Berdosa ........... 01025
Ps 2.2 Kemungkinan Penyataan ............................ 01026
Ps 2.3 Penyataan Umum ................................... 01027
Sb 2.3.a Karya Ciptaan ................................. 01027
2.3.b Pengalaman Moral .............................. 01028
2.3.c Sejarah ....................................... 01029
2.3.d Naluri Religius yang Universal ................ 01029
2.3.e Faktor Dinamis ................................ 01030
2.3.f Fungsi-fungsinya .............................. 01031
2.3.g Keterbatasannya ............................... 01032
2.3.h Ringkasan ..................................... 01032
Ps 2.4 Penyataan Khusus ............................. ...01033
Sb 2.4.a Yesus Kristus ................................. 01033
2.4.b Kitab Suci .................................... 01033
2.4.c Hubungan antara Kedua Bentuk Kenyataan Itu ....01033
2.4.d Bentuk yang Ketiga?............................ 01034
2.4.e Penyataan yang Menyelamatkan .................. 01034
2.4.f Ringkasan ..................................... 01035
Bahan Alkitab .................................................. 01036
Bahan Diskusi/penelitian ....................................... 01037
Kepustakaan .................................................... 01038



Mengenali Kebenaran -- Bab 2. Penyataan [Indeks]

2. PENYATAAN

2.1 Arti penyataan

Penyataan berarti melepaskan selubung dari hal yang tersembunyi, supaya dapat dilihat dan diketahui apa sebenarnya hal itu. Akar kata yang dipakai dalam Perjanjian Lama, _gala_, berarti keadaan telanjang (bnd. Kel 20:26*), tetapi sering dipakai secara kiasan: dalam Yesaya 53:1* tangan Allah secara harfiah "ditelanjangi" dalam pekerjaan penyelamatan-Nya (bnd. Yes 52:10); dalam 2Samuel 7:27*, "Engkau telah menyatakan kepada hambaMu ini, demikian", secara harfiah berarti "Engkau telah menelanjangi telinga hamba-Mu". Padanannya dalam bahasa Yunani, _apokalupt“_, dalam Perjanjian Baru dipakai hanya dalam arti teologis yang sudah diolah, yaitu membuat kenyataan-kenyataan religius diketahui (bnd. Luk 10:21; Ef 3:5*).

Istilah-istilah ini menguraikan apa yang tersirat setiap kali Alkitab berbicara tentang Allah yang berfirman atau berhubungan dengan manusia. Agama Alkitab adalah agama penyataan; suatu iman yang didasarkan atas penegasan bahwa Allah telah mendatangi manusia dan menyatakan diri-Nya. Kalau manusia hendak mengenal Allah maka penyataan sangat diperlukan berdasarkan dua alasan yang saling mengisi.



Mengenali Kebenaran -- Bab 2. Penyataan [Indeks]

a. Manusia adalah makhluk ciptaan

"Pada mulanya Allah menciptakan ... manusia" (Kej 1:1,27*). Kata-kata pertama Alkitab ini mengungkapkan perbedaan antara Allah dan umat manusia. Allah sebagai Pencipta berada bebas, terlepas dari manusia; sedangkan keberadaan tiap makhluk tergantung sepenuhnya pada Allah (bnd. laki-laki dan perempuan disebut "debu" dalam Kej 2:7; 3:19*; Mazm 103:14*). Allah dan umat manusia termasuk golongan keberadaan yang berbeda. Istilah teknis ialah "perbedaan ontologis", suatu perbedaan dalam cara keberadaan.

Perbedaan ini tidak mutlak, karena manusia dijadikan "menurut gambar dan rupa Allah". Allah berkomunikasi dengan manusia (Kej 1:28* dst.), Allah menjadi manusia dalam Tuhan Yesus Kristus (Yoh 1:1,14*); Roh Kudus diam di dalam orang-orang Kristen dan menciptakan hubungan pribadi dengan Allah (Rom 8:9-17*). Bukti ini menegaskan adanya semacam persesuaian antara Allah dan umat manusia. Kendatipun demikian, tetap ada perbedaan mendalam yang tak mungkin diubah.

Perbedaan dalam keberadaan ini meliputi perbedaan dalam hal mengetahui. "Siapa gerangan di antara manusia yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri manusia selain roh manusia sendiri yang ada di dalam dia? Demikian pulalah tidak ada orang yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah" (1Kor 2:11*). Hanya Allah yang sesungguhnya mengenal diri-Nya. Karena Allah adalah Pencipta dan Tuhan umat manusia, pengetahuan-Nya meliputi juga pengetahuan diri manusia (Mazm 139:2-4*); akan tetapi pengetahuan manusia tidak meliputi pengetahuan Allah akan diri-Nya. Oleh sebab itu, keadaan manusia sebagai makhluk memerlukan penyataan diri Allah jika ia ingin memperoleh pengetahuan secukupnya mengenai Dia. Bahkan Adam sebelum kejatuhannya dalam dosa perlu disapa Allah sebelum ia dapat mengetahui apa kehendak-Nya (Kej 1:28; 2:16*).



Mengenali Kebenaran -- Bab 2. Penyataan [Indeks]

b. Manusia sudah menjadi orang berdosa

Kebutuhan manusia akan penyataan menjadi makin besar karena keadaannya sebagai orang yang berdosa. Kejatuhan dalam dosa telah mempengaruhi setiap segi keberadaannya, khususnya pengertiannya tentang realitas moral dan spiritual. Dosa membuat manusia buta dan bodoh mengenai perihal Allah (Rom 1:18; 1Kor 1:21; 2Kor 4:4*; Ef 2:1; 4:18*).

Oleh karena itu, tak ada jalan menuju pengetahuan sejati tentang Allah melalui persepsi intelektual dan moral manusia. Satu-satunya jalan menuju pengetahuan akan Allah bagi manusia adalah jika Allah rela menempatkan diri-Nya dalam jangkauan persepsi manusia dan memperbarui pengertiannya mengenai dirinya yang berdosa. Maka, jika manusia ingin mengenal Tuhan dan mendapatkan dasar yang cukup untuk pemahaman dan pengalaman Kristen, penyataan itu mutlak perlu.



Mengenali Kebenaran -- Bab 2. Penyataan [Indeks]

2.2 Kemungkinan penyataan

Oleh karena Allah adalah Pencipta, maka tidak mengherankan apabila Allah menyatakan diri kepada manusia yang diciptakan-Nya agar mereka mengetahui rencana-Nya dalam penciptaan. Dan karena manusia jelas adalah makhluk yang responsif dan mampu mengadakan hubungan, agaknya tujuan Allah ketika menciptakan manusia meliputi semacam hubungan dan respons terhadap diri-Nya. Hubungan serta respons seperti itu memerlukan suatu bentuk penyataan; penciptaan itu sendiri rupanya juga menyangkut penyataan. Rasanya tidak masuk akal kalau Pencipta yang jelas bijaksana dan cerdas akan membiarkan makhluk-makhluk-Nya meraba-raba dalam kegelapan mengenai keberadaan-Nya tanpa usaha dari pihak-Nya untuk menyatakan diri-Nya.

Selanjutnya, kalau kita yakin bahwa Allah Pencipta itu penuh kasih, maka kemungkinan akan terjadinya penyataan menjadi kuat sekali. Orang tua yang menyayangi anaknya tidak akan sengaja pergi jauh supaya tidak tampak oleh anaknya, hingga ia berkembang tanpa mengetahui bahwa ia mempunyai orang tua. Memang kita tidak dapat menyamakan kasih manusia dengan kasih Allah, namun kita dapat menganggap adanya taraf kesamaan yang cukup untuk mengatakan bahwa Allah yang mahakasih pasti akan menyatakan diri kepada mereka yang dikasihi-Nya. Namun senantiasa harus diingat bahwa kesanggupan manusia untuk memahami dan menarik keuntungan sepenuhnya dari penyataan menjadi sangat terbatas karena kejatuhannya ke dalam dosa, sebagaimana akan terlihat di bawah ini.



Mengenali Kebenaran -- Bab 2. Penyataan [Indeks]

2.3 Penyataan umum

Para teolog biasanya membedakan antara dua cara penyataan: yang "umum" dan yang "khusus". Penyataan umum adalah penyataan Allah kepada semua orang di mana-mana. Ada bermacam-macam bentuk dan ciptaan.

a. Karya ciptaan

Dalam Roma 1:18-32*, Paulus menjelaskan hukuman Allah atas orang non-Yahudi sezamannya. Allah telah "menyerahkan mereka" (Rom 1:24,26,28*) kepada kecenderungan merusak diri yang ada dalam sifat berdosa mereka, "sebab, sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepadaNya" (Rom 1:21*). Sebaliknya mereka "menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana...dengan gambaran yang fana... menggantikan kebenaran dengan dusta tentang Allah yang terhilang itu ialah mengakui "apa yang tidak nampak dari padaNya, yaitu kekuatanNya yang kekal dan keilahianNya, [yang] dapat nampak dari karyaNya sejak dunia diciptakan" (Rom 1:20*). Sebab itu, mereka "tidak dapat berdalih" karena penyataan Allah ini sudah ada "sejak dunia diciptakan" (Rom 1:20*). Rupanya Paulus melihat tatanan ciptaan sebagai penyataan Allah kepada semua manusia tentang kekuasaan dan keilahian-Nya yang kekal, yang mengharuskan mereka mengenal Dia dan memuliakan serta mengucap syukur kepada-Nya. Dalam Kisah 14:17*, Paulus memberitahukan kepada bangsa kafir di Listra bahwa Allah "bukan tidak menyatakan diriNya dengan berbagai-bagai kebajikan, yaitu dengan menurunkan hujan dari langit dan dengan memberikan musim-musim subur bagi kamu. Ia memuaskan hatimu dengan makanan dan kegembiraan". Dan Kisah 17:26* menyebut bagaimana sang Pencipta mengatur perkara-perkara manusia pada tingkat individu dan bangsa "supaya mereka mencari Dia dan mudah-mudahan menjamah dan menemukan Dia."



Mengenali Kebenaran -- Bab 2. Penyataan [Indeks]

b. Pengalaman moral

Menurut Roma 2:24-25*, "apabila bangsa-bangsa lain yang tidak memiliki hukum Taurat oleh dorongan diri sendiri melakukan apa yang dituntut hukum Taurat...mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela". Dengan demikian konflik-konflik hati nurani manusia berhubungan dengan pokok-pokok penghakiman Allah yang terakhir (Rom 2:16; bnd. Rom 1:32*). Para nabi Perjanjian Lama sering berbicara mengenai penghakiman Allah yang adil terhadap bangsa-bangsa bukan Yahudi, walaupun bangsa-bangsa ini tidak diajarkan mengenai hukum Taurat (misalnya Yer 46:51; Am 1:6-2:3*). Perjanjian Baru mengakui bahwa hati nurani orang bukan Kristen sanggup menilai cara hidup orang Kristen pada umumnya (misalnya 1Tim 3:7; 1Pet 2:12*). Bahkan daya tarik Injil dilihat dari segi moral, penegasannya bahwa semua orang telah berbuat dosa (Rom 3:9-23*), ajakannya untuk bertobat (Kis 17:30*), tafsirannya mengenai karya Kristus dalam arti moral (Rom 3:21-26; 1Kor 15:3*), semuanya menunjukkan adanya kesinambungan sejati antara pengalaman moral universal dan pengalaman moral orang Kristen; dan ini pun pada gilirannya menunjukkan adanya kesadaran tertentu akan kehendak Allah dari pihak orang bukan Kristen.

Bahan Alkitab ini membenarkan pandangan bahwa Allah telah menyatakan diri-Nya kepada semua orang dalam pengalaman moral mereka. Tentu saja tidak semua tata susila manusia adalah sama dengan yang lain. Allah menyatakan diri-Nya kepada orang bukan Kristen dalam hati nuraninya, tetapi hal itu tidak berarti bahwa mereka mengetahui kehendak Allah dengan sempurna, karena mereka juga sudah jatuh ke dalam dosa. Dosa mengakibatkan kebebalan moral yang mengacaukan kesadaran manusia akan Allah dan kehendak-Nya. Karena itu, suara hati nurani orang bukan Kristen jelas bukan seratus persen "suara Tuhan dalam batin". Namun demikian, Allah telah menyatakan diri. Di balik semua pengalaman moralnya, manusia mempunyai semacam kesadaran bahwa kewajiban berbuat baik dan menolak kejahatan mencerminkan kehendak Tuhan Allah yang tertinggi, yang kepada-Nya manusia harus memberikan pertanggungjawaban.

Hal ini tidak "membuktikan" keberadaan Allah: sama seperti penyataan umum dalam ciptaan juga tidak membuktikannya. Lebih tepat dikatakan, Alkitab menegaskan bahwa Allah sebenarnya menyatakan diri kepada semua orang dalam dimensi-dimensi tertentu dari pengalaman mereka, terlepas dari apakah ini dapat dibuktikan dengan penalaran atau tidak.

Ada dua segi lain dari penyataan umum yang kadang-kadang disinggung, walaupun dasarnya dalam Alkitab kurang jelas.



Mengenali Kebenaran -- Bab 2. Penyataan [Indeks]

c. Sejarah

Pernah dikatakan, bahwa Allah dalam arti tertentu menyatakan diri-Nya melalui proses penghakiman sebagaimana tercermin dalam timbul tenggelamnya bangsa-bangsa dan negara-negara adikuasa.

d. Naluri religius yang universal

Dikatakan pula bahwa naluri religius manusia yang universal itu memperlihatkan sesuatu dari penyataan diri Allah kepada manusia. Pandangan ini sering didukung dengan mengacu kepada Yohanes 1:9*, "Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia"; tetapi arti sesungguhnya dari ayat ini masih dipersoalkan.



Mengenali Kebenaran -- Bab 2. Penyataan [Indeks]

e. Faktor dinamis

Penyataan Allah bukan sesuatu yang terlepas dan objektif seperti benda yang dipamerkan di museum. Penyataan Allah bersifat dinamis dan berkesinambungan. Allah berulang kali menyatakan diri dan manusia berulang kali menentang, menutupi dan menyalahgunakan penyataan itu (Rom 1:21-28*). Oleh sebab itu, hanya melalui sikap yang tunduk dan patuh sepenuhnya manusia dapat bertemu dengan penyataan Allah yang sesungguhnya. Bila orang menolak untuk bersikap demikian, ia menutup kemungkinan akan penyataan lain (misalnya Mat 25:29; Luk 8:18*; bnd. Herodes dalam Mr 6:21-28 dan Luk 23:9*).

Seorang yang berkali-kali menolak penyataan Allah pada akhirnya dapat hilang kesanggupan untuk mengenal dan menyambut-Nya. Alkitab memang mengenal "manusia duniawi" yang tidak menunjukkan pengertian akan realitas Allah. Tetapi Alkitab menegaskan bahwa Allah adil, Ia menyatakan diri kepada semua orang pada saat atau saat-saat tertentu dalam petualangan hidup mereka. Bila seseorang menolak terang itu dan hatinya dikeraskan, mungkin terang itu akan diambil dari orang itu.

Karena manusia berdosa senantiasa menunjukkan reaksi melawan penyataan Allah, walaupun penyataan ini membuktikan kebaikan dan kasih Allah terhadapnya, maka benarlah komentar mendalam bahwa kita manusia adalah orang bebal (Mazm 14:1; Rom 1:2*).



Mengenali Kebenaran -- Bab 2. Penyataan [Indeks]

f. Fungsi-fungsinya

Jika penyataan umum menunjukkan kekurangan seperti tersebut di atas, apa gunanya penyataan itu?

Pertama, penyataan umum memantapkan masyarakat dengan memberi sanksi khusus kepada hukum moral. Pengertian tentang kewajiban moral, yang membedakan antara baik dan jahat, dengan mana kejahatan terkendalikan dan kehidupan manusia pada umumnya diperbolehkan berfungsi dengan lumayan tanpa dilanda oleh ledakan kejahatan yang tak terkendali, pada akhirnya hanya dapat ada berkat penyataan Allah, walaupun ini hampir-hampir tidak diakui oleh manusia.

Kedua, penyataan umum menyatakan kesalahan manusia. Allah bukan tidak menyatakan diri. Dalam pengalaman hidup Ia bersabda kepada semua orang. Bila terang yang diberikan-Nya dipadamkan, maka kegelapan yang kemudian timbul adalah tanggung jawab manusia sendiri. "Allah adalah benar, dan semua manusia pembohong" (Rom 3:4*).

Kebenaran ini terutama penting untuk penginjilan Kristen. Setiap orang dihadapkan kepada Allah dan oleh sebab itu harus bertanggung jawab atas kealpaannya memelihara hubungan sejati dengan Dia. Injil memperkirakan adanya kesalahan universal ini pada manusia. Sudah tentu, pada akhirnya manusia akan dihakimi menurut pengetahuan serta kesempatan yang diperolehnya; yang jelas tidak sama bagi setiap orang (Mat 13:11; Luk 10:13-14*; bnd. di bawah: ps 34.4@@). Namun Alkitab jelas mengajarkan bahwa terang sedikit atau banyak diberikan kepada semua orang, dan oleh sebab itu orang bersalah karena tidak mengenal Allah.



Mengenali Kebenaran -- Bab 2. Penyataan [Indeks]

g. Keterbatasannya

Ada keterbatasan pada penyataan umum. Rupanya penyataan umum tidak cukup bagi Adam sebelum jatuh ke dalam dosa, karena Allah harus langsung berbicara kepadanya sebelum ia mengerti apa kehendak-Nya (Kej 1:28-9; 2:17-8*). Khususnya ada kekurangan penyataan umum, mengingat bahwa manusia sudah berdosa. Dosa menciptakan jurang yang tak terjembatani antara pemikiran dan pengalaman manusia pada satu pihak dan pribadi serta sikap Allah pada pihak lain. Seperti dikatakan Paulus (1Kor 1:21*), sekalipun berhikmat dunia tidak mengenal Allah.

Jadi, karena penyataan umum tidak cukup, maka diperlukan penyataan lanjutan yang lengkap. Agar manusia dapat mengenal Dia, maka Allah masih memberi kesaksian lagi tentang diri-Nya secara khusus.

h. Ringkasan

Alkitab mengajarkan dengan jelas bahwa Allah telah menyatakan diri-Nya. Manusia hidup di dalam dunia Allah sebagai makhluk, setiap saat ia hidup di hadapan Allah. Kendatipun pengaruh dosa membutakan, namun manusia tidak dapat menuntut tidak adanya penyataan ilahi. Melalui penyataan umum Allah telah memperlihatkan sebagian dari hakikat-Nya serta rencana-Nya kepada manusia.



Mengenali Kebenaran -- Bab 2. Penyataan [Indeks]

2.4 Penyataan khusus

Yang dimaksudkan dengan penyataan khusus ialah cara-cara Allah menyatakan diri dengan lengkap dan jelas yang jauh melebihi penyataan umum. Penyataan itu berpusat pada mujizat penjelmaan, dan diketahui melalui kata-kata Alkitab yang diilhami Allah. Dengan demikian, penyataan khusus dapat mengambil berbagai bentuk.

a. Yesus Kristus

Yesus Kristus adalah Firman Allah yang abadi yang "menjadi manusia dan diam di antara kita" (Yoh 1:1,14*). Di sinilah terletak inti dan puncak seluruh penyataan ilahi, yaitu Allah menyatakan diri dalam Yesus Kristus, yang merupakan Allah hakiki dan manusia hakiki.

b. Kitab Suci

Alkitab akan dibicarakan dalam pasal berikut. Di sini hanya akan disebut penegasan bahwa Alkitab mencatat ucapan Allah kepada makhluk-Nya (Yoh 10:35; Rom 3:2; 2Tim 3:16*). Kata-kata Alkitab, yang pada mulanya ditulis atau diucapkan kepada generasi tertentu, berkat pemeliharaan-Nya ditujukan kepada setiap generasi (Kis 7:38; Rom 15:4; 1Kor 10:11*).

c. Hubungan antara kedua bentuk penyataan itu

Kedua bentuk ini tidak dapat dipisahkan. Kristus, Firman yang menjelma menjadi manusia, dikenal melalui firman Allah yang tertulis, yaitu Alkitab. Mengenal Kristus sudah tentu adalah pengalaman yang lebih kaya daripada mengenal ajaran Alkitab tentang Dia. Namun Kristus yang dikenal melalui pengalaman pribadi adalah Kristus yang disaksikan oleh Alkitab. Tidak ada Kristus lain. Respons kepada Kristus yang membawa keselamatan berarti terikat kepada-Nya, sesuai dengan kesaksian Alkitab tentang Dia.

Sebaliknya, firman yang tertulis tidak dapat dipisahkan dari Firman yang terjelma itu. Alkitab hanya dapat ditafsirkan dengan tepat kalau penafsir bermula dari iman yang hidup dalam Kristus, yang merupakan tema pokok, puncak dan pusat penyataan Alkitab tentang pribadi dan rencana Allah.



Mengenali Kebenaran -- Bab 2. Penyataan [Indeks]

d. Bentuk yang ketiga?

Ada penulis yang berbicara tentang bentuk ketiga dari penyataan khusus, yaitu kesaksian orang Kristen tentang Injil, yang meliputi pemberitaan formal dan segala bentuk kesaksian atau pengajaran informal. Walaupun tidak setaraf dengan Kristus dan Alkitab, namun kesaksian Kristen ini menghubungkan bentuk-bentuk utama penyataan khusus itu dengan pengalaman pada masa kini, sama seperti terjadi pada zaman para rasul (Kis 2:37-38; 8:4-5,26 dst.; Kis 11:20*). Akan tetapi, pemberitaan dan kesaksian Kristen hanya melayani penyataan Allah kalau senantiasa setia memberitakan firman Allah yang terjelma dan tertulis.

e. Penyataan yang menyelamatkan

Penyataan khusus merupakan kemajuan yang sangat besar atas penyataan umum. Jauh lebih banyak rahasia Allah yang tersingkap melalui salib Yesus daripada melalui langit yang diterangi beribu-ribu bintang. Meskipun demikian, penyataan khusus melalui Kristus dan Alkitab masih belum cukup untuk mendapatkan pengetahuan yang lengkap dan memuaskan tentang Allah, disebabkan oleh kodrat manusia. Sekiranya Adam tetap tidak berdosa, maka penyataan khusus sudah cukup sekali, sama seperti sebelum kejatuhan (Kej 2:16*). Tetapi manusia berdosa cenderung menentang setiap bentuk penyataan Allah dan berpaling daripada-Nya. Banyak orang Yahudi pada zaman Tuhan Yesus menolak baik ajaran Alkitab (Mat 15:6; 22:29) maupun Tuhan Yesus sendiri (Yoh 19:15*; Kis 7:1-60*). Dan semua saksi Kristen telah menyesali bagaimana manusia menentang bukan saja penyataan umum di dalam alam raya dan hati nurani, tetapi juga firman Tuhan, yang tertulis, terjelma dan diberitakan. Manusia berupaya menyembunyikan atau menutup kebenaran tentang Allah (Rom 1:18; 2Kor 4:4*). Maka untuk mengenal Allah, manusia harus diselamatkan dan diubah oleh penyataan, bukan hanya diberitahukan dan diajarkan.

Menurut keajaiban anugerah Allah, memang itulah sifat penyataan khusus-Nya dalam Kristus dan Alkitab. Alkitab mencatat penyataan diri Allah yang makin lama makin jelas serta rencana penyelamatan-Nya bagi manusia. Penyataan berpusat pada salib, di mana Kristus mati untuk dosa kita (1Kor 15:3*), supaya rintangan yang menghalangi kita untuk benar-benar mengenal Allah dapat diatasi. Roh Kudus membuat penyelamatan Kristus menjadi efektif, Ia membuat kemauan orang yang suka melawan menjadi patuh dan membukakan mata buta supaya orang percaya kepada Injil. Dengan demikian Dia memungkinkan orang masuk kerajaan Allah dan sungguh-sungguh mengenal-Nya (Yoh 3:1; 15:26; 1Tes 1:5*; Tit 3:5*).



Mengenali Kebenaran -- Bab 2. Penyataan [Indeks]

f. Ringkasan

Ada dua bagian penyataan Allah: penyataan umum kepada semua orang terutama melalui alam dan melalui suara hati; dan penyataan khusus dalam Yesus Kristus dan Alkitab. Penyataan khusus itu harus dibagi lagi. Oleh sebagian orang penyataan khusus ini ditolak, sedangkan yang lain menerimanya melalui karya Roh Kudus yang memampukan mereka percaya kepada Kristus. Apabila kita menerimanya, maka terjadilah penyataan sesungguhnya yang membawa kita kepada pengetahuan sebenarnya tentang Allah.



Mengenali Kebenaran -- Bab 2. Penyataan [Indeks]

Bahan Alkitab

Penyataan secara umum:
Ulangan 29:29; Yesaya 55:8-9; Daniel 2:22*;
Roma 1:18; 1Korintus 1:21; 2:6-14*.

Kebutuhan manusia akan penyataan

  1. sebagai makhluk ciptaan:
    Kejadian 2:7; Ayub 12:13-25; 42:1-6; Mazmur 103:14*.

  2. sebagai orang berdosa:
    Ayub 37:19; Mazmur 73:22; 82:5; Yeremia 17:9*;
    Kisah 17:23,30; Roma 1:18-32; 1Korintus 1:21*;
    2Korintus 4:4; Efesus 2:1-2; 4:18*.

Penyataan umum:
Mazmur 19:2-3; Yohanes 1:9; Yeremia 46:1-51:64; Amos 1:2-2:5*;
Roma 1:19-32; 2:14-15; Kisah 14:17; 17:26-27; 2Korintus 4:2*.

Penyataan khusus:
Keluaran 31:18; 2Raja 22:1-20; Mazmur 19:8-12*;
Yesaya 55:11; Yeremia 20:9*;
Markus 7:13; Yohanes 1:1-18; 10:35; 14:6*;
1Korintus 1:21,30; 2Korintus 4:6; Galatia 1:12; Kolose 2:2-3*;
2Timotius 3:16; Ibrani 4:12; 2Petrus 1:21*.

Karya Roh Kudus:
Yohanes 3:1-16; 14:25; 15:26; 16:13-14; 1Korintus 2:4-16*;
Efesus 1:17; 1Tesalonika 1:5; 1Yohanes 2:20,27; 3:24; 5:7-8*.



Mengenali Kebenaran -- Bab 2. Penyataan [Indeks]

Bahan diskusi/penelitian

  1. "Hanya Allah yang dapat bersaksi tentang diri-Nya". "Kita hanya dapat mengenal Allah jika Ia menempatkan diri-Nya dalam jangkauan pengertian kita". Apakah pernyataan ini dapat didukung oleh Alkitab? Selidikilah dampak-dampaknya untuk cara manusia dapat mengenal Allah.
  2. Sebutkan perbedaan antara penyataan umum dan penyataan khusus. Apakah pembedaan ini perlu? Apakah Anda dapat memberikan istilah lain untuk itu?
  3. Apa dampak-dampak dari penyataan umum bagi

    1. pekabaran Injil,
    2. pandangan Kristen tentang kebudayaan,
    3. apologetika Kristen, dan
    4. pandangan Kristen tentang negara?

  4. Apakah Allah dikenal oleh agama-agama dunia lain?
  5. Dalam hal apa suara hati dapat dijadikan penunjuk jalan kepada Tuhan?
  6. Selidikilah hubungan antara Kristus dan Alkitab dalam penyataan Kristen.
  7. Apa fungsi Roh Kudus dalam pengenalan manusia akan Allah?


Mengenali Kebenaran -- Bab 2. Penyataan [Indeks]

Kepustakaan (2)

Artikel "Revelation" dalam _IBD_.
Berkouwer, G. C.
1955 _General Revelation_ (Eerdmans).
Henry, G. F. H.
1959 _Revelation and the Bible_ (Tyndale Press).
1976 _Revelation and Authority_ 1 & 2 (Word).
Kuyper, A.
1963 _Principles of Sacred Theology_ (Eerdmans).
McDonald, H. D.
1980 _What the Bible says about the Bible_ (Kingsway).
Morris, L.
1976 _I Believe in Revelation_ (Hodder).
Packer, J. I.
1965 _God Has Spoken_ (Hodder; edisi ke-2, 1979).
Pinnock, C.
1971 _Biblical Revelation_ (Moody Press).
Ramm, B.
1961 _Special Revelation and the Word of God_ (Eerdmans).



Indeks Bab 3: MENGENALI KEBENARAN

[Info] [Indeks bag.A 01007]

Judul                                                      Nomor-Nomor
Bab 3 Alkitab ............................................... 01040
Ps 3.1 Alkitab: Bentuk Nyata dari Penyataan Khusus ........ 01040
Sb 3.1.a Allah Merendahkan Diri ........................ 01040
3.1.b Penyataan Dalam Bentuk Kata-kata .............. 01040
3.1.c Kebenaran Berdasarkan Analogi ................. 01041
3.1.d Keuntungan Penyataan Tertulis ................. 01041
Ps 3.2 Alkitab sebagai firman Allah yang Tertulis ....... 01042
Sb 3.2.a Pandangan Yesus terhadap Perjanjian Lama ...... 01042
3.2.b Pandangan Para Rasul thd Perjanjian Lama ...... 01043
3.2.c Kata-kata dan Ajaran Yesus .................... 01043
3.2.d Wewenang Khusus Para Rasul .................... 01044
3.2.e Allah Sendiri Menyapa Manusia mll Alkitab ..... 01045
Ps 3.3 Pengilhaman ...................................... 01046
Sb 3.3.a Cara Pengilhaman .............................. 01047
3.3.b Teori-teori Pengilhaman ....................... 01048
3.3.c Dua Istilah yang Berkaitan Dgn Pengilhaman .... 01049
3.3.d Ulasan Akhir .................................. 01050
Ps 3.4 Kanon ............................................ 01051
Sb 3.4.a Kanon Perjanjian Lama ......................... 01052
3.4.b Kanon Perjanjian Baru ......................... 01053
Ps 3.5 Masalah-masalah Lain ............................. 01054
Sb 3.5.a Tidak Dapat Khilaf ............................ 01055
3.5.b Tidak Salah ................................... 01055
3.5.c Sesuai Dengan yang Asli ....................... 01055
3.5.d Kesulitan-kesulitan ........................... 01056
Ps 3.6 Ilmu Tafsir (Hermeneutika) ....................... 01057
Sb 3.6.a Penafsiran Secara Wajar ....................... 01057
3.6.b Penafsiran Menurut Kitab Suci ................. 01058
3.6.c Penafsiran Oleh Roh ........................... 01059
3.6.d Penafsiran Secara Dinamis ..........