Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are hereBagian B. Pekerjaan Roh Kudus

Bagian B. Pekerjaan Roh Kudus


Dewasa ini kita banyak membaca di media massa, dan juga mendengar lewat radio, mengenai dilahirkan kembali. Banyak dibicarakan namun sedikit yang menjalaninya membuat saya bertanya-tanya, seberapa banyak orang yang benar-benar tahu tentang lahir baru. Itulah tujuan dari buku ini. Saya ingin Anda tahu dengan pasti apa yang Alkitab katakan mengenai kelahiran baru. Saya ingin, bila Anda sudah mengalaminya, merasa yakin akan hal itu. Saya ingin Anda tahu apa yang Allah harapkan dari Anda sebagai orang percaya yang sudah lahir baru. Dan saya ingin Anda tahu apa yang dapat Anda harapkan selaku anak Allah.

Injil Yohanes memuat bagian Alkitab terpenting mengenai lahir baru. Yesus bersabda:

Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh. Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali (Yohanes 3:5-7).

Perhatikan dengan teliti pernyataan dalam ayat 5 Yoh 3:5, "Jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah." Menurut Tuhan Yesus, kita harus dilahirkan dari Roh. Kuasa karya-ilahi dari Pribadi Ketiga dari Allah Tritunggal adalah hal yang pokok dan mendasar dalam lahir baru. Hanya melalui Dia kita dapat mengalami anugerah ini.

Jika kita mempelajari Alkitab dengan teliti, kita segera sadar akan pentingnya Roh Allah dalam kelahiran baru. Peranan-Nya sangat vital dalam tiga aspek:

  • Pembaruan
  • Pengudusan
  • Pengubahan (transformasi)
  • Pesan Pribadi

Bagi anak Allah, pembaruan adalah karya masa lampau, pengudusan adalah realita masa ini, dan pengubahan (transformasi) adalah harapan kita terhadap masa yang akan datang. Jika kita memperhatikan setiap fase karya Roh Kudus ini secara terinci, saya percaya hati Anda akan dihangatkan dan pikiran Anda terbuka menerima pelayanan-Nya di dalam dan melalui diri Anda.

  1. Pembaruan
  2. Pengudusan
  3. Pengubahan (transformasi)
  4. Pesan Pribadi
PEMBARUAN

Karya Roh Kudus adalah dasar yang mutlak dalam pembaruan. Ketika seseorang dilahirkan kembali, ia diberi hidup baru oleh Roh Kudus. Ini adalah karya vital yang tidak dapat diabaikan, karena tanpa memiliki hidup baru itu, seseorang tidak diselamatkan.

Dalam Yohanes 3:1-7, kebutuhan untuk dilahirkan kembali disebutkan tiga kali oleh Sang Juruselamat. Dalam ayat 3 Yohanes 3:3 Dia berkata, "Jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat kerajaan Allah." Dalam ayat 5 Yohanes 3:5, Dia menyatakan, "Jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam kerajaan Allah." Dan dalam ayat 7 Yohanes 3:7 Dia memberitahu Nikodemus, "Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali."

Kelahiran baru dibutuhkan karena semua orang dilahirkan ke dunia ini dengan sifat berdosa dan rusak. Sifat lama yang diwariskan dari Adam sedemikian hina, rusak, jahat, dan tanpa sedikit pun kebaikan sehingga tak tertolong. Sedemikian jahatnya sifat lama itu sehingga Allah memulai dari "awal" dengan memberi kita sifat yang baru saat kita percaya kepada Anak-Nya.

Jika Anda mengira gambaran tentang manusia berdosa ini terlalu dilebih-lebihkan, bacalah dengan teliti apa yang Allah katakan kepada orang-orang Romawi seperti dikutip oleh Paulus:

Seperti ada tertulis: "Tidak ada yang benar, seorang pun tidak. Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Allah. Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorang pun tidak. Kerongkongan mereka seperti kubur yang ternganga, lidah mereka merayu-rayu, bibir mereka mengandung bisa. Mulut mereka penuh dengan sumpah serapah, kaki mereka cepat untuk menumpahkan darah. Keruntuhan dan kebinasaan mereka tinggalkan di jalan mereka, dan jalan damai tidak mereka kenal; rasa takut kepada Allah tidak ada pada orang itu" (Roma 3:10-18).

Inilah pandangan Allah terhadap diri manusia; inilah rekaman kamera Allah yang tersembunyi mengenai kemanusiaan yang busuk dan berdosa.

Ayah saya pernah berkata, "Kamu dapat melatih seekor singa untuk melompati lingkaran, duduk di bangku, atau bersalto, namun ia tetaplah seekor singa. Kamu dapat mengenakan pakaian sutera dan kain satin pada seekor babi, namun babi itu tetap akan mencari kandangnya. Dan kamu dapat menghiasi sifat dosamu yang lama yang kamu terima dari bapa leluhurmu Adam dengan agama, pembaruan, pendidikan, kebudayaan dan apapun, namun kamu tidak akan dapat mengubahnya."

Sahabatku, Anda membutuhkan hati yang baru. Pada dasarnya, manusia telah mati dalam dosa (Efesus 2:1). Ia terpisah dari Allah; ia adalah musuh Allah (Kolose 1:21). Ia kotor. Sang nabi juga menambahkan bahwa "Segala kesalehan seperti kain kotor" (Yesaya 64:6).

Ketika dilahirkan, kita adalah orang berdosa. Itulah sebabnya Anda harus dilahirkan kembali -- cara yang benar. Pada kelahiran kedua itu, Roh Allah memberi hidup, sifat, hati yang baru kepada mereka yang beriman kepada Kristus, dan orang itu menjadi ciptaan baru. Itulah karya pembaruan! Itulah kelahiran baru!

  1. Pembaruan
  2. Pengudusan
  3. Pengubahan (transformasi)
  4. Pesan Pribadi
PENGUDUSAN

Karya Roh Kudus juga penting bagi orang-orang percaya dalam hal pengudusan. Kata pengudusan berasal dari istilah Yunani yang berarti "dipisahkan, kudus." Pembaruan bersifat seketika; pengudusan merupakan proses yang bertahap. Pengudusan dimungkinkan terjadi karena Roh Kudus, sebab Rasul Paulus menulis:

Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan. Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar (2Korintus 3:17-18).

Saat kita melihat dan memahami kemuliaan Allah, Roh Kudus mengubah kita dengan kuat ke dalam gambaran kemuliaan yang sama. Pekerjaan Roh Allah ini menghasilkan pengudusan yang progresif. Hal ini berhubungan dengan persekutuan dari hari ke hari dan pertumbuhan rohani yang berkesinambungan dari orang-orang yang telah dilahirkan kembali.

Alkitab mengungkap dua jenis pengudusan. Pengudusan secara status diberikan kepada kita saat dilahirkan kembali. Melalui iman di dalam Kristus, dosa-dosa kita diampuni, dan ketidakberdosaan Tuhan Yesus menjadi milik kita. Kita ditempatkan pada kedudukan yang diperkenankan Tuhan. Benar, karena kita berada di dalam Kristus, kita telah dikuduskan; di mana Dia telah "memisahkan kita" bagi-Nya. Ini berarti jika kita telah dilahirkan kembali, Allah melihat kita sebagai pemilik kebenaran yang sempurna dari Juruselamat kita yang tak berdosa. "Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus" (Roma 5:1). Damai sejahtera dengan Allah berhubungan langsung dengan pengudusan secara status yang kita miliki.

Tetapi Damai sejahtera Allah lebih berhubungan dengan aspek karya Roh Kudus yang lain -- pengudusan progresif. Rasul Paulus menulis:

Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus (Filipi 4:6-7).

Setiap orang percaya menikmati keuntungan pengudusan secara status, namun ia tidak boleh melupakan kebutuhan akan pengudusan progresif, yang berlangsung setiap hari. Ketahuilah, sifat-sifat Adam tidak hilang sampai kita mati. Sifat-sifat tersebut tetap ada di dalam diri kita dan bekerja melawan kehendak Allah. Rasul Paulus menyadari bahwa manusia lama yang berdosa masih aktif 30 tahun setelah ia menerima keselamatan. Ia berkata:

Sebab aku tahu, bahwa di dalam aku, yaitu di dalam aku sebagai manusia, tidak ada sesuatu yang baik. Sebab kehendak memang ada di dalam aku, tetapi bukan hal berbuat apa yang baik (Roma 7:18).
Beberapa saat kemudian ia berteriak:

Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melupakan aku dari tubuh maut ini? Syukur kepada Allah! Oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. Jadi dengan akal budiku aku melayani hukum Allah, tetapi dengan tubuh insaniku aku melayani hukum dosa.

Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus. Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut (Roma 7:24 - 8:2).

Jika Anda orang Kristen, kehidupan baru telah ditanamkan di dalam diri Anda. Anda adalah manusia baru -- ciptaan yang baru. Meskipun sifat Adam yang lama, berdosa dan rusak masih ada di dalam diri Anda, Anda dapat menang terhadapnya. Anda dapat mengetahui berkat dari pengudusan secara status dan pengudusan progresif. Rasul Paulus menulis:

Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging (Galatia 5:16).

Roh Kudus selalu siap dan sanggup mengubah hidup setiap orang percaya. Betapa tragisnya bahwa ada beberapa orang Kristen merampas diri mereka sendiri dari berkat yang dapat mereka miliki karena tidak mau berserah pada pimpinan-Nya. Tetapi saya senang karena banyak pengikut Kristus mampu berkata, "Meskipun saya jauh dari yang seharusnya, dan saya gagal menjadi yang seharusnya, saya telah berbeda dari saya yang dahulu." Hal ini disebabkan karya Roh Allah dalam hidup mereka. Setelah dilahirkan kembali, mereka bertumbuh secara rohani, mengalahkan dosa dan kebiasaan yang buruk, serta belajar berjalan dengan rendah hati dan taat pada bimbingan Roh.

  1. Pembaruan
  2. Pengudusan
  3. Pengubahan (transformasi)
  4. Pesan Pribadi

PENGUBAHAN (TRANSFORMASI)

Karya Roh Allah tidak hanya penting dalam hal pembaruan dan pengudusan, tetapi juga merupakan arti yang vital pada hari yang mulia ketika diubahkan. Saat Kristus datang kembali, tubuh kita yang dapat binasa ini akan diubahkan.

Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitakan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu (Roma 8:11).

Roh Kudus tinggal di dalam mereka yang telah dilahirkan kembali. Suatu hari kelak, Roh pembaruan dan pengudusan itu juga akan menjadi Roh pengubah. Tubuh kita akan dipulihkan ke dalam pembaruan hidup. Dengan keyakinan ini, Rasul Paulus dapat berkata:

Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tapi kita semuanya akan diubah, dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah. Karena yang dapat binasa ini harus mengenakan yang tidak dapat binasa, dan yang dapat mati ini harus mengenakan yang tidak dapat mati (1Korintus 15:51-53).

Melalui kelahiran baru oleh Roh Allah, kita menerima hidup baru dan kekal. Dan suatu hari kelak, oleh Roh yang sama, kita akan menerima tubuh yang baru dan tidak dapat binasa.

  1. Pembaruan
  2. Pengudusan
  3. Pengubahan (transformasi)
  4. Pesan Pribadi

PESAN PRIBADI

Kita telah melihat bahwa karya dan pelayanan Roh Kudus sangatlah penting bagi orang-orang percaya. Roh Kudus terlibat dalam pembaruan kita. Dia aktif dalam pengudusan kita. Dan Dia akan menjadi sarana dalam pengubahan kita.

Pertanyaan terpenting adalah, apa arti semua ini bagi Anda? Tanpa pembaruan, Anda tidak dapat mengalami pengudusan atau pengubahan. Titik awalnya adalah dilahirkan -- kembali dari Roh -- dari atas. Apakah Anda telah dilahirkan kembali? Jika belum, Anda dapat mengalaminya. Yesus sendiri berkata:

Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal (Yohanes 3:14-15).

Mungkin Anda pernah mendengar orang berkata, "Tetapi itu adalah pekerjaan Allah. Saya tidak bisa percaya. Saya tidak dapat mempraktikkan iman sampai saya telah dibarui." Orang-orang yang mengatakan ini percaya bahwa karena kodrat manusia adalah mati dan tidak dapat berbuat apa-apa untuk menolong dirinya sendiri, maka ia tidak dapat dilahirkan kembali kecuali ia dihidupkan oleh Roh Allah melalui kelahiran baru. Karena itu mereka menyatakan dengan tegas bahwa iman yang olehnya kita percaya pada karya Tuhan Yesus Kristus yang telah selesai, bukanlah cara kelahiran baru kita, tetapi hasilnya -- sesuatu yang telah terjadi.

Orang lain menyatakan yang sebaliknya. Mereka mengajarkan bahwa kita dilahirkan kembali karena iman dalam Kristus. Dengan kata lain, mereka menyatakan bahwa ketika kita percaya, pembaruan terjadi dan kita adalah anak-anak Allah.

Bukan maksud saya untuk memperdebatkan mana yang benar. Ketahuilah, jika Anda tidak diselamatkan, ini sama sekali tidak ada bedanya. Hanya Roh Allah yang dapat mengerjakan pembaruan. Orang berdosa secara pribadi harus percaya. Karena itu, masalah Anda percaya karena Anda telah dilahirkan kembali atau Anda dilahirkan kembali karena Anda percaya bukanlah hal yang utama. Yang penting adalah Anda harus percaya! Anda harus melakukan bagian Anda, dan Anda harus membiarkan Allah melakukan bagian-Nya.