Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are heree-JEMMI No.38 Vol.04/2001 / Afganistan

Afganistan


Luas 652.000 km2, kering dan bergunung-gunung tetapi dengan lembah-lembah yang subur. Dataran yang strategis ini disebut sebagai: Lalu lintas dari Asia Tengah."

Perang Afganistan menyebabkan 6,5 juta pengungsi lari ke Pakistan dan Iran, sedang ada sejumlah kecil penduduk yang menyebar ke Asia Selatan, Timur, Tengah, dan Barat.

Bebas buta huruf 12 persen.

Bahasa resmi: bahasa Pushtu (Bahasa ini digunakan oleh 50 persen dari jumlah penduduk) dan bahasa Dari (35 persen). Jumlah bahasa 50.

Ibu kota: Kabul 3.500.000; banyak pengungsi berasal dari daerah pedesaan. Kota ini mengalami kerusakan yang dahsyat selama perang saudara tahun 1992-1993. Penduduk yang mendiami perkotaan 26 persen.

Ekonomi: Mengalami kehancuran karena perang yang berlangsung selama 14 tahun. Daerah pedesaan telah diracuni, dibom, dan dipasangi ranjau; setengah dari perumahan, sebagian besar dari sistem irigasi dan sebagian besar dari ternak telah dimusnahkan. Hasil panen pertanian yang paling menguntungkan sekarang adalah opium (kini Afganistan adalah penghasil yang terbesar di dunia), yang digunakan untuk membayar senjata perang dari partai-partai yang berperang. Perbaikan akan berjalan lambat meskipun perang berhenti.

Politik: Kerajaan yang bersifat otokrasi digulingkan pada tahun 1973. Pemerintahan Republik diakhiri oleh kudeta pro Marxis pada tahun 1978. Invasi Soviet yang berikut membawa bencana bagi negara tersebut dan akhirnya menuju pada penarikan mundur angkatan bersenjata Soviet yang memalukan pada th. 1988-1989 dan kejatuhan pemerintahan komunis pada tahunn 1992. Perpecahan di antara gerilyawan Mujahidin menimbulkan perang saudara di antara pemerintahan sementara, yang didukung oleh suku-suku di utara dan golongan Islam yang paling ekstrim yang kebanyakan orang Pushtu.

Pokok Doa:

  1. Kehancuran akibat perang membawa penderitaan yang luar biasa bagi bangsa tersebut, akan tetapi hal ini digunakan oleh Allah untuk membuat orang lebih terbuka terhadap Injil. Menurut perkiraan 800.000 meninggal, 1.600.000 orang cacat, dan 700.000 menjadi pengungsi. Akan memakan waktu puluhan tahun untuk membenahi 10-40 juta ranjau dan membangun kembali rumah-rumah, sekolah-sekolah, ladang-ladang, dan kehidupan yang telah hancur. berdoa bagi perdamaian dan pelepasan dari kekejaman di masa mendatang.

  2. Perang saudara berawal dari perang suci Islam atau jihad, akan tetapi telah merosot menjadi pertengkaran adu kekuatan yang kejam untuk kekuasaan, kebanggaan suku, dan keunggulan agama. Senjata-senjata dari Iran dan Saudi Arabia dan indoktrinasi ideologi telah semakin mempertentangkan masyarakat, sehingga terjadi kehancuran yang tragis di negara ini dan negara-negara sekitarnya. Berdoa, agar roh pertikaian yang sudah berabad-abad mengikat negara ini akan dihancurkan dan agar banyak orang akan menerima hidup baru di dalam Kristus.

  3. Afganistan adalah salah satu negara di dunia yang paling sedikit terjangkau oleh Injil. Ada 48.000 mesjid, tetapi tidak ada satu pun gedung gereja ataupun persekutuan orang percaya yang aktif di antara suku-suku asli, kecuali satu suku di negara ini. Doakan 88 suku bangsa yang tak terjangkau di negara ini, khususnya:

    1. Orang Pushtu, senang berperang, suku-suku pendendam yang mendiami daerah perbatasan Afganistan -- Pakistan. Hanya sejumlah kecil orang Kristen di antara mereka.

    2. Orang Uzbek dan orang Turkmen di utara.

    3. Orang Tajik di timur laut dan daerah perkotaan.

    4. Orang Hazara, orang Islam Shi'a dari keturunan Mongolia, yang didiskriminasi, tetapi juga yang lebih terbuka terhadap Injil.

    5. Orang Kuchi, pengembara di daerah barat dan tengah, berjumlah 2.500.000 orang, sebelum perang menghancurkan cara hidup mereka. Mereka mewakili banyak suku dan bahasa yang berbeda-beda. Banyak yang mengungsi ke Pakistan.

    6. Orang Char Aimag di barat dan orang Baloch dan orang Brahui di selatan.

    7. Suku-suku Nuristan di pegunungan di sebelah utara dan timur Kabul yang hak miliknya sering dipertengkarkan.

  4. Hanya ada beberapa orang percaya Afgan, tetapi pada umumnya berbahasa Dari. Jumlah mereka di kota dan beberapa daerah pedesaan yang terpencil berlipat ganda melalui kesaksian dari tenaga-tenaga asing, orang-orang Afgan yang percaya, atau juga dari serdadu-serdadu Kristen Rusia. Doakan untuk kelanjutan dan pertumbuhan gereja pada abad 21 ini.

  5. International Assistance Mission adalah organisasi Kristen antar lembaga yang didukung oleh 26 lembaga dan diakui oleh pemerintah. Doakan agar dapat tetap melanjutkan pelayanannya di ibu kota selama perang. Pengabdian dan kasih yang ditujukan kepada mereka yang buta, cacat, sakit, kehilangan hak milik, buta huruf, dan miskin telah menjadi suatu pujian dari peran kekristenan yang membuahkan hasil. Keadaan perang dan rasa tidak aman adalah sesuatu yang tidak mudah bagi 70 staf tenaga asing yang berasal dari berbagai negara; doakanlah mereka, dan perekrutan tenaga baru sebagai kaum profesional yang berdedikasi dengan keterampilan yang luas. Ini adalah kesempatan yang luar biasa.

  6. Penyebaran Kitab Suci. Perjanjian Baru dalam bahasa Dari baru tersedia dalam jumlah yang cukup, dan PB dalam bahasa Pushtu dalam jumlah yang terbatas. Doakan penyebarannya yang efektif, walaupun banyak rintangan. Doakan juga bagi penerjemahan Kitab Suci ke dalam bahasa-bahasa lain; terjemahan sedang berlangsung dalam 8 bahasa, tetapi 29 bahasa lainnya masih membutuhkan tenaga penerjemah. Penelitian bahasa-bahasa sudah lama tidak dijalankan. Ini adalah kebutuhan yang mendesak sesudah kekacauan perang.

Bahan diringkas dari sumber:

Judul buku : Doakanlah Asia!
Penulis : Patrick Johnstone
Penerbit : Yakin dan WEC, 1995; WEC International, 2001
Alamat URL : http://www.operationworld.org/

CD-ROM SABDA [Nomor Topik: 18833]

e-JEMMi 38/2001