Bagaimana Supaya Dosa Anda Diampuni (Sumber : The Good Way)

Play Audio

Bagaimana Supaya Dosa Anda Diampuni


  1. Dosa Menurut Islam
  2. Dosa Menurut Kristen
    1. Masuknya Dosa Dalam Dunia
    2. Dosa Adalah Suatu Warisan
    3. Akibat Dosa Atas Manusia
    4. Upah Dosa
  3. Penebusan Menurut Islam
    1. Kesalehan Menebus Dosa
  4. Pengampunan Menurut Islam
    1. Amal Baik dan Pengampunan
    2. Puasa dan Pengampunan
    3. Naik Haji dan Pengampunan
    4. Sedekah dan Pengampunan
    5. Berjuang di Jalan Allah dan Pengampunan
    6. Mengaji dan Pengampunan
    7. Sahadat dan Pengampunan
    8. Kehendak Allah dan Pengampunan
  5. Dosa Yang Tidak Dapat Diampuni Menurut Islam
    1. Mempersekutukan Allah Dengan Yang Lain
    2. Membunuh Orang Beriman
    3. Murtad
  6. Penebusan Menurut Iman Kristen
  7. Sebab-sebab Perlunya Penebusan
    1. Perlunya Keselamatan
    2. Kebejatan Manusia dan Kekudusan Allah
    3. Penebusan Sejalan Dengan Kebutuhan Moral Manusia
    4. Penebusan Memenuhi Tuntutan Hukum Taurat
    5. Penebusan Diistimewakan Dalam Firman
    6. Tuntutan Hukum Moral
    7. Kenyataan Adanya Korban Penebusan Dalam Banyak Agama
  8. Beberapa Masalah Penting Lainnya
    1. Amal Baik dan Pengampunan
    2. Doa dan Pengampunan
    3. Puasa dan Pengampunan
  9. Ringkasan
  10. Bahan Kajian

BAGAIMANA SUPAYA DOSA ANDA DIAMPUNI?

A. DOSA MENURUT ISLAM

Ada banyak istilah dosa dalam Al Qur'an. Dan yang paling menonjol di antaranya adalah:

  1. Al Dhanb (pelanggaran, kejahatan, kejijikan) - Dalam Al Qur'an terdapat 39 ayat tentang pokok ini. Semuanya berhubungan dengan ungkapan dalam ayat berikut ini: "Sesungguhnya Kami memenangkan engkau (ya, Muhammad) dengan kemenangan yang nyata, supaya Allah mengampuni dosamu (Al Dhanb)" (S.48 Al Fath 1-2).

  2. Al Fahsha' (perbuatan keji, kejahatan, perzinahan) - Istilah ini lazim digunakan untuk dosa zinah. Al Qur'an melarang dosa ini: "Janganlah kamu hampiri perbuatan keji, baik yang lahir ataupun yang batin" (S.6 Al An'am 151).

  3. Al Wizr (letih-lesu, beban, rintangan) - "Bukankah Kami (Allah) telah melapangkan dadamu dan telah Kami ringankan bebanmu (Al Wizr) yang berat. Yang memberati punggungmu" (H. Al Insyirah 1-3).


    Al Fakhr Al Razi menjelaskan ayat ini demikian; suatu ketika Malaikat Jibrail mengunjungi Muhammad membelah dadanya dan mengambil hatinya. Hati itu dibersihkan dan disucikan dari segala bentuk pemberontakan. Kemudian diisi dengan pengetahuan dan iman.


    Ibnu Hisam, mengutip Muhammad Ibnu Ishaq menjelaskan: "Suatu kelompok sahabat Muhammad bertanya kepadanya, 'Ya Nabi Allah, ceritakanlah kepada kami kisah tentang dirimu', Nabi menjawab, 'Saya dirawat di kalangan bani Sa'd. Ketika saya bersama saudara angkat saya sedang menggembalakan ternak di belakang rumah kami, datanglah dua orang berpakaian putih membawa sebuah baskom emas penuh dengan salju. Mereka membawa saya dan membelah tubuh saya. Hati saya diambil dan dibelah. Malaikat itu mengeluarkan sebuah gumpalan hitam dari dalam hati saya dan membuangnya. Kemudian hati dan tubuh saya dibasuh dengan salju. Sesudah itu malaikat itu berkata kepada malaikat lainnya, 'Timbanglah dia dengan sepuluh orang'. Saya ditimbang dan ternyata lebih berat dari 10 orang itu. Malaikat berkata lagi, 'Timbanglah dia dengan 100 orang', Malaikat yang satu menimbang saya lagi dan berat saya melebihi berat 100 orang itu. Malaikat berkata lagi, 'Timbanglah dia dengan 1.000 orang', Saya ditimbang dan masih lebih berat dari mereka. Akhirnya malaikat itu berkata, 'Biarkanlah dia, demi Allah, sekiranya engkau ingin menimbangnya dengan seluruh umatnya, dia tetap melebihi berat mereka.'"

  4. Al Dalal (tersesat) - "Bukankah engkau didapatiNya seorang anak yatim, lalu dilindungiNya? Dan engkau didapatiNya dalam kesesatan (belum mendapat petunjuk), lalu ditunjukiNya dan engkau didapatiNya seorang miskin, lalu diberiNya kekayaan" (S.93 Adh Dhuhaa 6-8). Al Kalbi menafsirkan kata "hilang" dan "sesat" dengan "tidak percaya".

  5. Al Kufr (kafir, ateisme) - Seperti kata Al Qur'an pada orang beriman: "..tetapi Allah membencikan kepadamu kekafiran (Al Kufr), pasik dan kedurhakaan" (S.49 Al Hujurat 7). Al Zamakhshari menjelaskan: "Dalam ayat ini terdapat tiga hal, yakni; Al Kufr, menyangkal Allah, Al Fusuk untuk berdusta dan Al Usyan yang artinya durhaka".

  6. Al Zulm (tidak adil, jahat, tidak tulus) - Seperti dikatakan: "Ketika Tuhanmu menyeru Musa, 'Hendaklah engkau pergi kepada kaum aniaya (Al Zalimin)" (Asy- Syu'araa 10).

  7. Al Ithm (jah