Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are hereAfrika Tahun 2004

Afrika Tahun 2004


Orang-orang Afrika menghadapi ketakutan yang sangat besar. Kelaparan, perang, pemusnahan suku yang dilakukan secara terus menerus, dan wabah AIDS yang melanda ke seluruh negeri benua ini. Banyak orang menawarkan pemecahan masalah yang dihadapi oleh Afrika ini, tetapi seperti yang dikatakan oleh Bob Hoskins dari Book of Hope, intinya "Jika tidak ada suatu perubahan budaya, maka tidak akan ada harapan. Kita tahu bahwa satu-satunya yang benar-benar dapat memberi transformasi dan membawa perubahan tersebut adalah hati dan hidup yang mau diubah. Yang mampu mengubah hati dan hidup adalah Firman Tuhan. Itulah sebabnya, ´Book of Hope´ menjadi salah satu sarana penting untuk memberitakan keselamatan di Afrika." Kebenaran dari Firman Allah mengakibatkan perubahan dan orang-orang memberikan respon terhadap pengharapan Injil. Hoskin menambahkan, "Puji Tuhan, karena banyak pintu terbuka di seluruh Afrika bagi pelayanan kita. Pemerintah Afrika meminta kita untuk datang karena mereka tahu bahwa penyelesaian permasalahan di Afrika bisa diwujudkan hanya melalui transformasi hidup. Dan Firman Tuhan yang akan melakukannya! Kita sungguh terpana melihat apa yang terjadi di Afrika melalui pendistribusian Book of Hope."
Sumber: Mission Network News, November 15th, 2004

  • Bersyukur untuk pendistribusian buku Book of Hope di Afrika. Doakan agar buku ini bisa menjadi berkat yang mampu mengubah hati dan hidup penduduk Afrika.
  • Doakan para pekerja Open Doors yang saat ini melayani di Afrika supaya Allah memberikan hikmat kepada mereka untuk mewujudkan transformasi hidup bagi penduduk Afrika.

e-JEMMi 48/2004


Salah seorang siswa dari organisasi misi Operation Mobilisation merintis sebuah gereja di tempat kelahirannya -- sebuah negara Muslim di Afrika. Setelah beberapa waktu gereja ini berjalan, siswa ini memutuskan untuk mencari tempat ibadah yang lebih besar bagi jemaat barunya dan akhirnya dia bisa menemukan tempat itu.

Krisis air bersih mulai bermunculan di Afrika. Masalah ini menjadi perhatian bagi pelayanan di Afrika. Perwakilan dari Living Water International, Jerry Willes, mengatakan bahwa mereka memulai pekerjaannya di Republik Afrika Tengah dan Liberia, sambil melihat kemungkinan untuk mengembangkan proyek-proyek lain di bagian Afrika yang lain. "Saat ini, kami tidak bisa secara terbuka menjelaskan secara rinci tentang pelayanan yang kami lakukan. Namun, negara- negara yang menjadi sasaran pelayanan kami adalah negara-negara di mana kami tidak pernah melakukan pelayanan di sana sebelumnya. Tuhan telah menyediakan dana bagi kita untuk memulai beberapa inisiatif pelayanan di sana, yaitu dengan membuat sumur dan memperbaiki pompa air dan juga pelatihan kesehatan dan kebersihan." Willes mengatakan bahwa populasi yang tidak memiliki akses ke air bersih adalah sama dengan populasi yang paling jarang mengenal Injil. Willes menyebut ini sebagai suatu kesempatan pelayanan yang sangat indah. "Kami adalah salah satu organisasi yang menyediakan air minum yang bersih dan aman, dan kami juga sekaligus menyatakan tentang Air Hidup yang ada dalam Alkitab, yaitu Yesus Kristus. Saat ini, sekitar dua juta orang akan minum air yang bersih dan aman sebagai hasil dari salah satu pelayanan Living Water International di seluruh dunia. Namun, itu baru sebagian kecil dari total populasi yang tidak memiliki akses ke sumber air bersih."
Sumber: Mission Network News, August 10th, 2004

  • Bersyukur untuk Living Water International yang telah melihat kesempatan pelayanan di Afrika. Doakan supaya pelayanan mereka untuk memenuhi kebutuhan jasmani dapat Tuhan pakai untuk melayani kebutuhan rohani penduduk Afrika.
  • Berdoa supaya penduduk Afrika mau membuka hati dan mengenal sumber Air Hidup yang sejati yang diberitakan oleh Living Water International.

e-JEMMi 34/2004


Suatu hari, istri seorang tuan tanah di wilayah itu menderita sakit parah; jemaat gereja mendoakan dia, dan Yesus menyembuhkannya. Tersentuh dengan peristiwa tersebut, seluruh keluarga dari tuan tanah ini melihat bahwa Yesus adalah Juruselamat, dan bersedia menerima-Nya di hati mereka. Para pemimpin Muslim mendengar berita tentang aktivitas gereja tersebut dan mereka mengeluh kepada penguasa-penguasa setempat. Namun usaha mereka sia-sia. Pemerintah mengatakan bahwa berdirinya gereja di wilayah itu tidak menjadi masalah. Orang-orang diijinkan untuk memeluk agama Kristen dan mengikuti ibadahnya. Mendengar keputusan tersebut, seorang imam sangat terganggu. Dia mulai memberi peringatan kepada penduduk di wilayah itu tentang adanya orang-orang Kristen tersebut melalui loudspeaker. Penduduk di wilayah itu sekarang mengetahui informasi tentang keberadaan orang Kristen dan dimana mereka beribadah. Karena itu penduduk mendatangi gereja tempat orang-orang Kristen beribadah untuk mengetahui apa sebabnya mereka menerima peringatan seperti itu. Berkat peringatan tersebut ada 40 penduduk yang ikut menghadiri ibadah di gereja. Sekali lagi, imam memberi peringatan keras kepada para penduduk; dan kali ini jemaat gereja bertambah menjadi 400%.

[Sumber: JOEL-NEWS-INTERNATIONAL-458, 31 October 2003]

Pokok Doa:

  • Bersyukur untuk karya Roh Kudus yang luar biasa yang telah membawa banyak orang untuk mendengar Injil. Berdoa agar Allah memberikan hikmat dan keberanian kepada mereka untuk terus beribadah secara terbuka.
  • Doakan untuk proses follow-up dari para petobat baru yang terus ditambahkan secara melimpah, sehingga mereka bisa didewasakan untuk menjadi utusan-utusan Injil.

e-JEMMi 02/2004