Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are hereE-JEMMI No.50 Vol.14/2011 / Bali, Indonesia

Bali, Indonesia


Pendahuluan/Sejarah

Pulau Bali mungkin lebih dikenal daripada negara Indonesia. Kata "Bali" memberi kesan kepada kita tentang sebuah surga tropis. Keindahannya, penduduknya yang ramah, kesenian, dan tariannya yang indah, telah menjadikan Bali sebagai sebuah tujuan wisata favorit bagi jutaan turis dari berbagai belahan dunia. Di "Pulau Dewata" inilah tempat tinggal suku Bali. Namun, orang-orang Bali dapat juga dijumpai di sekitar pulau Lombok, Lampung, Sulawesi, Kalimantan Selatan, Sumbawa, dan Papua.

Bagaimanakah Kehidupan Mereka?

Pada umumnya, orang Bali hidup berdampingan di desa-desa yang sangat terkait yang memiliki hubungan-hubungan kekeluargaan, sosial, keagamaan, dan ekonomi. Banyak interaksi yang terbangun di desa, berpusat pada pemujaan Hindu di pura-pura dan gotong royong pertanian di lahan-lahan sekelilingnya. Orang Bali terbagi ke dalam dua kelompok yang berbeda, yakni "Bali Aga" (Orang Bali asli) dan "Bali Majapahit" (yang berasal dari kerajaan Majapahit, Jawa). Bali Majapahit menempati bagian terbesar di pulau itu dan berlokasi di dataran rendah. Mata pencaharian utama orang Bali adalah bertani padi. Sistem irigasi mereka disebut "subak" (pembagian sumber-sumber air). Solidaritas di antara mereka yang berbagi air terlihat dalam pertemuan-pertemuan dan upacara-upacara keagamaan mereka. Keindahan alami Pulau Bali dan kekhasan budaya orang Bali, telah memberikan dorongan untuk usaha-usaha industri pariwisata yang meledak. Wajah pulau itu telah diubah dengan pembangunan hotel-hotel berbintang, toko-toko suvenir, dan industri-industri pariwisata terkait lainnya. Seiring dengan perubahan ini, berbagai macam peluang kerja telah bermunculan. Orang Bali terkenal di dunia karena keahlian seni mereka. Banyak desa di Bali mengkhususkan diri untuk satu bentuk kesenian tertentu. Bakat-bakat seni mereka dapat dilihat pada berbagai kreasi lukisan, ukiran, pahatan, tarian, dan tenunan.

Apakah Kepercayaan Mereka?

Hindu adalah agama utama orang Bali. Meskipun Hindu telah banyak memengaruhi budaya mereka, orang Bali telah mengelola keaslian budaya mereka, sehingga Hindu Bali berbeda dengan Hindu India. Orang-orang Hindu Bali percaya bahwa ada satu dewa yang dapat dijelaskan dengan Trimurti, sebuah konsep dari tiga aspek Tuhan: Brahma, Sang Pencipta; Wisnu, Sang Pemelihara; dan Siwa, Sang Perusak. Orang Bali mempraktikkan Panca Yadnya atau lima upacara: 1) Manusia Yadnya (upacara-upacara daur kehidupan); 2) Putra Yadnya (upacara-upacara leluhur); 3) Dewa Yadnya (upacara-upacara bagi dewa-dewa penyelamat dunia); 4) Resi Yadnya (penahbisan imam/pendeta); dan 5) Buta Yadnya (upacara-upacara untuk melindungi diri dari roh-roh jahat). Dampak Hindu terlihat di seluruh wilayah Bali. Misalnya, setiap lingkungan menyediakan suatu "dadia" (kuil bersama). Baik anggota keluarga maupun kelompok umat yang lebih luas, menggunakan kuil ini untuk mempersembahkan sesaji berupa berbagai jenis makanan dan bunga kepada para dewa mereka.

Apakah Kebutuhan-Kebutuhan Mereka?

Kebutuhan besar di Bali adalah suatu perencanaan pemerintah untuk mengembangkan pariwisata. Ironisnya, tantangan utamanya adalah mempertahankan integritas budaya Bali di hadapan kekuatan penghancur yang sering menyertai usaha-usaha pengembangan pariwisata. Aturan-aturan yang disusun dan dijalankan dengan baik dapat mempertahankan keindahan dan kekhasan budaya Bali, sekaligus mempromosikan transaksi pariwisata di masa yang akan datang. (t/Samuel)

Pokok Doa:

  1. Doakan Pulau Bali, agar tetap dapat menjadi salah satu daerah tujuan pariwisata di Indonesia.

  2. Doakan orang-orang percaya di Bali, agar berani bersaksi tentang Kristus bagi masyarakat di sekelilingnya.

  3. Doakan gereja-gereja di Pulau Bali, agar terus bersatu hati dan berperang melawan "roh-roh teritorial" di pulau itu.

  4. Doakan agar orang-orang Bali yang belum percaya Kristus, mengalami jamahan dan lawatan kasih Kristus.

  5. Doakan agar wisatawan-wisatawan Kristen yang berkunjung di Bali, dapat menampilkan nilai-nilai kekristenan yang benar dalam kunjungan wisata mereka.

Diterjemahkan dari:

Nama situs : Joshua Project
Alamat URL : http://joshuaproject.net/people-profile.php?peo3=10606&rog3=ID
Judul asli artikel : Bali of Indonesia
Penulis : Tidak dicantumkan
Tanggal akses : 24 Januari 2011

e-JEMMi 50/2011